Ketimbang Ngurus MBG, UAD Yogyakarta Pilih Fokus Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Joko Widiyarso May 21, 2026 04:14 PM

 


TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Menteri Pendidikan Tinggi Riset dan Teknologi, Brian Yuliarto, mengungkapkan bahwa kampus harus terlibat secara aktif dalam jalannya program pemerintah.

Satu di antaranya adalah mendukung pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG dalam proyek Makan Bergizi Gratis (MBG) di perguruan tinggi.

Menanggapi hal tersebut, Rektor Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta Prof. Muchlas, mengungkapkan bahwa saat ini perguruan tinggi yang dipimpinnya fokus pada ranah Tri Dharma Perguruan Tinggi.

“Tridarma merupakan bagian penting dari perguruan tinggi. Oleh karenanya fokus kami saat ini meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya, Kamis (21/5/2026).

Dia menjelaskan UAD memiliki perhatian lebih pada gizi dan kesehatan untuk masyarakat.

Hal tersebut diimplementasikan melalui berbagai penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan dosen dan mahasiswa. 

Penelitian dan pengabdian terkait gizi, kesehatan, dan inovasi makanan banyak diinisiasi dari Prodi Teknologi Pangan, Prodi Gizi, dan Prodi Bisnis Jasa Makanan.

“Hasil dari penelitian dosen dan mahasiswa diimplementasikan melalui berbagai kegiatan seperti pelatihan, sosialisasi, sampai ke program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Salah satu yang mendapat perhatian lebih adalah olahan makanan berbahan pangan lokal untuk pencegahan stunting yang dilakukan di Gunungkidul dan Kulon Progo,” jelasnya.

Aktif dampingi UMKM 

Selain itu, Muchlas menambahkan bahwa UAD melalui Ahmad Dahlan Halal Center (ADHC) juga aktif melakukan pendampingan kepada UMKM untuk memperoleh sertifikat Halal. 

Pendampingan tersebut bertujuan agar UMKM memiliki bukti legalitas dan juga menjamin keamanan serta kehigienisan produk.

Perlu diketahui, ADHC menerima penghargaan dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) RI atas capaiannya sebagai Best Halal Inovation on Academic Achievement. 

UAD menjadi satu-satunya perguruan tinggi yang memperoleh penghargaan ini dalam acara Indonesia Halal Industri Award (IHYA) 2024.

“Dengan demikian, peran UAD tetap linier dengan tridarma perguruan tinggi. Dengan berbagai inovasi makanan, kesehatan makanan, gizi, sampai ke ranah halal,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa saat ini perguruan tinggi memiliki tugas untuk meningkatkan kualitas penelitian dan pengabdian serta memperkuat ekosistem akademik. 

Di sisi lain, di era yang penuh perubahan dan perkembangan teknologi perguruan tinggi juga harus terus berinovasi.
 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.