3 BERITA POPULER PADANG: Antrean Panjang SPBU, Maling Gasak Uang Warung dan Sitinjau Lauik Macet
Rahmadi May 21, 2026 09:27 AM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Sejumlah informasi menarik seputar Kota Padang dapat disimak setelah tayang 24 jam terakhir di TribunPadang.com.

Pertama, antrean panjang kendaraan saat mengisi bahan bakar minyak (BBM) Solar kembali terjadi di SPBU Pisang, Jalan Raya By Pass, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Rabu (20/5/2026).

Pantauan reporter TribunPadang.com, Muhammad Iqbal, sekira pukul 15.58 WIB, tampak kendaraan mengular hampir mendekati Simpang Ketaping menuju SPBU Pisang.

Kedua, memanfaatkan kelengahan pemilik warung yang sedang tertidur pulas, seorang pria berinisial IS (30) nekat menggasak uang tunai sebesar Rp6 juta di kawasan Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang.

Namun, pelarian pria tersebut berakhir di tangan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Padang setelah aksi pencuriannya terekam jelas oleh kamera CCTV.

Ketiga, arus lalu lintas di kawasan Sitinjau Lauik, Kota Padang, Sumatera Barat sempat mengalami hambatan pada hari ini. Namun, pihak kepolisian memastikan bahwa jalur penghubung utama tersebut tidak mengalami macet total.

Kendaraan dari arah Padang menuju Solok maupun sebaliknya kini sudah bisa melintas dengan sistem padat berjalan.

Baca selengkapnya berikut ini:

1. Antrean Panjang Kendaraan Saat Mengisi Solar di SPBU Pisang Padang Kembali Terjadi Rabu Sore

Antrean panjang kendaraan saat mengisi bahan bakar minyak (BBM) Solar kembali terjadi di SPBU Pisang, Jalan Raya By Pass, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Rabu (20/5/2026).

Pantauan reporter TribunPadang.com, Muhammad Iqbal, sekira pukul 15.58 WIB, tampak kendaraan mengular hampir mendekati Simpang Ketaping menuju SPBU Pisang.

Ujung antrean tepatnya berlokasi di depan PT Kredo Bajatama, kurang lebih berjarak 200 meter dari Simpang Ketaping.

Rata-rata kendaraan yang mengantre solar adalah truk-truk pengangkut barang dari Padang, Provinsi Sumbar ke provinsi lain di Sumatera.

Truk terlihat berjejer, namun tidak saling berdekatan. Sebab, beberapa pedagang meletakan ban ataupun kursi untuk melarang bara truk berhenti di depan kedainya.

Baca juga: PETI di Sumbar Disorot Usai Tragedi Sijunjung, ESDM Sebut BBM Jadi Sulit Didapat

Sehingga antrean ini berjarak mulai dari 50 hingga 100 meter. Namun beberapa kendaraan antre tanpa jarak yang panjang.

Di sisi lain, antrean kendaraan juga memakan badan jalan. Sebab badan truk cukup besar.

Hal itu menyebabkan beberapa kendaraan lain yang melintas tampak padat. Namun, akses lalu lintas tetap lancar.

Sedangkan di SPBU Pisang, di kawasan pengisian tampak juga kendaraan yang mengantre cukup berdekatan.

Kendaraan terlihat mulai bergerak, saat pengisian truk di SPBU Pisang selesai dilakukan, kurang lebih para pengendara menunggu sekitar 10 hingga 15 menit di lokasi.

Sedangkan, para sopir sesekali terlihat turun dari kendaraannya untuk melepas penat, sembari melihat antrean di depannya.

Mahyeldi Sebut Kuota dari Pusat di Bawah Kebutuhan

ANTREAN SOLAR- Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, saat diwawancarai di rumah dinas Wakil Gubernur Sumbar, Senin (18/5/2026).
ANTREAN SOLAR- Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, saat diwawancarai di rumah dinas Wakil Gubernur Sumbar, Senin (18/5/2026). (TribunPadang.com/Muhammad Afdal Afrianto)

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, mengaku telah mengirim surat permintaan penambahan kuota bahan bakar minyak (BBM) untuk Sumbar menyusul antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir.

Hal itu disampaikan Mahyeldi saat diwawancarai di rumah dinas Wakil Gubernur Sumbar, Senin (18/5/2026) malam, usai menjenguk Wakil Gubernur Sumbar Vasco Ruseimy.

“Malam tadi saya sudah buat surat untuk tambahan kuota BBM di Sumatera Barat,” kata Mahyeldi kepada TribunPadang.com.

Menurut Mahyeldi, antrean BBM yang terjadi saat ini tidak lepas dari kebijakan penetapan kuota oleh pemerintah pusat yang dinilai tidak mempertimbangkan kondisi daerah.

