Jatim Bergerak Serempak, Khofifah Kawal Sensus Ekonomi 2026 untuk Data Lebih Akurat
Wiwit Purwanto May 21, 2026 05:32 PM

 

SURYA.CO.ID SURABAYA - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan seluruh elemen masyarakat siap menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 yang digelar BPS untuk menghasilkan data akurat, mutakhir, dan menjadi dasar kebijakan pembangunan daerah.

Tekankan Pentingnya Data Akurat  Pembangunan Jatim

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan kesiapan daerahnya dalam menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 yang akan dilaksanakan Badan Pusat Statistik (BPS) pada 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.

Hal itu disampaikannya usai menerima Plt Kepala BPS Jatim Herum Fajarwati di Gedung Negara Grahadi, Kamis (21/5/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Khofifah menekankan bahwa sensus ekonomi menjadi instrumen penting dalam menyediakan data perekonomian yang akurat, mutakhir, dan menyeluruh sebagai dasar arah kebijakan pembangunan Jawa Timur.

Baca juga: Sensus Ekonomi 2026 Digelar, Pemkab Sidoarjo Andalkan Data Akurat untuk Kebijakan Tepat 

Ia menyebut pelaksanaannya akan melibatkan lebih dari 41 ribu petugas di seluruh wilayah Jatim dengan sistem pendataan ganda.

"Beliau menjelaskan sangat detail tadi kaitan dengan sensus ekonomi yang Insya Allah akan dimulai tanggal 15 Juni sampai dengan Agustus 2026 untuk door-to-door. Yang generic link sudah dimulai. Jadi dual system, ada yang dilakukan secara online mandiri dan ada yang dilakukan secara door-to-door,” tegas Khofifah.

Peran Strategis Sensus Ekonomi dan Dukungan Masyarakat

Menurut Khofifah, hasil sensus akan menjadi landasan penting dalam memetakan potensi ekonomi, mengidentifikasi tantangan, hingga menyusun program strategis seperti penguatan UMKM, peningkatan investasi, dan penciptaan lapangan kerja di Jawa Timur.

“Data akurat dan mutakhir menjadi penunjuk dan pemandu arah kebijakan maupun pembangunan Jawa Timur,” imbuhnya.

Ia juga menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menyukseskan sensus yang hanya dilakukan setiap 10 tahun sekali, sehingga kualitas data sangat bergantung pada keterlibatan publik.

Baca juga: Sensus Ekonomi 2026 di Jawa Timur Dimulai 1 Mei, BPS Jatim Sasar 17 Sektor hingga Bisnis Online

“Pembahasan sensus ekonomi yang dilakukan BPS sangat penting karena dilakukan 10 tahun sekali. Maka, partisipasi masyarakat sangat menentukan kualitas data yang dihasilkan. Kami berharap seluruh elemen masyarakat mendukung pelaksanaan sensus ekonomi demi pembangunan Jawa Timur yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan,” pungkas Khofifah.

Sementara itu, Plt BPS Jatim Herum Fajarwati menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan pendataan ekonomi terbesar di Indonesia yang mencakup seluruh sektor, termasuk pertanian yang baru dimasukkan dalam cakupan tahun ini.

Ia menegaskan dukungan pemerintah daerah menjadi kunci keberhasilan pelaksanaan sensus di Jawa Timur.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.