TRIBUN-TIMUR.COM — Kualitas dan fasilitas penunjang jalan Trans Sulawesi di poros Makassar – Pangkep, kembali jadi sorotan warga, pascarangkaian tujuh kecelakaan fatal, tiga bulan belakangan.
Dalam catatan Tribun, kecelakaan fatal ini terjadi di malam hari, di jalur minim penerangan jalan, dan tingkat kerusakan ruas jalan negara ini sudah diatas 15 persen.
Terakhir, kecelakaan maut di Kampung Japing-Japing, Desa Bontolangkasa, Kecamatan Minasatene, Pangkep, Rabu (20/5/2026) pukul 18.45 Wita, semalam.
Pasangan suami istri, warga Perumnas Sudiang Blok M Selayar, meninggal dunia setelah terlindas bus, di Km 48 Poros Makassar- Pangkep.
M Syahrul Dg Sese, supir truk asal Takalar, mengaku melihat motor matik pasutri ini terseret bus sleepers putih-pink sejauh 50 meter.
Istri, Mamanya Aqila, pembonceng meninggal di tempat kejadian perkara (TKP) di bahu timur separator jalan.
Sedangkan si suami, dilaporkan meninggal dunia sekitar pukul 11.21 Wita, di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Batara Siang, Pangkajene, sekitar 3,1 km selatan lokasi kecelakaan.
Hingga pukul 11.30 Wita, kedua jenazah sudah dievakuasi ke rumah duka di Makassar, sekitar 56 km dari Pangkep. Si pria di Jl Urip Sumiharjo I, Karuwisi, Makassar.
Sedangkan jenazah wanita disemayamkan di komplek perumnas Sudiang.
Irvan (41), warga Baring, Pangkajene, menyebut selain perilaku pengendara, rangkaian kecelakaan di malam hari, dipicu rendahnya mutu jalan dan minimnya penerangan jalan.
“Jalan poros Pangkep, mamang minim penerangan jalan. Kalau sudah jam 07.00 malam, sudah gelap sekali,” ujar pelaju Makassar – Pangkep , Kamis (21/5/2026) di laman facebook mengomentari kecelakaan di Japing-Japing.
Sri Irmawati (31), dan M Adnan (48), warga Tumampua, juga mengeluhkan hal serupa. “Lampu jalannya Pangkep memang bermasalah. Entah apa kata pemerintah setempat lihat Pangkep gelap-gelapan,” ujar Irma.
Dari pantauan Tribun, ruas jalan gelap mulai terasa sejak di Salenrang, Maros hingga tugu gerbang perbatasan Kota Pangkajene.
Dari data dan pantauan Tribun, di ruas jalan poros sebelum Kota Pangkajene, ruas jalan negara ini memang minim penerangan.
Kecelakaan fatal yang merenggut nyawa, mahasiswa Unhas, Andi Ahmad Bilal Abbas (21), di Soreang, Bontolangkasa, yang menabrak truk parkir di belokan tajam, Sabtu 18/4/2026 lalu mengkonfirmasikan kondisi ini.
Mengomentari, rangkaian kecelakaan kala itu, anggota Komisi II DPRD Pangkep HM Lutfhi Hanafi (57), menyebut sudah beberapa kali meminta otoritas jalan dan lalulintas daerah untuk menangani potensi maut ini.
“Itukan jalan nasional, kita sudah minta dishub dan polres, untuk berkoordinasi dengan dinas perhubungan provinsi dan balai jalan (Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sulsel) untuk melihat masalah ini Bersama,” ujarnya.
Anggota Fraksi Gerindra ini, mengakui dilema pemeliharaan infrastruktiur nasional di daerah saat ini, jadi isu nasional.
Minimnya alokasi biaya pemelihataan jalan nasional, dan pemangkasan anggaran daerah oleh pemerintah pusat, sejak 2024 lalu, membuat banyak program pemeliharaan jalan tertunda dan terbengkalai.
7 Kecelakaan Fatal Malam Hari di Km 48 – 78 Poros Pangkep-Parepare.
1. Km 48: Rabu (20/5/2026) pukul 18.45 WITA.
Pasangan suami istri warga Perumnas Sudiang Blok M Selayar, meninggal dunia setelah terlindas bus penumpang di Kampung Japing-Japing, Bontolangkasa, Minasate’ne.
Pasangan ini, perjalanan dari Parepare ke Makassar terjatuh akibat jalan berlubang dan dilindas bus.
2. Km 49 – Sabtu (18/4/2026) pukul 20.30 WITA.
Motor Matik dikendari Mahasiswa Unhas, Andi Ahmad Bilal Abbas (21), dan adiknya kecelakaan di Desa Soreang, menabrak truk parkir di belokan tajam.
Andi Bilal meninggal dunia ddi ICU RSUP Wahidin Sudiro Husodo, Makassar, Jumat (24/4/2026).
3. KM 51: Senin (6/4/2026) pukul 20.30 WITA:
Bus Burlindo Makassar-Palu (DD 7336 RF) tabrakan dengan 2 truk; Fuso (DD 8297 TE), dan truk Toyota Dyna (DD 8487 DC) tabrakan di Maleleng, Sibatua, Minasatene, Pangkep. 1 Pengemudi truk tewas, 2 luka.
4. Km 52 – Selasa (12/5/2026) pukul 20.00 WITA.
Kecelakaan beruntun di traffic light Taman Musafir, Pangkajene.
Tiga mobil, truk Hino (DD 8920 SD), MPV Innova (DD 1989 EW), dan Avansa (DD 1450 EH). Tiga pengemudi dan penumpang luka ringan.
5. Km 54 –Selasa (12/5/2026) pukul 18.20 WITA.
Kecelakaan dua motor di Desa Mattampa, Bungoro, Pangkep, Jalan Poros Pangkep-Parepare.
6. Km 71 – Selasa (21/5/2026) pukul 19.35 WITA.
Seorang pengendara motor matik, warga Mandalle meninggal di TKP, Kampung Segeri, Pangkep, setelah terlindas truk container.
7. KM 78 – Rabu (4/1/2026) Pukul 18.25 WITA.
Tiga warga asal Labakkang, Pangkep, ayah dan dua anaknya tewas dalam kabin Honda Brio (DC 1471 GT), setelah tertimpa truk container di Desa Tamarupa, Mandalle, Pangkep.
Istri dan balita 5 tahun luka dan selamat dari insiden.
Truk dari arah Makassar hindari minibus, terguling akibat jalan rusak dan timpa Honda Brio dari Mamuju. (*)