“Barangkali keputusan pusat dalam menetapkan kuota tanpa membicarakan dengan kita. Waktu itu dari BPMigas, dan itu sudah disampaikan juga sebelumnya,” ujarnya.

Baca juga: Antrean Solar Mengular di SPBU Khatib Sulaiman, Didominasi Truk dan Bus hingga Makan Badan Jalan

Ia mengatakan Pemerintah Provinsi Sumbar sebenarnya sudah beberapa kali mengusulkan penambahan kuota BBM. 

Namun, jumlah yang ditetapkan pemerintah pusat disebut masih berada di bawah kebutuhan daerah.

“Kita sudah usulkan dan rata-rata apa yang kita usulkan kemudian diterapkan tanpa membicarakan dengan kita, dengan ditetapkan sendiri. Inilah akibatnya,” katanya.

Mahyeldi bahkan menilai pemerintah pusat kurang melibatkan daerah dalam pengambilan keputusan terkait kuota BBM.

“Jadi memang pusat itu kadang-kadang tidak percaya kepada daerah. Kemudian tidak pernah juga mengomunikasikan dengan daerah dan langsung menetapkan sesuatu itu tanpa komunikasi, tanpa mengevaluasi,” ujarnya.

Menurut Mahyeldi, kebutuhan BBM di Sumbar berbeda dibanding daerah lain karena tingginya kunjungan wisatawan yang ikut meningkatkan konsumsi BBM di wilayah tersebut.

Baca juga: Mahyeldi Minta Lokasi Tambang Emas Ilegal Sijunjung Ditutup Usai Longsor Tewaskan 9 Orang

“Kita sudah berpengalaman setahun bahwasannya Sumatera Barat ini karena memang daerah wisata, maka yang mengonsumsi BBM di Sumatera Barat ini bukan orang Sumatera Barat saja, tapi juga orang-orang yang datang ke Sumatera Barat untuk berwisata,” jelasnya.

Ia mengaku kondisi tersebut sudah disampaikan kepada BPMigas dalam usulan penambahan kuota BBM. Namun kuota yang diberikan masih di bawah kebutuhan riil di lapangan.

“Nah cuma BPMigas menetapkan masih di bawah itu. Bahkan itu di bawah 80 persen kebutuhannya,” katanya.

Meski demikian, Mahyeldi tidak menampik adanya dugaan penyalahgunaan BBM subsidi di lapangan yang turut memengaruhi kondisi antrean di SPBU.

“Kalau di lapangan mungkin banyak kasusnya. Dulu dilakukan oleh Kapolda lama Pak Suharyono ketika jadi Kapolda, operasi di SPBU karena mengawasi mobil-mobil modifikasi,” ujarnya.

Menurutnya, kendaraan modifikasi yang membeli BBM subsidi dalam jumlah besar menjadi salah satu penyebab tingginya konsumsi BBM di Sumbar.

“Dan sehingga itulah yang mengonsumsi kelebihan. Namun kemudian itu memang kita sudah minta juga Pertamina supaya bekerja sama dengan kepolisian untuk melakukan pengawasan di SPBU,” katanya.

Mahyeldi berharap Pertamina dan kepolisian dapat memperkuat pengawasan agar penyalahgunaan BBM subsidi dapat ditekan.

“Makanya Pertamina kita harapkan berkolaborasi dengan kepolisian agar memantau dan mengawasi. Agar ketahuan kalau ada penyalahgunaan BBM,” ujarnya.

Sebelumnya, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) memastikan ketersediaan stok Biosolar di wilayah Padang dalam kondisi aman dan tetap tersedia di SPBU.

Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, mengatakan antrean kendaraan di SPBU dipengaruhi tingginya kebutuhan pengisian BBM secara bersamaan oleh kendaraan logistik dan angkutan barang.

“Namun demikian, kondisi tersebut tidak mengindikasikan ketiadaan stok BBM di SPBU,” katanya.

2. Maling di Padang Gasak Rp6 Juta Saat Pemilik Warung Tidur, Aksinya Terekam CCTV

Memanfaatkan kelengahan pemilik warung yang sedang tertidur pulas, seorang pria berinisial IS (30) nekat menggasak uang tunai sebesar Rp6 juta di kawasan Kecamatan Padang Selatan, Kota Padang.

Namun, pelarian pria tersebut berakhir di tangan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Padang setelah aksi pencuriannya terekam jelas oleh kamera CCTV.

Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol Muhammad Yasin, membenarkan adanya penangkapan inisial IS yang diduga kuat melakukan aksi pencurian dalam sebuah warung milik warga pada Senin (18/5/2026) pukul 14.00 WIB.

Kompol Muhammad Yasin, menyatakan bahwa penangkapan ini berawal dari laporan korban yang kehilangan sejumlah uang di area dalam warungnya.

