Desa Jalatrang Wakili Kecamatan Cipaku di Lomba Berseka Ciamis
ferri amiril May 21, 2026 05:35 PM

 

Laporan Wartawan TribunPriangan.com, Ai Sani Nuraini

TRIBUNPRIANGAN.COM, CIAMIS – Desa Jalatrang, Kecamatan Cipaku, menjadi salah satu wakil Kecamatan Cipaku dalam ajang Lomba Berseka (Bersih-Bersih Sekecamatan) tingkat Kabupaten Ciamis tahun 2026. 

Desa Jalatrang dan Desa Selamanik dipercaya maju mewakili kecamatan setelah dinilai memiliki konsistensi dalam menjaga kebersihan lingkungan dan pengelolaan kawasan berbasis masyarakat.

Tim penilai dari Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Ciamis melakukan peninjauan lapangan dan penilaian ke Desa Jalatrang, Kamis (21/5/2026). 

Kedatangan tim disambut jajaran pemerintah desa, unsur Forkopimcam, tokoh masyarakat, serta aparat keamanan setempat.

Dalam proses penilaian tersebut, tim melakukan penilaian hingga evaluasi terhadap sejumlah aspek, mulai dari kebersihan lingkungan kantor desa, pengelolaan sampah dan limbah, sistem penataan permukiman, hingga inovasi lingkungan yang dijalankan masyarakat.

Baca juga: Buka Lomba Ekspose 10 Program PKK, Herdiat Tekankan Peran Strategis Kader di Masyarakat

Kepala Desa Jalatrang, Dadi Haryadi yang akrab disapa Asdad, mengatakan keikutsertaan desa yang dipimpinnya dalam Lomba Berseka menjadi momentum evaluasi terhadap program-program lingkungan yang selama ini dijalankan bersama masyarakat.

Menurutnya, tim penilai terlebih dahulu disambut di Aula Desa Jalatrang sebelum diajak meninjau sejumlah lokasi unggulan.

“Setelah peninjauan area kantor desa, kami mengajak tim melihat langsung Taman Kampung Iklim di Dusun Babakan yang menjadi salah satu program unggulan pengelolaan lingkungan di Desa Jalatrang,” ujarnya.

Asdad menjelaskan, Kampung Iklim di Dusun Babakan dibangun dengan fokus pada pelestarian lingkungan melalui gerakan penghijauan, menjaga area resapan air, serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan.


Program tersebut diperkuat dengan inovasi ARJUNA (Aksi Reboisasi Jalatrang untuk Mencegah Bencana) yang didukung kelompok perempuan peduli lingkungan bernama SRIKANDI (Serikat Perempuan Pelindung Bumi).

Tak hanya itu, tim penilai juga meninjau Bank Sampah Unit Jalatrang Berseka untuk melihat sistem administrasi, pengelolaan hingga pemilahan sampah yang diterapkan masyarakat.

Asdad menyebut, tahun ini menjadi pengalaman perdana Desa Jalatrang mengikuti Lomba Berseka tingkat Kabupaten Ciamis.

“Masukan dari tim penilai akan menjadi bahan evaluasi kami untuk memperbaiki berbagai kekurangan. Tujuan akhirnya tentu untuk kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Desa Jalatrang sendiri telah mendapatkan beberapa penghargaan yang luar biasa, salah satunya di tahun ini menjadi kampung keluarga berkualitas di tahun 2026.

"Selaik itu, hari kemarin kita mengikuti lomba perpustakaan desa tingkat kabupaten, kemarin sudah masuk nominasi 6 besar di recheking oleh tim penilai kabupaten dan sekarang kami tengah mengikuti lomba di bidang lingkungan," tambahnya.

Sementara di tahun 2025, prestasi Desa Jalatrang sampai ke tingkat nasional yaitu menjadi juara 1 lomba pekarangan pangan bergizi dan mendapatkan award dari Mabes Polri.

Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Cipaku, Sri Mulya Yuani, mengaku optimistis terhadap peluang dua desa delegasi dari Kecamatan Cipaku dalam kompetisi tersebut.

Menurutnya, Desa Jalatrang dan Desa Selamanik dipilih bukan tanpa alasan, melainkan berdasarkan kebiasaan masyarakat yang konsisten menjaga kebersihan lingkungan.

“Dua desa terbaik kami ikutsertakan. Kami optimistis bisa meraih hasil maksimal pada Lomba Berseka tingkat Kabupaten Ciamis,” ujarnya.

Sri menilai salah satu keunggulan Desa Jalatrang terletak pada inovasi pengelolaan sampah yang tak hanya berorientasi pada kebersihan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi.

Sampah anorganik dikelola melalui bank sampah dan diolah menjadi produk bernilai guna, sementara sampah organik dimanfaatkan warga menjadi pupuk cair yang kembali digunakan untuk mendukung penghijauan lingkungan.

Ia menambahkan, budaya gotong royong masyarakat yang telah tumbuh selama ini menjadi modal utama bagi Kecamatan Cipaku dalam menghadapi penilaian lomba tersebut.(*)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.