PBNU Kecam Israel yang Tahan Relawan WNI, Minta Pemerintah Indonesia Gerak Cepat 
Dyan Rekohadi May 21, 2026 07:32 PM

 


SURYA.CO.ID, SURABAYA - PBNU mengecam keras tindakan pasukan Israel yang diduga menangkap 9 WNI yang tergabung dalam rombongan misi kemanusiaan Sumud Flotilla.

Pemerintah Indonesia pun diminta segera mengambil langkah diplomatik yang cepat, terukur dan tegas untuk memastikan keselamatan sekaligus pembebasan seluruh WNI yang ditahan. 

Katib Syuriyah PBNU, KH Ahmad Tajul Mafakhir mengatakan, hal tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap nilai-nilai kemanusiaan internasional.

Baca juga: Kisah Relawan Kemanusiaan asal Ponorogo yang Ditangkap Israel saat Menuju Gaza, Sempat Live IG

 

Sebagai informasi, WNI yang ditahan ini terdiri dari relawan kemanusiaan dan jurnalis yang tengah menjalankan misi solidaritas kemanusiaan untuk Palestina. 

Gus Tajul, sapaan akrabnya mengecam tindakan tersebut. 

"Ini bukan hanya serangan terhadap warga sipil, tetapi juga bentuk pelecehan terhadap prinsip kemanusiaan universal,” ucapnya melalui keterangan tertulis, Kamis (21/5/2026).

Gus Tajul mendesak Pemerintah Indonesia untuk segera mengambil langkah diplomatik yang cepat, terukur dan tegas untuk memastikan keselamatan sekaligus pembebasan seluruh WNI yang ditahan.

Ia menekankan bahwa Keselamatan warga negara harus menjadi prioritas utama. Posisi strategis Indonesia di berbagai forum internasional, termasuk dalam BOP, dapat menjadi modal diplomatik penting. 

Baca juga: Herman Budianto Kirim Video Darurat Sebelum Ditangkap Tentara Israel


Dukungan untuk Palestina

Lebih jauh, Gus Tajul menegaskan bahwa dukungan Nahdlatul Ulama terhadap perjuangan rakyat Palestina merupakan sikap historis yang tidak pernah berubah sejak masa pendirian organisasi.

Sikap ini dipegang oleh NU. Bahkan sejak awal organisasi ini berdiri. NU konsisten mendukung perjuangan rakyat Palestina dan menolak segala bentuk penjajahan. 

Sehingga, serangan terhadap misi kemanusiaan tersebut telah melukai rasa kemanusiaan dunia dan mencederai ukhuwah insaniyah.

“Karena itu, dunia internasional tidak boleh diam menghadapi tindakan semacam ini,” jelas Gus Tajul.

Baca juga: Sosok Ben-Gvir Menteri Israel yang Perlakukan Aktivis Global Sumud Tak Manusiawi, Banjir Kecaman


Pemerintah Gandeng Pengacara

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri (Menlu), Sugiono, bicara mengenai sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang ditangkap Israel saat berlayar bersama kapal Global Sumud Flotilla untuk mengirim bantuan kemanusiaan ke Palestina.

Sugiono mengatakan penangkapan itu bukan merupakan aksi penculikan, melainkan hanya larangan.

Ia menuturkan Israel memang melarang kapal apapun masuk ke perairan Gaza.

"Ini kasus kapal yang membawa bantuan kemanusiaan ini di-intercept karena memang mereka melarang, Israel melarang kapal apa pun masuk ke wilayah tersebut untuk, kepentingan apa pun," ungkap Sugiono di Kompleks Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026) dikutip dari Tribunnews.com

Saat ini, Sugiono mengungkapkan pihaknya terus memonitor perkembangan situasi di lapangan sejak laporan pertama diterima.

Ia mengatakan pemerintah telah meminta bantuan Turki dan Yordania untuk membebaskan sembilan WNI.

Meski Sugiono menyebut penangkapan sembilan WNI bukan penculikan, ia mengecam keras aksi yang dilakukan militer Israel.

Sebab, ujarnya, para relawan murni melakukan misi kemanusiaan untuk membantu warga Gaza.

"Kita sudah engage pengacara yang juga pada kasus-kasus sebelumnya, yang adalah ya, namanya Adalah (Lembaga Hukum HAM)." Jadi lewat jalur tersebut kita pakai, lewat jalur rekan-rekan kita yang di Yordania dan Turki kita pakai," urainya. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.