Sosok dan Kiprah Herman Budianto, Aktivis Kemanusiaan dari Ponorogo yang Disandera Israel
Torik Aqua May 21, 2026 04:14 PM

 

TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Sosok dan kiprah aktivis kemanusiaan, Herman Budianto yang kini disandera Israel saat mengikuti misi kemanusiaan Palestina.

Herman Budianto menjadi satu dari 9 Warga Negara Indonesia (WNI) dikabarkan disandera.

Herman Budianto merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) asal Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Ia tepatnya berasal dari Jalan Cindewilis, Kelurahan Kertosari, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo, Jatim.

Baca juga: Herman Budianto, Aktivis Asal Ponorogo Disandera Israel di Jalur Gaza, Keluarga Kuak Kondisinya

Berdasarkan pantauan dari TribunJatim.com, Rumah keprabon (asal) Herman Budianto saat ini ditinggali oleh adik korban, Diah Puspasari (48).

Ditemui oleh TribunJatim.com di rumahnya, Diah tak kuasa menahan tangisnya.

“Saya cuma ingin mas kembali dengan sehat. Terakhir melakukan komunikasi tanggal 19 Mei. Itupun melalui live streaming yang dilakukan Mas Herman sesaat sebelum ditangkap,” ungkap Diah Puspasari, Kamis (21/5/2026).

Dia menjelaskan, Herman Budianto berangkat dengan misi kemanusiaan pada 21 April 2026. Diah menyatakan Herman Budianto tidak pernah pamit secara pribadi.

“Pamitnya ke grup keluarga. Ya saya sih iya saja. Karena memang sudah dua atau tiga kali ini Mas Herman ke Palestina. Tapi tidak rombongan yang sekarang,” imbuhnya.

Rupanya, jelas dia, Herman Budianto tak hanya berangkat dengan 8 WNI lain, namun juga dengan lainnya. Herman Budianto berangkat dari Turki bersama rombongan internasional menuju wilayah konflik.

Keluarga pun semakin cemas setelah beredar video yang memperlihatkan dugaan penyiksaan terhadap para tawanan.

“Kalau terakhir, komunikasi tanggal 19-20 Mei. Karena beliau sering keluar negeri ya biasa kayak gitu, ternyata kita kaget berangkat dari Turki baru tahu ikut rombongan itu,” urainya.

Dia menyatakan, Herman Budianto sempat live Instagram. Diah pun sempat melihatnya. Namun, saat live itu suara Herman Budianto tidak jelas.

“Sempat live di Instagram, tapi kemarin itu tidak ada suaranya. Sebelumnya sudah ada kalau ada pengejaran, kadang live dia posting,” pungkasnya.

Diketahui, video Herman Budianto saat penangkapan dirinya telah tersebar di berbagai media sosial. Video yang tersebar berdurasi 39 detik.

“Assalamualaikum

Saya Herman Budianto dari Indonesia.

Apabila melihat video ini berarti saya sudah ditangkap IOF.

Kami adalah tim kemanusiaan dari Indonesia dan menembus blokade.

Bertujuan menyampaikan kedamaian, bantuan berupa obat, makanan, dll.

Untuk itu kami meminta pemerintah Indonesia dll membantu membebaskan kami dari tangkapan sergapan,” sebut Herman.

Diketahui, sembilan WNI yang terdiri dari empat jurnalis dan lima aktivis dilaporkan ditangkap tentara Israel saat mengikuti misi pelayaran kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0.

Berdasarkan informasi yang beredar, para WNI sempat mengirimkan pesan darurat berupa video yang menyatakan mereka telah ditangkap.

Lima WNI yakni Andi, Rahendro, Andre, Thoudy, dan Abeng lebih dulu ditangkap pada Senin (18/5/2026).

Kemudian Herman dan Ronggo yang sebelumnya mengaku lolos dari pengejaran juga akhirnya ditangkap pada Selasa (19/5/2026) waktu setempat.

Beberapa jam setelahnya, Asad dan Hendro turut mengunggah pesan darurat yang mengabarkan mereka telah ditahan oleh tentara Israel. (Pramita Kusumaningrum)

Sosok Herman Budianto

Herman Budianto merupakan aktivis kemanusiaan asal Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur.

Ia berasal dari Jalan Cindewilis, Kelurahan Kertosari, Kecamatan Babadan, Ponorogo.

Dalam kesehariannya, Herman dikenal aktif mengikuti misi kemanusiaan internasional, khususnya yang berkaitan dengan bantuan untuk Palestina.

Sepak Terjang Herman Budianto

Aktif dalam kegiatan kemanusiaan internasional untuk Palestina.

Sudah beberapa kali berangkat ke wilayah konflik Timur Tengah.

Terlibat dalam pengiriman bantuan kemanusiaan berupa obat-obatan dan logistik.

Bergabung bersama relawan internasional dalam misi solidaritas kemanusiaan.

