BANJARMASINPOST.CO.ID - Barito Putera U19 gagal berprestasi di kompetisi Elite Pro Academy (EPA) Liga 2 Pegadaian Championship 2026.
Tim asuhan pelatih Dedeyan Surdani itu tersingkir di penyisihan setelah hanya menempati posisi ketiga dari lima klub peserta.
Mereka di bawah Persiku Kudus U19 (poin (22) dan FC Bekasi City U19 (14) yang berhak melaju ke babak 8 besar.
Barito Putera junior hanya kumpulkan 10 poin dari 8 pertandingan di Grup B.
Hasil 3 kali menang, sekali imbang dan 4 kali tumbang. Memasukkan 16 gol dan kemasukan 16, sehingga selisih golnya 0.
Dari jumlah total 16 gol itu, 9 di antaranya dicetak Korneles Howay.
Baca juga: Korneles Howay Top Scorer Liga 2 U19, Bintang Barito Putera Junior Diincar Persipura dan PSS Sleman
Tak hanya jago bobol gawang lawan, penyerang berusia 18 tahun itu juga sumbangkan 3 assists atau umpan berbuah gol.
Dalam 8 pertandingan, dia melepaskan 30 tembakan yang 24 di antaranya tetap sasaran.
Catatan apik itu membuat Korneles Howay dirumorkan akan naik level ke tim utama Barito Putera untuk arungi kompetisi Liga 2 musim 2026-2027 mendatang.
Barito Putera Tidak Ingin kehilangan Salah Satu Talenta Terbaik nya Yakni Korneles Howay Yang Tampil Cemerlang Bersama Tim Junior U-19 pada Epa Pegadaian Championship bulan lalu.
Terbaru Manajemen Laskar Antasari di Sebut Sudah Menyiapkan Kontrak Untuk Sang Pemain Guna mengarungi Kompetisi Pegadaian Championship musim depan.
Begitu unggahan akun Instagram @tentang_barito pada Rabu (20/5/2026) malam.
Baca juga: Barito Putera U19 Ngamuk, Menang 5-0 Atas Persipal FC, Korneles Borong Empat Gol Pimpin Top Scorer
Tak lama, sejumlah pengikut yang merupakan suporter Barito Putera, beri reaksi di kolom komentar.
Ada yang mendukung, ada pula yang kurang setuju.
Yang pro dan kontra masing-masing punya pertimbangan. Berikut di antaranya.
“Yaa cukup menonjol sih dan free kicknya oke sebagai set piece taker,” ujar akun @fuadihaitamy.
“Truss semangat kawan jangan kasih kendor,” timpal akun @kitasmanja.
Namun di sisi lain, ada juga merasa ragu dan khawatir.
“Jangan gin mun kawa kd di beri menit bermain jua di barito kya yg ada”kena.
Cari di lain ja demi menit bermain talenta muda harus di kembangkan tarus,” saran akun @danielldan_.
“Apakah bisa d pakai??, kabiasaanya jadi camat kd dmainkan pelatih,” ujar akun @
fahrurrajii._.
Camat yang dia maksud adalah singkatan cadangan mati atau terus menerus jadi pemain cadangan.
“Biasa nya jadi pemanis latihan aja...,” kata akun @muhammad810963.
“paling jadi penghangat bangku cadangan , iqbal yg label timnas aja balawasan jadi cadangan,” timpal akun @slvioescobar.
Iqbal dimaksud adalah Muhammad Iqbal Gwijangge (19). Saat ini dia merupakan bagian dari Timnas Indonesia U-20.
Dia sebelumnya jadi andalan sekaligus kapten untuk Timnas Indonesia U-16 dan U-17, serta bermain untuk Timnas Indonesia U-19.
Bek tengah andalan klub Barito Putera ini dikenal sebagai pemain bertahan yang tangguh.
Tapi pada pada Liga 2 Championship 2025-2026, Iqbal hanya dimainkan pelatih Stefano Cugurra alias Teco pada 4 pertandingan dari 27 laga Barito Putera.
(Banjarmasinpost.co.id/Mulyadi Danu Saputra)