TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Panglima Kodam (Pangdam) XVIII/Kasuari, Mayjen TNI Christian Kurnianto Tehuteru, menutup pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 di Kampung Tanah Rubuh, Distrik Manokwari Utara, Kabupaten Manokwari, Rabu (21/5/2026).
Dalam amanatnya, Pangdam menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah atas dukungan program dan anggaran yang memungkinkan terlaksananya pembangunan di wilayah pedesaan.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat merupakan kunci utama dalam menghadirkan pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan warga.
“Kolaborasi ini adalah bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat melalui pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan,” ujar Christian.
Pangdam juga memberikan penghargaan kepada prajurit TNI, pemerintah daerah, mitra kerja, tokoh masyarakat, hingga insan pers yang turut mendukung suksesnya TMMD ke-128 di Papua Barat.
Baca juga: TMMD-128 Kodim 1801/Manokwari: Pengecoran Jalan di Kampung Tanah Rubuh Capai 62 Persen
Program TMMD yang berlangsung sejak 22 April hingga 21 Mei 2026 berhasil menyelesaikan sejumlah sasaran fisik maupun nonfisik di Kampung Tanah Rubuh dan sekitarnya.
Sasaran fisik meliputi pembangunan dan perbaikan infrastruktur kampung, fasilitas umum, program air bersih, rehabilitasi rumah tidak layak huni, sanitasi, serta kegiatan penghijauan dan ketahanan pangan.
Sementara kegiatan nonfisik mencakup penyuluhan, sosialisasi, dan pembekalan keterampilan bagi masyarakat.
Mayjen Christian menegaskan bahwa TMMD tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga bertujuan memperkuat kesejahteraan masyarakat, membuka akses wilayah, serta mempererat kemanunggalan TNI dengan rakyat.
“TMMD adalah wujud komitmen TNI untuk selalu hadir membantu mengatasi kesulitan rakyat serta mendukung percepatan pembangunan nasional dari desa,” katanya.
Menutup amanatnya, Pangdam mengajak masyarakat untuk menjaga semangat gotong royong dan merawat hasil pembangunan agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan bagi generasi mendatang.