Grand Final Honda Safety Generation 2026, Pelajar SMA Tampil Percaya Diri Edukasi Safety Riding
Siti Fatimah May 21, 2026 06:38 PM

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nappisah

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Grand final Honda Safety Generation 2026 menjadi panggung bagi pelajar SMA di Kota Bandung untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam kampanye keselamatan berkendara. 

Setelah menjalani rangkaian roadshow dan bootcamp, para finalis yang mengikuti lomba Skill Competetion diuji lewat kompetisi public speaking, cerdas cermat hingga simulasi berkendara di Honda Safety Riding, Rabu (20/5/2026). 

Puluhan peserta Honda Skill Competition tersebut diminta mempresentasikan materi safety riding di hadapan dewan juri yang terdiri dari Founder Berani Public Speaking Ale Aulia, Promotion Manager PT Daya Adicipta Motora Demmy Firmansyah, Safety Riding Manager PT Astra Honda Motor Daniel Aria, dan Founder Respiro Indonesia Arif Gampang Utomo.

Safety Riding Manager PT Astra Honda Motor, menilai kegiatan tersebut penting untuk mengenalkan budaya berkendara aman sejak usia sekolah.

HONDA SAFETY GNERATION - Keseruan finalis Skill Competetion dalam Honda Safety Generation 2026 di Honda Safety Riding, Rabu (20/5/2026).
HONDA SAFETY GNERATION - Keseruan finalis Skill Competetion dalam Honda Safety Generation 2026 di Honda Safety Riding, Rabu (20/5/2026). (Tribun Jabar/Nappisah)

Menurutnya, edukasi safety riding tidak harus menunggu seseorang memiliki SIM atau berusia di atas 17 tahun.

 Justru, para pelajar yang sudah memahami keselamatan berkendara sejak dini dapat menjadi contoh bagi lingkungan sekitarnya.

“Minimal ketika mereka sudah kenal safety riding, nanti saat punya SIM mereka bisa langsung implementasi. Bahkan sebelum itu pun mereka bisa ngajarin teman, orang tua, adik, atau kakaknya,” ujar Daniel, kepada Tribunjabar.id, Rabu (20/5/2026). 

Ia mengaku terkesan dengan cara para peserta menyampaikan materi saat sesi public speaking. 

Meski baru mengetahui topik presentasi sesaat sebelum tampil, para finalis dinilai mampu membawakan materi dengan santai dan tidak menggurui.

“Menariknya, mereka menyampaikan dari sudut pandang anak SMA sendiri. Jadi tidak kaku, enggak seperti instruktur yang sedang mengajari. Materinya lebih cair dan dekat dengan kehidupan sehari-hari mereka,” katanya.

Daniel menyebut banyak peserta tampil kreatif dengan mengambil contoh dari pengalaman sehari-hari, bukan sekadar hafalan materi.

 Hal itu membuat pesan safety riding lebih mudah diterima oleh sesama pelajar.

“Biasanya kalau soal safety riding orang suka merasa digurui. Tapi tadi tidak ada kesan seperti itu. Penyampaiannya smooth dan mengalir,” ucapnya.

Ia berharap edukasi keselamatan berkendara tidak hanya dipahami sebagai aturan, tetapi menjadi gaya hidup para pelajar.

“Challenge-nya bagaimana safety riding ini jadi lifestyle. Jadi sudah menjadi kebiasaan, bukan lagi sesuatu yang harus diingat-ingat,” katanya.

HONDA SAFETY GNERATION - Keseruan finalis Skill Competetion dalam Honda Safety Generation 2026 di Honda Safety Riding, Rabu (20/5/2026).
HONDA SAFETY GNERATION - Keseruan finalis Skill Competetion dalam Honda Safety Generation 2026 di Honda Safety Riding, Rabu (20/5/2026). (Tribun Jabar/Nappisah)

Sementara itu, Rafka Emirza Tazkiatul Haq, siswa SMA Negeri 13 Kota Bandung mengaku harus melewati berbagai tahapan kompetisi sejak pagi hingga sore hari.

“Hari ini saya mengikuti Honda Riding Trainer atau simulator berkendara di jalan raya, lalu lanjut ke tahap public speaking di depan juri,” ujar Rafka.

Ia mengaku merasakan campuran emosi selama grand final berlangsung. Rasa lega dan gugup datang silih berganti di setiap tahapan lomba.

“Perasaannya naik turun karena setelah selesai satu tahap harus lanjut tahap berikutnya lagi,” katanya.

Meski persiapannya terbilang singkat karena padat aktivitas sekolah, Rafka mengaku lebih memilih menerapkan langsung ilmu safety riding dalam kesehariannya dibanding sekadar menghafal materi.

“Saya lebih mempraktikkan langsung di jalan. Jadi itu yang bikin saya lebih tenang saat lomba,” ujarnya.

Rafka juga mengajak pelajar seusianya untuk ikut Honda Safety Generation pada tahun mendatang. 

Menurutnya, edukasi keselamatan berkendara penting karena banyak kecelakaan lalu lintas melibatkan usia produktif.

“Safety riding itu dimulai dari diri sendiri. Kita pakai motor bukan hanya sekadar bisa jalan, tapi juga harus pakai kepala dingin dan berpikir cerdas saat berkendara,” katanya. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.