Hotel Tugu Sajikan Pengalaman Budaya Eksklusif Panen Kopi di Lereng Gunung Kelud
Alga W May 21, 2026 06:14 PM

Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Melia Luthfi Husnika

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Musim panen kopi di lereng Gunung Kelud kembali menjadi daya tarik wisata budaya yang diangkat oleh Hotel Tugu Malang dan Hotel Tugu Blitar melalui program The Mantenan Coffee Ceremony at Kawisari Plantation.

Program yang berlangsung mulai Mei hingga Agustus 2026 tersebut menawarkan pengalaman menikmati tradisi panen kopi di kawasan Perkebunan Kopi Kawisari, salah satu perkebunan kopi tertua di Jawa Timur yang masih mempertahankan tradisi turun-temurun.

Baca juga: Di Tengah Naiknya Biaya Produksi, MBG Dongkrak Permintaan Ikan Lele di Jombang

Di tengah udara sejuk pegunungan dan hamparan hijau perkebunan kopi, para tamu diajak menyelami kehidupan masyarakat perkebunan sekaligus memahami bagaimana kopi memiliki nilai budaya yang kuat dalam tradisi Jawa. 

Pengalaman tersebut dirancang tidak sekadar menjadi wisata, tetapi juga perjalanan budaya yang mempertemukan tamu dengan sejarah panjang kopi di kawasan lereng Gunung Kelud.

Sebagai salah satu signature cultural journey milik Hotel Tugu Malang, rangkaian kegiatan yang ditawarkan meliputi memetik kopi langsung dari pohonnya, mengikuti cupping experience, hingga menyaksikan ritual budaya yang telah berlangsung selama ratusan tahun.

Suasana desa perkebunan yang tenang, interaksi dengan warga lokal, serta aroma kopi segar menjadi bagian dari pengalaman yang ingin dihadirkan kepada para tamu.

Media Relations Hotel Tugu Malang, Budi Sesario mengatakan, pihaknya ingin menghadirkan pengalaman menikmati kopi yang lebih dekat dengan akar budaya masyarakat perkebunan. 

"Kami ingin mengajak para tamu merasakan kopi dengan cara yang lebih personal dan penuh cerita," katanya, Kamis (21/5/2026).

Menurut Budi, kopi bukan hanya sekadar minuman, melainkan bagian dari perjalanan hidup masyarakat perkebunan yang diwariskan lintas generasi. 

"Bagi kami, kopi bukan hanya tentang rasa, tetapi juga tentang tradisi, perjalanan hidup masyarakat perkebunan, dan budaya Jawa yang tetap hidup hingga hari ini," terangnya.

Ia menambahkan, setiap musim panen selalu menghadirkan suasana berbeda yang memberikan pengalaman khas bagi para pengunjung. 

"Setiap musim panen selalu memiliki suasana yang berbeda dan selalu menghadirkan pengalaman yang hangat serta berkesan," jelasnya.

Salah satu agenda utama dalam program tersebut ialah Upacara Mantenan Kopi Sri Gondel & Joko Gondel.

Ritual tradisional yang diwariskan sejak tahun 1870 tersebut menjadi simbol rasa syukur masyarakat atas datangnya musim panen kopi. 

Dalam prosesi tersebut, buah kopi terbaik dari Perkebunan Kawisari dan Sengon diarak layaknya pengantin dalam iringan tarian tradisional serta hasil bumi masyarakat setempat.

Tradisi mantenan kopi tersebut menjadi simbol kesuburan, keharmonisan, dan harapan akan hasil panen melimpah bagi masyarakat sekitar perkebunan.

Nuansa adat Jawa yang kental menjadikan ritual ini bukan hanya atraksi wisata, tetapi juga bagian dari pelestarian budaya lokal yang masih bertahan hingga sekarang.

Puncak acara dijadwalkan berlangsung pada 30 Mei 2026 melalui Tugu Kawisari Coffee Harvest Ceremony.

Dalam kegiatan itu, para tamu akan diajak mengikuti ritual panen kopi, selamatan, hingga menikmati perjalanan rasa kopi khas Kawisari dalam suasana pegunungan yang tenang dan sarat nuansa spiritual.

Pengalaman budaya tersebut ditawarkan dengan harga mulai IDR388.000 nett per orang atau IDR688.000 nett untuk dua orang.

Harga sudah termasuk ritual panen, selamatan, dan 250 gram kopi pilihan Kawisari. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.