SURYA.co.id LAMONGAN - Kabupaten Lamongan terus memperkuat posisinya sebagai salah satu daerah penghasil perikanan terbesar di Jawa Timur dengan mendorong pengembangan produk perikanan yang berkelanjutan.
Berbagai langkah strategis dilakukan Pemerintah Kabupaten Lamongan, mulai dari optimalisasi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Brondong hingga pengembangan kawasan minapolitan terpadu.
Didukung garis pantai sepanjang 47 kilometer, sektor perikanan Lamongan mencatat capaian produksi yang cukup besar sepanjang tahun 2025.
Baca juga: Viral KDKMP Tumenggungan Lamongan Berdiri Dekat Makam, Ini Kata Warga dan Juru Kunci
Produksi perikanan tangkap laut mencapai 79.685,22 ton dengan nilai produksi sebesar Rp 1,38 triliun.
Sementara produksi perikanan tangkap perairan umum darat mencapai 3.163,57 ton dengan nilai sekitar Rp 51 miliar, serta perikanan budidaya sebesar 46.941,85 ton dengan nilai mencapai Rp 1,4 triliun.
Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi mengatakan, capaian tersebut menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus memperkuat sektor maritim dan perikanan sebagai salah satu penopang ketahanan pangan nasional.
Menurutnya, keberlanjutan sektor perikanan tidak hanya bergantung pada tingginya hasil produksi, namun juga pada upaya menjaga ekosistem serta kesejahteraan masyarakat nelayan dan pembudidaya ikan.
“Alhamdulillah capaian ini menjadi motivasi dan penyemangat bagi kita semua untuk terus berkontribusi di sektor maritim, " kata Yuhronur Efendi kepada SURYA.co.id, Kamis (21/5/2026).
Pemerintah Kabupaten Lamongan akan terus hadir memberikan dukungan agar potensi perikanan yang dimiliki dapat berkembang secara berkelanjutan dan mampu mendukung terwujudnya ketahanan pangan nasional.
Ia menjelaskan, Pemkab Lamongan telah menyiapkan berbagai kebijakan dan program untuk mendukung keberlangsungan sektor perikanan.
Di antaranya melalui pemberian bantuan pupuk non subsidi bagi pembudidaya, perbaikan sarana dan prasarana perikanan, hingga fasilitasi pembelian BBM bagi nelayan.
Selain itu, pemerintah daerah juga terus mengoptimalkan fungsi tempat pelelangan ikan agar aktivitas ekonomi nelayan semakin meningkat.
Dukungan lain diberikan melalui fasilitasi UMKM pengolahan hasil perikanan, pengembangan inovasi sektor perikanan, hingga optimalisasi restocking perairan umum daratan untuk menjaga keberlanjutan populasi ikan.
Tidak hanya fokus pada produksi, Pemkab Lamongan juga memberikan perhatian terhadap perlindungan sosial nelayan melalui fasilitasi program BPJS Ketenagakerjaan.
Langkah tersebut diharapkan mampu memberikan rasa aman bagi para pekerja sektor perikanan dalam menjalankan aktivitasnya.
“Ke depan kami juga terus mendorong peningkatan kualitas dan kuantitas hasil olahan perikanan agar memiliki nilai tambah ekonomi yang lebih tinggi, " tambahnya.
Termasuk menggalakkan praktik budidaya yang menerapkan prinsip berkelanjutan, seperti penggunaan pakan nabati alternatif yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Bupati yang akrab disapa Pak Yes itu menambahkan, sektor perikanan memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Karena itu, sinergi antara pemerintah, nelayan, pembudidaya, pelaku usaha, hingga masyarakat menjadi kunci penting dalam menjaga keberlanjutan sektor tersebut.