Kepingan Puzzle Tammy Abraham Lengkap, Gelar Liga Eropa Pertegas Status Pemain Paling Hoki
Dwi Setiawan May 21, 2026 10:51 AM

 

TRIBUNNEWS.COM - Keberhasilan Aston Villa menyegel gelar juara Liga Eropa, Kamis (21/5/2026) dinihari tadi, menyisakan cerita bagi Tammy Abraham.

Tammy Abraham kini menjadi pemain langka yang punya privelege, bisa memenangkan seluruh gelar di kompetisi klub Eropa.

Ya, gelar Liga Eropa yang baru saja dimenangkan Aston Villa usai mengalahkan Freiburg (3-0), melengkapi koleksi gelar pemain Inggris tersebut.

Dilansir Squawka, Tammy Abraham menjadi pemain kedua dalam sejarah, yang berhasil memenangkan tiga kompetisi Eropa.

Mulai dari Liga Champions, Liga Konferensi Eropa dan terbaru ialah Liga Eropa.

Ketika memenangkan gelar Liga Champions, Abraham meraihnya dalam balutan seragam Chelsea pada musim 2020/2021.

Baca juga: Skenario Inggris Kirim 6 Wakil di Liga Champions setelah Aston Villa Juara Liga Eropa

Semusim berselang, Abraham kembali menjadi juara di Eropa, tepatnya lewat ajang Liga Konferensi yang digelar perdana musim 2021/2022.

Kebetulan, Abraham memenangkan gelar turnamen tersebut bersama AS Roma yang dilatih Jose Mourinho.

Setelah menunggu empat tahun lamanya, Abraham akhirnya berhasil melengkapi koleksi gelar Eropanya bersama Aston Villa.

JUARA LIGA EROPA - Aston Villa juara Liga Eropa 2025/2026 usai mengalahkan Freiburg 3-0 di partai final, Kamis (21/5/2026) dini hari WIB di Istanbul. (UEFA Europa League)

Gelar juara Liga Eropa yang baru saja dimenangkan Abraham, seakan membuat koleksi trofinya di kompetisi Benua Biru, sudah lengkap.

Lemari trofi Abraham barangkali terasa sudah lengkap, karena ia pernah memenangkan gelar Piala Super Eropa juga bersama Chelsea.

Artinya, semua gelar juara kompetisi antar-klub Eropa dari kasta teratas hingga terbawah, telah dimenangkan Abraham.

Tammy Abraham mengikuti jejak Emerson Palmieri yang berstatus sebagai pemain pertama yang mengukir sejarah unik tersebut.

Bedanya, Tammy Abraham memenangkan tiga gelar dengan tiga klub berbeda, sementara Emerson bersama dua klub berbeda.

Artinya, Abraham punya privelege yang tidak pernah dimiliki oleh pemain manapun termasuk Emerson sendiri.

Alhasil, gelar juara Liga Eropa yang hari ini dimenangkan Aston Villa, kian mempertegas keberuntungan karier pemain yang berusia 28 tahun itu.

Dapat dikatakan, perjalanan karier Abraham sangat berliku dan tidak pernah terduga setiap musimnya.

Striker Chelsea,  Timo Werner (kanan) melakukan selebrasi setelah mencetak gol kedua mereka dari titik penalti bersama Tammy Abraham (kiri) selama pertandingan sepak bola Grup E Liga Champions UEFA antara Chelsea dan Rennes di Stamford Bridge di London pada 4 November 2020 .
TAMMY ABRAHAM (ARSIP) - Striker Chelsea, Timo Werner (kanan) melakukan selebrasi setelah mencetak gol kedua mereka dari titik penalti bersama Tammy Abraham (kiri) selama pertandingan sepak bola Grup E Liga Champions UEFA antara Chelsea dan Rennes di Stamford Bridge di London pada 4 November 2020 . (BEN STANSALL/POOL/AFP)

Berstatus sebagai pemain jebolan akademi Chelsea, Abraham sempat dianggap penyerang masa depan klub tersebut.

Sejak dipromosikan masuk skuad utama Chelsea pada tahun 2017, Abraham beberapa kali dipinjamkan ke klub lain.

Sebut saja Bristol City, Swansea City hingga Aston Villa.

Puncak performa Abraham di Chelsea ialah ketika ia dilatih oleh Frank Lampard pada musim 2020/2021.

Tepat pada musim tersebut, Abraham tampil elit sebagai penyerang utama Chelsea, dengan mencetak 11 gol dan 6 assist dari 25 laga.

Hanya saja, peran sentral yang mulai dijalani Abraham mendadak hilang, ketika Lampard dipecat sebagai pelatih Chelsea.

Sejak saat itulah, nama Abraham sudah tidak menonjol lagi, dan akhirnya menjadi salah satu pemain yang dilepas Chelsea.

Setelahnya, ia berkesempatan memperkuat beberapa klub Eropa lain, mulai AS Roma, AC Milan, Besiktas, sebelum kembali direkrut Aston Villa dengan status permanen pada pertengahan musim ini.

Berbagai keputusan Abraham yang tidak sungkan berpindah klub tersebut, ternyata membawa sebuah keberuntungan besar.

Hal itu dibuktikan dengan keberhasilan Abraham menjadi pemain pertama dalam sejarah yang bisa semua gelar kompetisi klub Eropa, dengan tiga klub berbeda.

(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.