TRIBUNNEWSMAKER.COM - Low Tuck Kwong kembali menjadi sorotan publik setelah namanya tercatat sebagai orang terkaya di Indonesia saat ini dengan total kekayaan yang fantastis.
Pengusaha tambang batu bara ini dikenal sebagai pendiri dan pemilik perusahaan energi besar yang beroperasi di sektor pertambangan.
Berdasarkan berbagai laporan keuangan terbaru, total kekayaannya disebut telah menembus angka sekitar Rp 274,3 triliun.
Lonjakan kekayaan tersebut menjadikannya salah satu figur paling berpengaruh dalam peta bisnis energi di Asia Tenggara.
Perjalanan kariernya dimulai dari dunia usaha yang penuh risiko hingga berhasil membangun imperium bisnis berskala global.
Keberhasilannya juga tidak lepas dari strategi ekspansi bisnis dan fokus pada sektor sumber daya alam yang terus berkembang.
Kini, namanya kerap dibandingkan dengan deretan konglomerat besar Indonesia lainnya dalam daftar orang terkaya dunia.
Baca juga: Anies Baswedan Sentil Keras Pemerintahan Prabowo: Kebijakan Dinilai Plin-plan dan Minim Transparansi
Konglomerat Low Tuck Kwong kian dikenal luas sebagai figur penting dalam industri tambang nasional. Low adalah pendiri dari Bayan Resources, perusahaan yang bergerak di sektor tambang batu bara.
Saat ini, nama Low Tuck Kwong melesat dan menjadi sorotan sejak Forbes sempat mencatatnya sebagai orang terkaya di Indonesia, mengungguli Hartono bersaudara.
Berikut profil Low Tuck Kwong, kekayaan, dan jaringan bisnisnya yang luas.
Low Tuck Kwong lahir di Singapura pada 17 April 1948.
Awalnya bekerja di perusahaan konstruksi ayahnya di Singapura, Low memutuskan pindah ke Indonesia pada 1972 untuk memulai usaha sendiri.
Pada 1973 ia mendirikan PT Jaya Sumpiles Indonesia (JSI), fokus pada proyek pondasi, sipil, dan struktur kelautan. Kariernya beralih ke pertambangan pada 1988, ketika JSI mengerjakan kontrak batu bara.
Pada 1997, Low memulai ekspansi melalui akuisisi PT Gunung Bayan Pratamacoal, lalu mendirikan PT Dermaga Perkasapratama di Balikpapan pada 1998.
Tahun 2008, Bayan Resources melakukan IPO dan menjadi platform utama grup tambangnya. Pada 2024, Bayan Resources memproduksi 56,9 juta ton batu bara, mewakili sekitar 7 persen total produksi nasional.
Berdasarkan data Forbes per Rabu (20/5/2026), kekayaan Low Tuck Kwong tercatat mencapai 16 miliar dollar AS atau sekitar Rp 283,2 triliun.
Posisi kedua ditempati oleh Robert Budi Hartono dengan total kekayaan sebesar 15,5 miliar dollar AS atau sekitar Rp 274,3 triliun.
Sementara itu, Prajogo Pangestu turun ke posisi ketiga dengan total kekayaan sebesar 15,2 miliar dollar AS atau sekitar Rp 269 triliun.
Berikut daftar orang terkaya di Indonesia berdasarkan data Forbes per 20 Mei 2026:
Kekayaan: 16 miliar dollar AS atau sekitar Rp 283,2 triliun
Kekayaan: 15,5 miliar dollar AS atau sekitar Rp 274,3 triliun
Kekayaan: 15,2 miliar dollar AS atau sekitar Rp 269 triliun
Kekayaan: 10,5 miliar dollar AS atau sekitar Rp 185,8 triliun
Kekayaan: 9,3 miliar dollar AS atau sekitar Rp 164,6 triliun
Kekayaan: 8,7 miliar dollar AS atau sekitar Rp 154 triliun
Kekayaan: 7,6 miliar dollar AS atau sekitar Rp 134,5 triliun
Kekayaan: 5,4 miliar dollar AS atau sekitar Rp 95,6 triliun
Kekayaan: 4,4 miliar dollar AS atau sekitar Rp 77,9 triliun
Kekayaan: 4,2 miliar dollar AS atau sekitar Rp 74,3 triliun.
(TribunNewsmaker.com/Eri Ariyanto)