Bentrok Mahasiswa Berujung Pembakaran Gedung Pertanian USK, Polisi Selidiki Motif
Amirullah May 21, 2026 04:25 PM

Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Indra Wijaya | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Polisi masih menyelidiki motif di balik terbakarnya Gedung Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (USK), Kamis (21/5/2026) dini hari.

Selain gedung fakultas, pos satpam serta sejumlah kendaraan di kawasan kampus tersebut juga ikut terbakar. Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Andi Kirana melalui Kasi Humas Polresta Banda Aceh, Iptu Eddy Musfikar, mengatakan pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan terkait insiden tersebut.

“Kami sedang melakukan penyelidikan terkait terbakarnya Gedung Fakultas Pertanian USK, pos satpam, dan sepeda motor yang terparkir di area tersebut,” ujar Iptu Eddy.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, sebelum kebakaran terjadi sempat berlangsung keributan antar mahasiswa yang diduga berasal dari Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknik.

“Dua kelompok mahasiswa yang diduga dari Fakultas Pertanian dan Teknik dalam dua hari lalu terjadi keributan. Kemudian keributan berlanjut beberapa jam sebelum terbakarnya area tersebut,” katanya.

Keributan tersebut disebut berujung pada aksi pengrusakan fasilitas kampus dengan cara melempar kaca gedung dan fasilitas ruangan lainnya. Selain itu, polisi juga menemukan dua mahasiswa Fakultas Teknik mengalami luka-luka dan harus menjalani perawatan.

Baca juga: Diduga Bentrok Antarmahasiswa, Gedung Fakultas Pertanian USK Terbakar

Baca juga: Harga TBS Sawit Ambruk di Petani Aceh Singkil Jelang Idul Adha, Ini Datanya

Mengetahui adanya mahasiswa yang terluka, sejumlah mahasiswa Fakultas Teknik diduga melakukan aksi balasan ke Fakultas Pertanian dengan pelemparan batu dan membawa bom molotov.

“Aksi tersebut mengakibatkan kerusakan di Fakultas Pertanian dan laboratorium,” tambahnya.

Akibat kejadian itu, tiga unit sepeda motor dan satu unit mobil turut terbakar. Api kemudian berhasil dipadamkan oleh petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Banda Aceh bersama BPBD Aceh Besar.

“Kasus ini tetap kami tindak lanjuti guna mengungkap aktor pelaku yang mengakibatkan rusaknya fasilitas pendidikan,” pungkas Iptu Eddy.

Sementara itu, Unit Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Satreskrim Polresta Banda Aceh turut melakukan tindakan pertama di tempat kejadian perkara (TPTKP) pascakejadian.

Kasatreskrim Polresta Banda Aceh, Kompol Miftahuda Dizha Fezuono, mengatakan olah TKP dilakukan untuk mengumpulkan dan mendokumentasikan barang bukti yang ditemukan di lokasi.

“Saat ini kami sedang melakukan olah TKP guna mengetahui sumber awal api yang membakar Gedung Fakultas Pertanian, sepeda motor, dan pos pengamanan USK,” ujarnya.

Pihak kepolisian juga meminta masyarakat yang mengetahui pelaku ataupun informasi terkait kejadian tersebut agar segera melapor.

Baca juga: Gedung Fakultas Pertanian USK Terbakar Usai Kerusuhan, Rektor Ajak Jaga Kondusivitas Kampus

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.