Budaya Dayak Ketapang Go Internasional di Pekan Gawai Dayak ke-40, Tunjukkan Budaya ke Kancah Dunia
Madrosid May 21, 2026 10:32 AM

‎TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Bupati Ketapang, Alexander Wilyo memimpin langsung kontingen Kabupaten Ketapang dalam ajang Pekan Gawai Dayak (PGD) Kalbar ke-40 yang digelar di Rumah Radakng, Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu 20 Mei 2026 kemarin.

‎Kehadiran kontingen Kabupaten Ketapang pada perhelatan budaya tahunan tersebut disebut sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam menjaga, melestarikan, sekaligus memperkuat eksistensi budaya Dayak Ketapang di tingkat regional hingga internasional.

‎"Ketapang hadir di PGD Kalbar bukan sekadar mengikuti agenda, tetapi menunjukkan komitmen menjaga dan mempromosikan budaya Dayak Ketapang hingga tingkat internasional," ujar Alex. 

‎Dalam momentum PGD Kalbar ke-40 itu, Alex juga menegaskan bahwa gelar adat Dayak Ketapang memiliki nilai sakral dan tidak dapat diberikan ataupun diklaim secara sepihak.

‎Menurutnya, gelar adat hanya dapat diberikan melalui ritual adat oleh para pemangku adat yang memiliki kewenangan sah.

Baca juga: Wisatawan Sarawak Terkesan Kemeriahan Pekan Gawai Dayak 2026 di Pontianak

‎"Momentum Gawai Dayak bukan hanya perayaan budaya, tetapi juga sarana menjaga warisan leluhur. Gelar adat Dayak Ketapang bersifat sakral, hanya diberikan oleh pemangku adat yang sah melalui ritual khusus dan tidak dapat diklaim sepihak," tegasnya.  

‎Ia menambahkan, Pekan Gawai Dayak bukan hanya menjadi ajang perayaan budaya, tetapi juga ruang untuk menjaga identitas masyarakat adat, menghormati leluhur, serta mewariskan nilai-nilai adat kepada generasi penerus.

‎"Pemerintah Kabupaten Ketapang hadir penuh dalam seluruh rangkaian PGD sebagai bentuk komitmen menjaga dan mempromosikan budaya Dayak Ketapang," pungkasnya.

Dorong Jadi Agenda Internasional

Wakil Gubernur Kalimantan Barat sekaligus Penasehat Dewan Adat Dayak, Krisantus Kurniawan, mendorong Pekan Gawai Dayak masuk dalam kalender pariwisata internasional karena dinilai telah menarik perhatian wisatawan mancanegara.

Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Pekan Gawai Dayak ke-40 di Rumah Radakng Pontianak, Rabu 20 Mei 2026.

“Tanpa kita sadari sebetulnya ini adalah event internasional. Jadi saya berharap Kementerian Pariwisata sudah bisa menetapkan Gawai Dayak Kalimantan Barat sebagai kalender pariwisata, bukan hanya skala nasional tapi skala internasional,” ujarnya.

Menurutnya, prosesi budaya dalam Pekan Gawai Dayak memiliki daya tarik tersendiri. 

“Karena banyak yang tertarik kepada prosesi Gawai Dayak yang ada di Kalimantan Barat dan ini salah satu potensi destinasi wisata di bidang budaya,” katanya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.