Baca juga: Warga Pasaman Barat Diterkam Buaya Ditemukan Meninggal, Berjarak 20 Meter dari Lokasi Kejadian

Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Opsnal Satreskrim langsung melakukan penyelidikan di tempat kejadian perkara (TKP).

"Berdasarkan bukti permulaan berupa rekaman CCTV serta keterangan sejumlah saksi, mengarah kepada identitas pelaku," ujar Kompol Muhammad Yasin, Rabu (20/5/2026).

Kemudian petugas bergerak cepat memburu keberadaan pelaku hingga akhirnya berhasil diamankan.

Kronologi

Kompol Muhammad Yasin menyebut aksi pencurian tersebut terjadi ketika pelapor sedang tertidur pulas di dalam warung.

Saat itu, kondisi warung sedang sepi sehingga membuat pelaku semakin nekat untuk melancarkan aksinya.

Pelaku memanfaatkan kelengahan pemilik warung dan langsung membawa kabur uang Rp6 juta.

Baca juga: Sapi Simental Sijunjung Terpilih Jadi Hewan Kurban Presiden 2026, Bobot Hampir 1 Ton

"Uang tersebut tersimpan dekat tumpukan karung beras," sebutnya.

Saat ini, pelaku telah dibawa ke Mapolresta Padang untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

"Atas perbuatannya, pelaku bakal dijerat dengan Pasal 476 KUHP tentang Pencurian dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 5 tahun," pungkasnya.

3. Sempat Tersendat, Jalur Sitinjau Lauik Padang Kini Padat Merayap Usai Truk Mogok Dievakuasi

Arus lalu lintas di kawasan Sitinjau Lauik, Kota Padang, Sumatera Barat sempat mengalami hambatan pada hari ini. Namun, pihak kepolisian memastikan bahwa jalur penghubung utama tersebut tidak mengalami macet total.

Kendaraan dari arah Padang menuju Solok maupun sebaliknya kini sudah bisa melintas dengan sistem padat berjalan.

Sebelumnya, beredar kabar di media sosial yang menyebutkan bahwa jalur Sitinjau Lauik mengalami kelumpuhan total akibat adanya kendala teknis pada salah satu kendaraan berat yang melintas.

Menanggapi kesimpangsiuran informasi tersebut, pihak Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Padang segera memberikan klarifikasi mengenai kondisi riil di lapangan.

Kasat Lantas Polresta Padang, AKP Riwal Maulidinata, menegaskan bahwa situasi di kawasan Sitinjau Lauik saat ini tidak macet total.

Baca juga: Antrean Panjang Kendaraan Saat Mengisi Solar di SPBU Pisang Padang Kembali Terjadi Rabu Sore

"Tidak macet total namun padat berjalan,”katanya saat dihubungi Rabu (20/5/2026) sekitar pukul 18.50 WIB

Lebih lanjut, pihak kepolisian tidak menampik bahwa sempat terjadi penumpukan kendaraan yang cukup panjang di sekitar kawasan kelokan ikonik Panorama 1.

Kepadatan tersebut dipicu oleh adanya satu unit kendaraan yang mengalami mogok tepat di badan jalan, sehingga mempersempit ruang gerak kendaraan lain yang hendak melintas.

"Kendaraan yang mogok di Panorama 1 sudah dievakuasi," ungkap Kasat Lantas menambahkan.

Dengan selesainya proses evakuasi kendaraan mogok tersebut, sumbatan arus lalu lintas di Panorama 1 kini sudah berhasil terurai.

Meskipun volume kendaraan yang melintasi jalur lintas Sumatera ini terbilang tinggi, arus lalu lintas dipastikan tetap mengalir meski dalam kecepatan rendah atau padat merayap.

Baca juga: PETI di Sumbar Disorot Usai Tragedi Sijunjung, ESDM Sebut BBM Jadi Sulit Didapat

Kondisi padat berjalan ini juga dirasakan langsung oleh para pengguna jalan yang melintas, salah satunya adalah Raman, seorang pengendara sepeda motor.

Raman mengaku sempat khawatir saat hendak melewati jalur tersebut setelah mendengar rumor adanya kemacetan parah di Panorama 1.

Namun, saat tiba di lokasi, Raman menyebutkan bahwa situasi di lapangan tidak seburuk informasi yang beredar dan dirinya bisa melintas dengan lancar menggunakan roda dua.

"Tadi sempat mengira bakal tertahan lama, ternyata jalur aman dan lancar dilewati, khususnya untuk motor," kata Raman.

Pihak kepolisian pun mengimbau kepada seluruh pengguna jalan yang hendak melewati Sitinjau Lauik untuk tetap bersabar dan mengutamakan keselamatan.

Para pengemudi, terutama kendaraan bertonase besar, diminta untuk memastikan kondisi rem dan mesin kendaraan mereka dalam keadaan prima sebelum menanjak atau menurun di jalur ekstrem ini.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.