Dongkrak Literasi Keuangan Gen Z, LPS Gelar Jogja Financial Festival 2026
Hari Susmayanti May 21, 2026 07:14 PM

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Suasana hangat dan kental dengan nuansa historis menyelimuti Restoran Omah Dhuwur, Kotagede, Yogyakarta pada Kamis (21/5/2026) siang. Di tempat ikonik ini, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menggelar acara silaturahmi sekaligus sharing session bersama awak media.

Sharing session ini merupakan rangkaian acara Jogja Financial Festival dan Jogja Run D-City 2026 yang digelar mulai Jumat (22/5/2026) hingga Minggu (24/5/2026). 

Ada yang berbeda dari pertemuan antara Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan para jurnalis di Yogyakarta kali ini. Mengambil tempat di Omah Dhuwur, Kotagede, sebuah kawasan yang sarat akan sejarah, LPS menggelar silaturahmi dan sharing session dengan konsep yang santai namun sarat akan misi penting: menyelamatkan generasi muda dari jebakan keuangan digital.

Acara ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan di LPS. Di antaranya Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS Farid Azhar Nasution, Plt. Direktur Eksekutif Kesekretariatan dan Hubungan Lembaga LPS K.M. Nuruddin, Direktur Eksekutif Sumber Daya Manusia dan Administrasi LPS Samsu Adi Nugroho.

Lalu ada Direktur Group Kesekretariatan Lembaga Damaiyanti Sakti Maharani serta Kepala Divisi Kehumasan
Rhein Valleno.

Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS, Farid Azhar Nasution menyebut, Jogja Financial Festival dan Jogja Run D-City 2026 digelar dengan tujuan utama untuk mendongkrak indeks literasi keuangan di Yogyakarta dan sekitarnya.

"Jogja ini kota pendidikan dan kota mahasiswa. Gen Z di sini menjadi tolok ukur literasi keuangan nasional. Ironisnya, saat ini di Indonesia ada sekitar 20 juta penduduk usia produktif yang belum terliterasi dengan baik. Dampaknya nyata, banyak dari mereka yang akhirnya terjerat pinjaman online (pinjol) ilegal hingga investasi bodong," ujar Farid.

Dalam kesempatan itu Farid mengakui LPS tidak bisa berjalan sendiri untuk memberikan literasi keuangan kepada masyarakat. Literasi keuangan ini akan mudah tersampaikan kepada masyarakat secara luas jika dilaksanakan dengan berkolaborasi bersama para pihak terkait.

Untuk itulah, dalam event ini, pihaknya menggandeng sejumlah pihak untuk turut serta melakukan edukasi langsung kepada masyarakat, terutama Gen Z. Di antaranya OJK, Bank Indonesia, Kementrian Keuanagan, Direksi Bank Milik Negara.

" Kami menggandeng seluruh pihak terkait untuk melaksanakan literasi keuangan ini,"ucapnya.

Baca juga: Perluas Literasi, LPS Dorong Generasi Muda Investasi Secara Aman

Karena yang menjadi sasaran utama literasi ini adalah Gen Z, kata Farid, event Jogja Financial Festival dan Jogja Run D-City 2026, dikemas berbeda dengan kegiatan-kegiatan sebelumnya.

LPS merancang rangkaian selama tiga hari berturut-turut yang mengawinkan unsur pariwisata, olahraga, hiburan, dan literasi. Salah satu agenda yang paling dinanti adalah Jogja Run the City, sebuah ajang olahraga lari yang sekaligus dirancang untuk menarik minat masyarakat luas.

Antusiasme warga Jogja untuk mengikuti rangkaian kegiatan Jogja Financial Festival 2026 sangat tinggi. Tercatat ada sekitar 14.000 peserta yang mendaftar untuk festival, dengan 4.900 peserta di antaranya siap meramaikan trek lari.

Farid menyebut, seluruh hasil penjualan tiket dari acara lari ini akan disumbangkan sepenuhnya untuk membantu pelajar dan mahasiswa yang membutuhkan di Yogyakarta.

" Hasil dari penjualan tiket ini akan kami sumbangkan seluruhnya untuk beasiswa pelajar dan mahasiswa di Yogyakarta dan sekitarnya,"imbuh Farid.

Sementara itu Direktur Eksekutif Hubungan Lembaga LPS, K.M. Nurudin, menjelaskan bahwa industri perbankan dan keuangan merupakan ujung tombak dalam pergerakan ini karena mereka yang bersentuhan langsung dengan konsumen.

"PR (Pekerjaan Rumah) utama kita adalah angka literasi keuangan itu masih jauh lebih kecil ketimbang angka inklusi. Teknologi dan kecepatan bertransaksi melesat sangat cepat. Banyak anak muda yang punya akses ke keuangan (inklusi), tapi tidak punya pemahaman (literasi)," kata Nurudin.

Data menunjukkan bahwa kelompok usia Gen Z, Post-Gen Z, dan Milenial mendominasi struktur demografi di Tanah Air saat ini. Menatap realita yang cukup memprihatinkan, ternyata sekitar 60 persen dari mereka yang meminjam di pinjol dan terjebak judi online (judol) adalah anak muda.

Banyak dari mereka memanfaatkan kemudahan akses uang tersebut bukan untuk produktivitas, melainkan demi gaya hidup konsumtif dan judol. Fenomena baru seperti aset kripto dan fintech (teknologi finansial) juga dinilai memerlukan pengawasan serta edukasi yang lebih masif.

Untuk itu, melalui ajang ini, pihaknya ingin memberikan literasi keuangan bagi masyarakat sehingga mereka tidak terjebak ke dalam hal-hal yang malah merugikan dirinya sendiri.

"Kita ingin menghadirkan edukasi dan hiburan yang tidak monoton. Kita manfaatkan kegiatan inti yang menyenangkan ini sebagai wadah literasi," imbuhnya.

Selain ajang lari, kemeriahan edukasi ini juga akan diguncang oleh panggung hiburan yang menghadirkan musisi-musisi papan atas tanah air, mulai dari Happy Asmara, Ndarboy Genk, hingga rocker legendaris Ari Lasso. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.