Pemprov Gorontalo Dukung Penuh Pemilihan Duta Bahasa 2026, Lahirkan Generasi Muda Berkualitas
Fadri Kidjab May 21, 2026 06:47 PM

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo menunjukkan dukungan penuh terhadap pelaksanaan pemilihan Duta Bahasa Gorontalo 2026 yang digelar di Kantor Bahasa Gorontalo, Kamis (22/5/2026). 

Dukungan tersebut terlihat dari kehadiran sejumlah pejabat Pemprov Gorontalo dalam acara puncak raya pemilihan Duta Bahasa Gorontalo 2026. 

Hadir mewakili Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail yakni Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan, Masran Rauf. 

Selain itu, tampak pula Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Gorontalo hingga sejumlah unsur Forkopimda dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi di Gorontalo. 

Sejak siang, para tamu undangan terlihat silih berganti memasuki aula kegiatan. 

Para finalis Duta Bahasa Gorontalo 2026 juga tampak hadir bersama beberapa pendukung juga baik keluarga kerabat maupun dosen. 

Dalam sambutannya, Masran Rauf menyampaikan apresiasi kepada Kantor Bahasa Gorontalo yang selama ini terus berkontribusi dalam penguatan layanan kebahasaan di Provinsi Gorontalo. 

Menurutnya, Pemprov Gorontalo bersama pemerintah kabupaten dan kota terus memberikan dukungan maksimal terhadap berbagai program kebahasaan yang dijalankan. 

"Ini luar biasa. Pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten kota selalu memberikan dukungan maksimal baik secara materi maupun nonmateri untuk kelancaran layanan kebahasaan di Gorontalo," bebernya. 

Ia mengatakan saat ini seluruh pihak dituntut untuk membangun kerja sama dan kolaborasi dalam menjalankan program-program pembangunan, termasuk di bidang kebahasaan. 

Masran menilai kolaborasi menjadi langkah penting di tengah tantangan efisiensi anggaran yang sedang dihadapi pemerintah saat ini. 

"Sekarang waktunya kita berkolaborasi. Tidak lagi bekerja sendiri-sendiri, tetapi bekerja bersama-sama agar berbagai kendala bisa diminimalkan," katanya. 

Ia juga menilai berbagai inovasi yang dilakukan Kantor Bahasa Gorontalo mampu menghadirkan program positif bagi generasi muda di daerah tersebut. 

Dalam kesempatan itu, Masran menekankan pentingnya penguatan tiga aspek bahasa kepada generasi muda Gorontalo. 

Kata dia, pertama generasi muda harus mengutamakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan bangsa. 

"Kita utamakan Bahasa Indonesia karena ini bahasa persatuan yang menyatukan seluruh masyarakat Indonesia," jelasnya. 

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya melestarikan bahasa daerah sebagai identitas budaya dan warisan leluhur. 

Lebih lanjut menurut dia, perkembangan zaman perlahan membuat penggunaan bahasa daerah mulai tergerus sehingga perlu dijaga bersama. 

"Kita juga harus melestarikan bahasa daerah karena itu bahasa orang tua dan nenek moyang kita," ungkapnya. 

Tak hanya itu, Pemprov Gorontalo juga mendorong generasi muda agar mampu menguasai bahasa asing untuk meningkatkan daya saing di tingkat global. 

"Kalau ingin menguasai dunia secara global maka adik-adik harus menguasai bahasa asing," tambahnya. 

Masran berharap para finalis Duta Bahasa Gorontalo 2026 nantinya mampu menjadi generasi muda yang aktif, kreatif dan membawa pengaruh positif di tengah masyarakat. 

Sementara itu, Ketua Panitia Duta Bahasa Gorontalo 2026, Vadly Mahmud mengatakan proses penjaringan peserta telah dilakukan sejak beberapa bulan terakhir. 

Panitia lebih dulu melakukan sosialisasi ke 12 perguruan tinggi di Gorontalo untuk menjaring peserta potensial. 

Baca juga: Pemkab Gorontalo Percantik Kawasan Menara Limboto, Bupati Sofyan Puhi Targetkan 10 Juni Selesai

Malam puncak Pemilihan Duta Bahasa Gorontalo
DUTA BAHASA -- Malam puncak Pemilihan Duta Bahasa Gorontalo, Kamis (22/5/2026). (Sumber foto: TribunGorontalo.com/Jefri Potabuga)

"Pada tahap awal kami melakukan sosialisasi ke 12 perguruan tinggi. Dari situ kami mencari peserta yang memenuhi syarat administrasi hingga masuk ke tahap finalis," ungkapnya. 

Setelah melewati seleksi administrasi, peserta mengikuti berbagai tahapan kompetensi mulai dari kemampuan menulis, public speaking, wawancara hingga kemampuan berbahasa Indonesia yang baik dan benar. 

Dari seluruh tahapan tersebut, panitia akhirnya menetapkan 20 finalis yang terdiri dari 10 putra dan 10 putri. 

Tidak berhenti sampai di situ, para finalis juga menjalani pembekalan selama kurang lebih dua bulan bersama sejumlah narasumber yang kompeten di bidangnya masing-masing. 

Mereka mendapatkan pelatihan terkait kebahasaan, literasi, komunikasi publik hingga pengembangan program sosial yang berkaitan dengan penggunaan bahasa di lingkungan masyarakat. 

"Para finalis juga dibekali berbagai materi kebahasaan dan diminta membuat program kerja yang berkaitan dengan kondisi kebahasaan di Gorontalo," beber Vadly. 

Menurutnya, para finalis tidak hanya dituntut memiliki kemampuan berbicara di depan umum, tetapi juga harus mampu memberikan dampak positif di lingkungan sosial. 

Oleh karena itu, para peserta diminta membangun kolaborasi dengan berbagai pihak di luar Kantor Bahasa Gorontalo dalam menjalankan program kebahasaan mereka. 

Rangkaian kegiatan puncak pemilihan Duta Bahasa Gorontalo 2026 dijadwalkan berlangsung hingga malam hari. 

Agenda penutupan nantinya direncanakan akan dihadiri langsung Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah. (*/Jefri)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.