Akhirnya PSI dan Projo Akur Soal Rencana Jokowi Keliling Indonesia, Minta Kader Sambut di Daerah
Musahadah May 21, 2026 10:32 AM

 

SURYA.CO.ID - Akhirnya Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan relawan Projo akur terkait rencana Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) berkeliling Indonesia. 

Sebelumnya PSI dan relawan Projo sempat berselisih terkait rencana Jokowi tersebut. 

Awalnya rencana itu disampaikan Sekjen Projo, Freddy Alex Damanik. 

Dikatakan Freddy, kondisi kesehatan Jokowi saat ini sudah pulih 99 persen sehingga memungkinkannya keliling Indonesia. 

Bahkan Freddy menyebut rencana keliling Indonesia itu akan dimulai pada Juni 2026 mendatang. 

Baca juga: Ternyata Sigit Pratomo Si Penggugat Jokowi Hampir di-DO dari UGM, Sebut Punya Tanggung Jawab Moral

"Pak Jokowi menyampaikan beberapa hal kepada relawannya. Yang pertama kesehatannya sudah pulih 99 persen, dan rencananya bulan depan (Juni), beliau sudah akan keliling Indonesia kembali untuk menyapa masyarakat. Pak Jokowi akan didampingi relawannya ketika mengunjungi suatu daerah," ujar Freddy kepada Kompas.com, Rabu (13/5/2026).

Kabar ini langsung ditepis Ketua DPP PSI Bestari Barus. 

Bestari menegaskan PSI yang mengatur kapan dan ke mana Jokowi akan berkeliling Indonesia, bukan relawan Projo.

Bestari pun menyinggung Projo yang sempat menyatakan kepanjangan mereka bukan 'Pro Jokowi'.

"Kita yang menyiapkan. Saya enggak tahu itu Projo, Projo apa ya? Projo kan bukannya bukan Pro Jokowi? Bukan Pro Jokowi, pada waktu itu pernah ngomong. Jadi agak membingungkan lu menanyai saya ini Projo, Projo mana? Yang sudah enggak Pro Jokowi lagi?" ujar Bestari kepada Kompas.com, Kamis (14/5/2026).

"Kalau mengenai Pak Jokowi akan ke mana, kita sedang mempersiapkan itu dari mulai rakernas itu, Rakernas PSI di Makassar. Kita mempersiapkan roadmap-nya perjalanan Pak Jokowi ini menuju pemenangan PSI 2029," sambungya.

Kini Sepakat Berkooordinasi

DIGELEDAH KPK - Ahmad Ali usai pertemuan dengan PKB di Nasdem Tower, Gondangdia, Jakarta Pusat, Rabu (6/9/2023). Rumahnya baru saja digeledah KPK.
PINDAH - Ahmad Ali saat masih di Nasdem. (Kompas.com/Nirmala Maulana)

Kabar terbaru, PSI akhirnya berkooordinasi dengan Projo terkait rencana Jokowi keliling Indonesia. 

Ketua Harian PSI Ahmad Ali bahkan mengakui yang merencana agenda itu adalah relawan Projo. 

“Karena yang merencanakan ini teman-teman Projo, kami akan berkoordinasi. Yang kedua melihat kondisi kesehatan menjadi sebuah faktor untuk kita perhitungkan,” terangnya.

Menurutnya, secara fisik Jokowi siap untuk berkeliling Indonesia.

Meski begitu, hal ini perlu diperhitungkan dengan matang mengingat usia yang tak lagi muda.

“Secara fisik beliau kesehatannya sudah pulih. Tidak ada yang kurang. Semangatnya malah semakin kuat. Faktor kesehatan sudah tidak lagi menjadi penghalang. Faktor umur, beliau baru sembuh harus diperhitungkan secara matang,” jelasnya.

Dikatakan Ahmad Ali, kegiatan ini merupakan bagian dari napak tilas perjalanan kepemimpinan Jokowi selama dua periode.

 “Beliau ini mantan presiden. Tentunya kerinduan terhadap masyarakat yang mendasari beliau untuk berkeliling menyapa masyarakat. Kita lihat sebagai suatu perjalanan napak tilas beliau dalam menyapa masyarakat,” ungkapnya usai bertamu di kediaman Jokowi, Rabu (20/5/2026).

Ia pun memastikan dalam kunjungannya nanti kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) akan mendampingi.

“Kalau beliau turun, insyaallah pasti setiap daerah yang dikunjungi oleh beliau akan disambut oleh kader PSI di daerah,” jelasnya.

Namun, pihaknya hingga kini belum bisa memastikan kapan Jokowi akan mulai blusukan ke daerah-daerah.

Pihaknya akan berkoordinasi dengan Relawan Projo yang membuat perencanaan ini.

Pengamat Sebut Malah Akan Jadi Bumerang

Pengamat Komunikasi Politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga menilai Partai Solidaritas Indonesia (PSI) perlu mempertimbangkan kembali terkait rencana melibatkan Jokowi dalam agenda politiknya.

Menurut Jamiluddin, langkah tersebut dinilai spekulatif bagi partai berlambang gajah itu.

"Berharap pada Jokowi untuk mendongkrak elektabilitas PSI, tampaknya akan berujung pada kekecewaan. Bahkan kehadiran Jokowi ke penjuru tanah air membawa panji-panji PSI bisa jadi akan menjadi bumerang pada partai gajah tersebut," kata Jamiluddin dalam keterangannya, Minggu (17/5/2026).

Dirinya memahami bahwa PSI membutuhkan sosok besar agar bisa lolos ke Senayan. Kendati demikian, sosok Jokowi hari ini dipandang tidak sama seperti 10 tahun lalu.

"Jokowi bukan lagi sosok yang mampu menghipnotis anak bangsa untuk berpihak kepadanya. Jokowi saat ini adalah sosok kontroversial, termasuk terkait ijazahnya," ujar Jamiluddin.

Kehadiran Jokowi dinilai tidak dengan sendirinya dapat mendongkrak elektabilitas PSI. Bahkan tak menutup kemungkinan banyak yang antipati terhadap partai yang dipimpin Kaesang Pangarep itu.

"Karena itu, sebelum Jokowi berkeliling Indonesia membawa panji-panji PSI, sebaiknya perlu dikaji ulang plus minusnya. Jangan sampai PSI kembali gagal ke Senayan hanya karena salah menilai keperkasaan Jokowi," tegasnya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.