Identifikasi Truk Berbasis Kartu Tunggal, Pelindo Tanjungpandan Implementasi STID dan Simon TKBM
Rusaidah May 21, 2026 06:24 PM

POSBELITUNG.CO, BELITUNG -- PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Tanjungpandan bersama Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Tanjungpandan, DPC ALFI/ILFA Tanjungpandan dan Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) menggelar kegiatan Go Live Implementasi Single Truck Identification Data (STID) dan Sistem Monitoring Tenaga Kerja Bongkar Muat (SIMON TKBM) pada Kamis (21/5/2026). 

STID dan SIMON TKBM sendiri dikembangkan oleh Pelindo Group dalam rangka Perningkatan Tata Kelola Logistik yang masuk dalam Program Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK).

“STID dan SIMON TKBM yang terintegrasi dengan INAPORTNET bukan hanya solusi digital. Tapi sebuah langkah nyata transformasi layanan pelabuhan yang mendukung efisiensi arus barang dan mencegah praktik pungli serta penerapan sistem ini bertujuan untuk mempermudah dan memperlancar kegiatan transportasi di pelabuhan,” ujar General Manager PT Pelindo Regional 2 Tanjungpandan Andi Oktavian Dwi Cahyo.

Ia menjelaskan STID merupakan sistem layanan digital berupa identifikasi truk berbasis kartu tunggal yang dikelola secara terpusat dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi dan keamanan proses bongkar muat di pelabuhan.

Sementara SIMON TKBM dirancang untuk mengoptimalkan manajemen Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM), mulai dari perencanaan, pendataan, pengaturan jadwal, hingga pembayaran, demi menciptakan ekosistem kerja yang lebih tertib, teratur dan adil.

Baca juga: Masuk Hari Kelima, Haris Pemancing Dendang Hilang Terus Dicari, Tim SAR Perluas Area hingga 98 NM⊃2;

Ia menambahkan implementasi ini juga sebagai bentuk komitmen PT Pelindo (Persero) Regional 2 Tanjungpandan bersama KSOP Kelas IV Tanjungpandan untuk mendukung upaya pencegahan korupsi melalui peningkatan transparansi.

Selain itu meningkatkan akuntabilitas tata kelola pemerintahan, serta sesuai dengan amanat Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK), upaya meningkatkan efisiensi, keamanan, dan transparansi operasional di lingkungan Pelabuhan Tanjungpandan. 

Dalam kesempatan tersebut, Kepala KSOP Kelas IV Tanjungpandan Bambang Chandra menilai dengan sistem ini, pengelolaan layanan kepelabuhanan menjadi lebih luas, tersentralisasi, dan transparan, yang pada akhirnya akan meningkatkan performa pelabuhan secara nasional.

Di sisi lain, implementasi dua sistem tersebut diharapkan mampu meningkatkan transparansi, efisiensi serta pengawasan terhadap aktivitas operasional di pelabuhan.

“Dengan diterapkannya STID dan SIMON TKBM ini, kami berharap tata kelola pelayanan di pelabuhan semakin baik, lebih transparan dan akuntabel. Ini juga menjadi bagian dari upaya mendukung program nasional pencegahan korupsi,” ujar Bambang Candra.

Baca juga: Nama PJU Polres Beltim Berganti Pimpinan, Kasat Reskrim hingga Kapolsek, Kapolres Pimpin Sertijab

Sementara itu, Ketua DPC ILFI/ILFA Belitung, Hendry Yapriadi menyambut baik implementasi STID dan SIMON TKBM di Pelabuhan Tanjungpandan.

Menurutnya, penerapan sistem digital tersebut akan membantu mempercepat proses pelayanan logistik sekaligus menciptakan tata kelola digitalisasi dan profesional.

“Kami dari pelaku usaha tentu mendukung langkah ini. Dengan sistem yang lebih modern dan transparan, aktivitas bongkar muat maupun keluar masuk kendaraan di pelabuhan akan lebih terdata dan efisien,” ujar Hendry.

Ia berharap implementasi sistem tersebut dapat berjalan optimal dan memberikan dampak positif terhadap kelancaran distribusi barang di Belitung.

Sehingga mampu mendukung pertumbuhan ekonomi dan aktivitas usaha di daerah. 

(Posbelitung.co/Dede Suhendar)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.