- Viral video yang memperlihatkan aktivis Global Sumud Flotilla yang dipaksa sujud dengan tangan terikat.
Video itu diunggah oleh Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir di X pada (20/5/2026) waktu setempat, dengan caption "Selamat Datang di Israel".
Mengutip Palestine Chronicle pada (21/5), video itu viral di media sosial.
Menunjukkan puluhan aktivis yang ditahan berlutut dengan tangan terikat di atas kapal militer Israel.
Sementara, lagu kebangsaan Israel diputar di latar belakang.
Cuplikan video menunjukkan Ben-Gvir berjalan melewati lokasi kejadian sambil membawa bendera Israel.
Pada satu momen, seorang aktivis yang ditahan meneriakkan 'Bebaskan Palestina' sebelum didorong ke tanah, dipaksa bersujud oleh petugas keamanan.
Lantas, video yang beredar luas itu memicu kritik dan protes diplomatik dan kritik dari dalam Israel sendiri bahkan global.
Trmasuk, Italia.
Italia mengecam keras perlakuan Israel tersebut, di mana Perdana Menteri Giorgia Meloni menyebutnya "tidak dapat diterima".
Italia menuntut penjelasan, permintaan maaf, serta pembebasan segera warganya yang ditahan.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Prancis, Jean-Noël Barrot, memanggil duta besar Israel dan mengecam perilaku Ben-Gvir sebagai tindakan yang "tidak dapat diterima".
Sembari mencatat bahwa kritik tersebut juga datang dari internal pemerintahan Israel sendiri.
Satu di antara kritik datang dari Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
Netanyahu mengkritik penanganan Ben-Gvir terhadap para aktivis yang ditahan.
Mengklaim bahwa ia telah menginstruksikan pihak berwenang untuk mendeportasi para peserta dengan cepat.
Kemudian, Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar juga menyampaikan kritik.
Di mana, Saar menulis bahwa Ben-Gvir telah dengan sengaja menyebabkan kerugian bagi negara mereka dalam pertunjukan yang memalukan tersebut, dan itu bukan untuk pertama kalinya.
Ia juga menambahkan bahwa Ben-Gvir bukanlah wajah Israel.
“Anda dengan sengaja menyebabkan kerugian bagi negara kami dalam pertunjukan yang memalukan ini — dan bukan untuk pertama kalinya,” tulis Saar, menambahkan bahwa Ben-Gvir “bukanlah wajah Israel.”
Sementara itu di sisi lainnya, Organisasi Hak Asasi Manusia Palestina "Adalah", mengutuk rekaman tersebut.
Menuduh Israel melakukan apa yang mereka sebut sebagai "kebijakan penghinaan dan pelecehan terhadap para aktivis solidaritas".
Hamas juga melontarkan seruan kepada komunitas internasional, Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan organisasi hak asasi manusia.
Terkhusus, untuk mendokumentasikan pelanggaran yang dilakukan terhadap para aktivis Freedom Flotilla, dan menuntut pembebasan mereka segera.
Menegaskan bahwa pihak Israel yang memikul tanggung jawab penuh atas keselamatan para aktivis yang berada di atas Armada Kebebasan.
Sementara itu Indonesia lewat Juru Bicara Kemlu, Yvonne Mewengkang juga mendesak agar Israel membebaskan seluruh awak kapal armada Global Sumud Flotilla yang ditahan.
"Indonesia mendesak Pemerintah Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan Internasional yang ditahan," imbuh Yvonne.
Ditekankan olehnya bahwa seluruh jalur diplomatik dan langkah kekonsuleran akan terus dimaksimalkan.
Terkhusus, guna memastikan pelindungan penuh bagi para WNI dan mereka dapat kembali dengan selamat.
"Seluruh jalur diplomatik dan langkah kekonsuleran akan terus dimaksimalkan guna memastikan pelindungan penuh bagi para WNI dan mereka dapat kembali dengan selamat," katanya.