TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Pemerintah Kabupaten Buleleng mulai mendorong transformasi pendidikan berbasis teknologi dan kecerdasan buatan (AI).
Komitmen tersebut ditegaskan saat pembukaan Buleleng Education Expo (BEE) 2026 di Gedung Kesenian Gde Manik, Singaraja, Bali, Rabu 20 Mei 2026.
Bupati Buleleng, Nyoman Sutjidra mengatakan, perkembangan teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) dan coding harus menjadi peluang untuk mencetak generasi unggul yang mampu bersaing di era digital. Namun menurutnya, kemajuan teknologi tetap harus diimbangi dengan pendidikan karakter.
"Anak-anak kita harus mampu bersaing di era digital, namun tetap santun, kreatif, dan memiliki jiwa gotong royong," ujarnya.
Baca juga: Bali Jadi Titik Temu Dialog AI, UMKM, dan Kepemimpinan Generasi Masa Depan
Menurut Sutjidra, BEE 2026 bukan sekadar pameran pendidikan biasa. Kegiatan tersebut disebut menjadi simbol transformasi pendidikan Buleleng menuju era Pendidikan 5.0 yang adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai kemanusiaan dan budaya lokal.
"Melalui BEE 2026, kita ingin menunjukkan bahwa Buleleng siap menjadi pusat pendidikan yang maju, inovatif, dan tetap berakar pada nilai budaya serta karakter Mabraya," tegasnya.
Dalam mendukung transformasi pendidikan digital tersebut, Pemkab Buleleng juga terus mendorong peningkatan kompetensi guru, digitalisasi sekolah, hingga penguatan metode pembelajaran mendalam atau deep learning.
BEE 2026 sendiri diikuti ratusan satuan pendidikan dari berbagai jenjang.
Sebanyak 101 sekolah tampil dalam pementasan seni dan kreativitas, sementara 54 satuan pendidikan menghadirkan pameran interaktif berisi inovasi pembelajaran dan pemanfaatan teknologi modern di dunia pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata mengatakan, kegiatan tersebut menjadi ruang kolaborasi antar satuan pendidikan sekaligus memperkuat branding Singaraja sebagai Kota Pendidikan.
"BEE bukan hanya expo, tetapi ruang kolaborasi untuk menunjukkan potensi, kreativitas, dan inovasi pendidikan Buleleng kepada masyarakat luas," jelasnya.
Selama tiga hari pelaksanaan, masyarakat juga dapat mengikuti berbagai kegiatan seperti talkshow Program Satu Keluarga Satu Sarjana, lomba praktik baik pembelajaran yang diikuti ratusan guru, layanan pendidikan, hingga pertunjukan seni siswa. (mer)