DPRD Banyumas Bakal Sampaikan Aspirasi Ojol Banyumas ke Pemerintah Pusat
khoirul muzaki May 21, 2026 10:07 AM

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO- DPRD Kabupaten Banyumas menerima audiensi pengemudi ojek online yang tergabung dalam Dobrak (Driver Online Banyumas Raya Kompak) di Gedung DPRD Banyumas, Rabu (20/5/2026).


Kedatangan mereka disambut oleh Ketua DPRD Banyumas, Agus Priyanggodo dan Ketua Komisi 4 DPRD Banyumas, Dukha Ngabdul Wasih. 


Dobrak mengeluhkan besarnya potongan dari aplikator yang membuat penghasilan mereka semakin kecil. 


Selain itu, mereka juga menanyakan janji Presiden Prabowo Subianto saat berpidato di moment May Day 2026.


Ketua DPRD Banyumas, Agus Priyanggodo mengatakan, ada beberapa hal yang disampaikan sebagai aspirasi dari Dobrak ke DPRD.


Antara lain mereka menanyakan dan mendorong realisasi Rancangan Undang-Undang Transportasi Online Indonesia. 


Lalu menanyakan sejauh mana progres pernyataan Presiden Prabowo Subianto saat May Day.


"Sehingga kami hanya bisa meneruskan. Setelah audiensi ini kami akan bersurat kepada DPR RI dan DPRD Provinsi Jawa Tengah," katanya kepada tribunbanyumas.com 


Ketua DPRD Banyumas yang akrab disapa Mas Nova itu, menyambut baik tentang RUU Transportasi Online Indonesia. 


Sehingga dia akan meneruskan suara rakyat tersebut ke tingkatan paling atas.


Dia percaya, ojol menjadi bagian yang ikut mendorong peningkatan ekonomi di bidang ketenagakerjaan. 


Harapannya, pemerintah bisa mendorong, memantau atau memfasilitasi dalam regulasi yang mengatur hubungan antara aplikator dan ojol.


"Secara prinsip kami pastikan hari ini, kami berkomitmen agar suara rakyat dapat tersampaikan," jelasnya. 


Sementara itu, Ketua Dobrak, Anggoro Rino Pambudi mengatakan, ada empat tuntutan nasional dan satu tuntutan lokal yang mendesak segera ditindaklanjuti oleh pemerintah.


Meliputi kenaikan tarif roda dua, regulasi makanan dan barang, ketentuan tarif bersih ASK, dan Undang-Undang Transportasi Online Indonesia. 


Sedangkan untuk tuntutan lokal yaitu meminta penghapusan opsen pajak.


Dia merasakan, nasib driver online saat ini semakin berat akibat berbagai potongan biaya dari aplikator. 


"Kami merasa dieksploitasi. Sudah dipotong 20 persen, masih ada biaya platform dan biaya lain. 


Kalau tidak ikut fitur berlangganan tertentu, order bisa sepi. Akhirnya pendapatan driver makin kecil," katanya. (fba)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.