Kerap membagikan aktivitas perjuangan kemanusiaannya melalui media sosial.

Dikenal keluarga sebagai sosok yang memiliki kepedulian tinggi terhadap isu kemanusiaan dan konflik Palestina.

Dikenal Lewat Aktivitas Sosial

Menurut keluarga, Herman sudah dua hingga tiga kali mengikuti perjalanan kemanusiaan ke Palestina sebelum misi terakhir yang menjadi perhatian publik.

Ia juga disebut sering berkomunikasi dan memperlihatkan aktivitas sosialnya kepada keluarga melalui media sosial maupun siaran langsung saat berada di luar negeri.

Disandera Israel

Misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) dicegat oleh tentara Israel.

Dalam misi tersebut, dua Warga Negara Indonesia (WNI) yang tergabung turut dicegat.

Insiden tersebut terjadi saat kapal yang mereka tumpangi berlayar menuju Gaza, Palestina, dalam upaya menyalurkan bantuan kemanusiaan.

Mengutip informasi resmi Global Sumud Flotilla pada Selasa (19/05/2026), sedikitnya lima WNI berada di kapal yang telah diintersepsi.

Mereka terdiri atas jurnalis dari berbagai media nasional, serta aktivis kemanusiaan yang ikut dalam misi solidaritas internasional tersebut.

Baca juga: Hamas Bela WNI yang Ditangkap Israel dalam Misi Global Sumud Flotilla: Terorisme Negara

Apa itu Global Sumud Flotilla?

Dikutip dari kompas.tv, Global Sumud Flotilla adalah armada kemanusiaan internasional yang bersifat terkoordinasi dan non-kekerasan. 

Armada ini umumnya terdiri kapal-kapal kecil yang berangkat dari berbagai pelabuhan di kawasan Mediterania dengan tujuan utama menuju Gaza.

Gerakan ini lahir sebagai bagian dari inisiatif maritim global untuk menembus blokade Israel di Gaza.

Tujuan utama misi ini adalah mengirimkan bantuan bagi warga sipil yang terdampak krisis berkepanjangan. 

Kehadiran misi ini juga menjadi simbol solidaritas internasional terhadap Palestina.

Global Sumud Flotilla merupakan kolaborasi berbagai jaringan dan koalisi internasional, termasuk kelompok yang sebelumnya terlibat misi serupa seperti Armada Sumud Maghreb, Freedom Flotilla Coalition, dan gerakan Global March to Gaza.

Partisipasi dalam armada ini datang dari berbagai latar belakang, mulai dari jurnalis, aktivis, relawan kemanusiaan, hingga masyarakat sipil dari berbagai negara.

Menariknya, gerakan ini tidak berafiliasi dengan pemerintah atau partai politik mana pun, sehingga menegaskan posisinya sebagai inisiatif independen berbasis solidaritas rakyat.

Global Sumud Flotilla disebut sebagai salah satu misi maritim sipil terbesar dalam upaya menembus blokade Gaza.

Mengutip laman resminya, ada 44 negara yang telah berkomitmen ikut serta dalam pelayaran ini.

Negara-negara tersebut berasal dari enam benua, termasuk Australia, Brasil, Afrika Selatan, serta berbagai negara di Eropa dan kawasan lainnya.

Keterlibatan lintas negara ini menunjukkan besarnya perhatian masyarakat global terhadap kondisi kemanusiaan di Gaza.

Baca juga: Tiga Jurnalis Indonesia Ikut Ditahan saat Israel Bajak 11 Kapal Kemanusiaan

Tujuan Global Sumud Flotilla

Pada 2026, Global Sumud Flotilla membawa sejumlah misi utama yang saling berkaitan, di antaranya:

1. Membantu Memecahkan Pengepungan

GSF berupaya menghadapi langsung blokade Gaza dengan menegaskan hak rakyat Palestina untuk mengakses wilayah laut mereka dan terhubung dengan dunia luar.

2. Memberikan Bantuan Penyelamat Jiwa

Armada ini membawa bantuan kemanusiaan dalam skala besar seperti makanan, susu formula bayi, obat-obatan, hingga perlengkapan pendidikan.

3. Membangun Koridor Laut Rakyat

GSF berupaya menciptakan jalur maritim sipil menuju Gaza agar distribusi bantuan dapat dilakukan secara berkelanjutan tanpa hambatan.

4. Mendukung Rekonstruksi

Selain bantuan darurat, misi ini juga mencakup dukungan awal untuk pembangunan kembali rumah, sekolah, dan fasilitas kesehatan yang rusak.

5. Mengungkap Keterlibatan Global

GSF berupaya meningkatkan kesadaran internasional terkait pihak-pihak yang dinilai berkontribusi terhadap berlangsungnya blokade. 

6. Mendorong Aksi Global Berbasis Rakyat

Armada ini diharapkan menjadi pemicu gerakan solidaritas global yang lebih luas, baik melalui aksi di darat maupun di laut.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.