Tottenham harus menghadapi pekan terakhir Liga Primer Inggris dengan tekanan besar setelah mereka kalah 2-1 dari Chelsea pada Selasa malam. Gol Richarlison di babak kedua tidak cukup untuk tim asuhan Roberto De Zerbi, yang harus melihat rekor tak terkalahkan mereka dalam empat laga terakhir berakhir di tangan rival sekota mereka.
Tottenham memulai laga dengan baik. Mathys Tel hampir membawa timnya unggul ketika sundulannya yang memanfaatkan umpan silang Pedro Porro membentur tiang gawang. Namun setelah Antonin Kinsky berhasil menepis tembakan Cole Palmer, kiper Spurs itu tidak mampu menghentikan sepakan jarak jauh Enzo Fernandez dari jarak 25 yard yang meluncur ke sudut bawah gawang.
Fernandez nyaris menggandakan keunggulan Chelsea ketika tendangan bebasnya membentur mistar, sementara Palmer juga hampir mencetak gol setelah sepakannya melenceng tipis sebelum turun minum.
Spurs menciptakan sejumlah peluang setelah jeda. Kesempatan terbaik datang dari tandukan Richarlison yang tepat mengarah ke Robert Sanchez. Namun, mereka semakin tertinggal di pertengahan babak kedua setelah Andrey Santos menyelesaikan umpan tarik dari Fernandez untuk membawa Chelsea unggul 2-0.
Richarlison kembali mencetak gol lima menit kemudian, menyambar bola di tiang jauh setelah flick dari Pape Matar Sarr, yang sempat memberi harapan bagi pendukung tim tamu. Sayangnya, Spurs gagal menciptakan peluang berbahaya lainnya dan kini mereka membutuhkan setidaknya satu poin saat menghadapi Everton pada Minggu untuk memastikan diri tetap aman dari degradasi.
Berikut penilaian pemain Tottenham dari laga di Stamford Bridge...
Kiper & Pertahanan
Antonin Kinsky (5/10):
Membuat penyelamatan baik untuk menahan tembakan awal Palmer, namun terlalu lambat bereaksi terhadap sepakan Fernandez yang membuka skor. Menunjukkan kemampuan menangkap bola udara dengan baik.
Pedro Porro (5/10):
Sering menimbulkan ancaman dari sisi kanan — termasuk saat berperan dalam terciptanya gol Richarlison — dan mampu melakukan pergantian sisi permainan dengan baik, tetapi kembali menjadi titik lemah di lini belakang serta menerima kartu kuning lagi.
Kevin Danso (6/10):
Berhasil menjaga Delap dengan ketat dan memanfaatkan fisiknya secara maksimal sepanjang pertandingan.
Micky van de Ven (5/10):
Tampil percaya diri saat menguasai bola dan beberapa kali mampu memecah garis pertahanan lawan lewat umpannya, namun sempat melakukan beberapa kesalahan defensif yang membuat timnya dalam tekanan.
Destiny Udogie (5/10):
Berusaha bekerja sama dengan Tel di sisi kiri Spurs, tetapi terlalu sering kehilangan arah dan tidak efektif dalam menyerang.
Gelandang
Joao Palhinha (4/10):
Kuat dalam tekel, namun sering terlambat menutup ruang, terutama dalam proses terciptanya gol Santos.
Rodrigo Bentancur (5/10):
Kurang cepat menutup pergerakan Fernandez sebelum gol pembuka terjadi. Meski begitu, ia cukup rapi dalam distribusi bola di lini tengah.
Conor Gallagher (5/10):
Berjuang keras melawan mantan klubnya, meski terkadang emosinya terlalu meledak. Kurang memberikan kualitas di area serangan.
Lini Serang
Randal Kolo Muani (3/10):
Sempat memberi tekanan kepada Cucurella di awal laga, tetapi umpan akhirnya buruk sepanjang pertandingan. Kesalahan fatalnya dengan operan buruk ke tengah lapangan menjadi awal terciptanya gol Santos.
Richarlison (5/10):
Bekerja keras meskipun penyelesaiannya buruk sebelum akhirnya mencetak gol di tiang jauh yang memberi Spurs sedikit harapan.
Mathys Tel (7/10):
Sial ketika sundulannya di awal laga membentur tiang, namun tetap menjadi ancaman paling berbahaya bagi Tottenham. Juga berkontribusi besar dalam tugas bertahan.
Pemain Pengganti & Pelatih
James Maddison (6/10):
Hampir menyamakan kedudukan ketika berlari menembus pertahanan dengan sepuluh menit tersisa, namun usahanya digagalkan tekel gemilang Hato.
Djed Spence (6/10):
Memberikan energi baru di sisi kiri setelah menggantikan Udogie pada pertengahan babak kedua dan tampil lebih dinamis.
Pape Matar Sarr (6/10):
Entah karena keberuntungan atau ketepatan, flick-nya berhasil menemui Richarlison untuk memperkecil ketertinggalan.
Roberto De Zerbi (4/10):
Timnya tampil cukup baik dalam penguasaan bola, tetapi ia terlalu lama menunda pergantian pemain dan harus membayar mahal ketika Chelsea mencetak gol kedua sementara tiga pemain pengganti masih menunggu di pinggir lapangan.