Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Novanda Halirat
AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon melalui Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Persandian (Diskominfosandi) Kota Ambon, Ronald H. Lekransy, mendorong penggunaan Closed-Circuit Television- Artificial Intelligence (CCTV AI) di area Jembatan Merah Putih (JMP).
Dorongan ini sebagai upaya tegas untuk mencegah terjadinya aksi bundir di Ikon Kota Ambon tersebut.
Tak hanya menjadi perhatian pemerintah, Lekransy meminta semua pihak mendukung penerapan teknologi pengawasan modern tersebut.
“CCTV yang dipasang sebaiknya berbasis Artificial Intelligence (AI), sehingga mampu mendeteksi secara otomatis gerakan maupun perilaku yang mencurigakan," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima TribunAmbon.com, Kamis (21/5/2026).
Lekransy menjelaskan, sistem canggih tersebut nantinya dirancang, agar dapat langsung memberikan peringatan cepat kepada petugas yang bertugas.
Sehingga respon dan penanganan cepat dilakukan saat terdeteksi situasi darurat yang mengancam keselamatan.
Dalam merealisasikan itu, Pemkot Ambon tengah berkoordinasi dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) untuk mendapatkan akses pemantauan CCTV.
Baca juga: 453 Peserta Ikuti Seleksi Bintara 2026, Polda Maluku Pastikan Tanpa Kecurangan dan Titipan
Baca juga: Seleksi Vikaris GPM 2026 Tuai Polemik di Medsos, Netizen Soroti Dugaan Ketidaksesuaian Syarat
Lekransy berharap keterlibatan aktif masyarakat, dukungan sistem teknologi pengawasan yang andal, serta pendampingan psikologis yang berkelanjutan dapat berjalan bersinergi.
Diketahui, JMP termasuk salah satu jembatan terpanjang di Indonesia yang diresmikan Joko Widodo pada 4 April 2016,
Jembatan ini dengan panjang 1,140 kilometer dan lebar 22,5 meter.
Bentangnya terbagi jadi tiga bagian, mulai dari sisi Poka, Galala, hingga bagian utama di tengah Teluk Ambon. (*)