Rupiah Melemah Jelang Iduladha, Pemkot Tangsel Khawatir Harga Pangan Ikut Melonjak
Abdul Rosid May 21, 2026 06:03 PM

Laporan Wartawan TribunBanten.com, Ade Feri Anggriawan

TRIBUNBANTEN.COM, TANGSEL - Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) mulai mewaspadai potensi lonjakan harga bahan pokok menjelang Hari Raya Iduladha 2026.

Kekhawatiran itu muncul di tengah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang pada Kamis (21/5/2026) berada di angka Rp17.648 per 1 dolar AS.

Kondisi tersebut dinilai dapat berdampak terhadap kenaikan harga sejumlah komoditas pangan di pasar tradisional, terutama menjelang meningkatnya permintaan masyarakat saat Iduladha.

Baca juga: Rupiah Melemah dan Bahan Baku Melonjak, Harga Ban Terancam Naik

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan mengatakan, pemerintah daerah kini mulai memperketat pengawasan terhadap pergerakan harga bahan pokok di pasaran.

Menurut Pilar, momentum menjelang hari raya merupakan periode rawan terjadinya kenaikan harga sekaligus gejolak inflasi daerah.

"Rapat Pengendalian Inflasi Daerah ini adalah upaya kita bersama untuk mengawasi pergerakan harga di pasar, terutama terkait ketersediaan dan harga bahan pokok menjelang Hari Raya Iduladha," ujar Pilar, saat diwawancarai di Gedung Puspemkot Tangsel, Kamis (21/5/2026).

Ia mengatakan, pemerintah daerah melibatkan berbagai unsur mulai dari instansi vertikal hingga Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) guna memastikan kondisi pasar tetap terkendali.

"Kita akan kontrol terus agar inflasi daerah tidak terus naik dan daya beli masyarakat bisa terkontrol dengan baik. Apalagi menjelang hari raya ini memang waktu-waktu yang rawan," katanya.

Pilar menambahkan, fluktuasi kurs rupiah yang tengah terjadi berpotensi memengaruhi harga komoditas tertentu, khususnya bahan pangan yang berkaitan dengan distribusi dan rantai pasok.

"Karena ini kan dengan nilai tukar rupiah juga (melemah), pasti ada pengaruh terhadap perubahan harga," ucap Pilar.

Meski demikian, Pilar mengklaim, sejauh ini distribusi barang dan harga bahan pokok di Tangsel masih dalam kondisi terkendali berdasarkan laporan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan.

Namun di sisi lain, ia mengakui pemerintah daerah tetap menyiapkan sejumlah langkah antisipasi apabila terjadi lonjakan harga mendekati hari raya.

"Apakah nanti perlu intervensi seperti pasar murah atau program-program lainnya, itu sedang dirumuskan," jelasnya.

Di akhir Pilar mengaku, pihaknya juga telah beberapa kali melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pasar tradisional untuk memantau langsung kondisi harga dan stok pangan.

"Sampai hari H nanti akan terus kita pantau. Insyaallah untuk ketersediaan pangan sampai saat ini masih aman dan terkendali," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.