SUPERBALL.ID - Hak Southampton untuk bermain di final play-off promosi ke Liga Inggris resmi dicabut oleh EFL selaku penyelenggara kompetisi Championship menyusul skandal yang mengejutkan.
Dilansir SuperBall.id dari The Athletic, EFL telah menetapkan bahwa Southampton melakukan pelanggaran serius.
Southampton terbukti melanggar peraturan terkait perekaman video tanpa izin terhadap sesi latihan tertutup beberapa klub Championship musim ini.
Menurut peraturan EFL, klub dilarang mengamati atau mencoba mengamati sesi latihan lawan dalam waktu 72 jam sebelum pertandingan.
Skandal ini mencuat pada 7 Mei ketika Middlesbrough menuduh seorang analis Southampton diam-diam memantau sesi latihan mereka menjelang semifinal play-off.
Menurut BBC, analis tersebut terlihat di dekat lapangan latihan Rockliffe Park dan merekam sesi latihan di ponselnya sambil mengenakan headphone.
Middlesbrough bahkan menduga bahwa data tersebut disiarkan langsung melalui panggilan video.
Saat terlihat dan didekati oleh staf Middlesbrough, sosok tersebut menolak untuk mengungkapkan identitasnya dan dengan cepat menghapus semua data dari ponselnya.
Ia kemudian segera meninggalkan lapangan latihan dan pergi ke kamar mandi hotel terdekat milik pemilik Middlesbrough, Steve Gibson, untuk berganti pakaian sebelum meninggalkan area tersebut.
Namun, identitas pria itu dengan cepat terungkap sebagai William Salt, seorang pekerja magang yang memiliki hubungan dekat dengan asisten pelatih Southampton.
Skandal tersebut memaksa Steve Gibson untuk mengajukan pengaduan mendesak kepada EFL.
Gibson menuntut agar lawan mereka didiskualifikasi dari liga karena melakukan kecurangan.
Dalam sidang pada 19 Mei, manajemen Southampton terpaksa mengaku bersalah usai dihadapkan dengan bukti tak terbantahkan.
EFL mengkonfirmasi bahwa klub tersebut telah mengakui beberapa pelanggaran terkait pemantauan sesi latihan lawan tanpa izin.
Usut punya usut, Middlesbrough bukanlah satu-satunya korban skandal memata-matai lawan yang dilakukan Southampton.
Southampton juga terlibat dalam pengambilan gambar secara diam-diam terhadap Oxford United pada Desember 2025 dan Ipswich Town pada April lalu.
Menariknya, dua klub tersebut sama-sama diperkuat oleh pemain Timnas Indonesia, yakni Ole Romeny di Oxford United dan Elkan Baggott di Ipswich Town.
EFL kemudian menjatuhkan sanksi dengan mencabut hak Southampton untuk bermain di final play-off promosi musim ini.
Selain itu, Southampton juga mendapat hukuman pengurangan 4 poin di awal musim Championship berikutnya.
Sebelumnya, tim asuhan Tonda Eckert itu mengalahkan Middlesbrough 2-1 dalam dua leg di semifinal play-off promosi.
Keputusan EFL tersebut berarti Middlesbrough secara resmi mendapatkan tempat di final play-off promosi menggantikan Southampton.
Middlesbrough akan menghadapi Hull City di Stadion Wembley pada 23 Mei untuk memperebutkan tempat di Liga Inggris.
Dalam pernyataan terbaru, Middlesbrough menyambut baik keputusan EFL dan percaya insiden ini akan mengirimkan pesan yang jelas tentang integritas dan etika olahraga.
Namun, masalah Southampton tidak berhenti sampai di situ karena Wrexham, tim yang hanya terpaut dua poin dari zona play-off, juga memantau kasus ini dengan cermat.
Wrexham menyatakan bahwa mereka sedang mempertimbangkan tindakan hukum untuk menuntut ganti rugi dari Southampton.
Pasalnya, insiden mematai-matai lawan yang dilakukan Southampton secara langsung mengubah klasemen akhir liga.
Sebelumnya, Coventry City dan Ipswich Town telah resmi mengamankan tempat mereka di Liga Inggris untuk musim 2026/2027.