TRIBUN-TIMUR.COM, MAKALE - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tana Toraja melakukan pemangkasan pohon di depan Kantor Badan Pekerja Sinode, Kecamatan Makale, Kamis (21/5/2026).
Pemangkasan dilakukan guna mencegah terjadinya ranting patah dan pohon tumbang saat angin kencang.
Seperti diketahui, dua hari lalu, Selasa (19/5/2026) siang, warga Dusun Pasa’buntu, Kelurahan Tiromanda, Kecamatan Makale Selatan, Kabupaten Tana Toraja, Aris Tandepadang (41), meninggal usai terimpa pohon tumbang di kawasan bundaran Plasa Kolam Makale.
Pantauan di lokasi, arus lalu lintas di sekitar area pekerjaan sempat ditutup sementara demi keamanan pengendara selama proses pemangkasan berlangsung.
Sejumlah pekerja terlihat memanjat pohon untuk memotong batang dan ranting yang mengarah ke badan jalan menggunakan mesin sensor.
Batang pohon yang ditebang kemudian ditarik menggunakan tali agar tidak merusak fasilitas di sekitar lokasi.
Namun, beberapa kabel jaringan dan listrik tampak ikut terdampak akibat bersentuhan dengan ranting pohon.
Di lapangan, tidak hanya petugas BPBD yang terlibat dalam kegiatan tersebut, tetapi juga pegawai PLN dan Telkomsel yang melakukan perbaikan kabel jaringan dan kabel listrik yang terkena pohon.
Kepala BPBD Kabupaten Tana Toraja, Cristian Sakkung Batara, mengatakan pemangkasan dan penebangan pohon merupakan kegiatan rutin yang dilakukan pihaknya ketika menerima laporan dari masyarakat maupun pemerintah setempat terkait pohon rawan tumbang.
“Kami kembali melaksanakan pemangkasan dan penebangan pohon yang selama ini rutin dilakukan ketika ada informasi dari masyarakat dan pemerintah setempat terhadap pohon-pohon yang rawan tumbang,” ujarnya saat ditemui di lokasi.
Cristian mengimbau masyarakat agar lebih waspada selama musim hujan karena kondisi cuaca saat ini tidak menentu.
Ia meminta warga melakukan pembersihan dan pemangkasan pohon di lingkungan masing-masing untuk mengurangi risiko bencana.
“Kami mengimbau masyarakat untuk senantiasa berhati-hati dan melakukan pembersihan serta memangkas pohon di lingkungan masing-masing,” katanya.
Ia juga menegaskan BPBD siap membantu warga apabila terdapat pohon yang sulit ditebang secara mandiri.
“Kalau ada pohon yang sulit ditebang sendiri di lingkungan rumah, kami siap membantu mengatasinya,” lanjutnya.
Cristian meminta masyarakat segera melapor kepada pemerintah setempat jika menemukan pohon yang berpotensi tumbang agar BPBD dapat berkoordinasi dengan PLN maupun Telkom untuk melakukan penanganan lebih cepat.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari mitigasi bencana, khususnya untuk mengantisipasi pohon tumbang dan banjir di wilayah Tana Toraja.
Tewas Tertimpa Pohon
Aris Tandepadang (41), korban meninggal dunia akibat tertimpa pohon tumbang di kawasan bundaran Plaza Kolam Makale, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Selasa (19/5/2026), dikenal sebagai pengusaha roti.
Aris merupakan pemilik usaha roti “Aries Kue” yang cukup dikenal masyarakat Tana Toraja.
Produk rotinya selama ini banyak dijual di kios-kios dan warung di sejumlah wilayah.
Kabar meninggalnya Aris pun cepat menyebar dan ramai diperbincangkan warga di media sosial.
Banyak warganet menyampaikan ucapan belasungkawa sekaligus mengenang sosok korban dan usaha rotinya.
Salah seorang pelanggan, Yohanes, mengaku sering membeli roti milik Aris.
“Enak kuenya, sering saya beli,” tulis Yohanes di salah satu akun Facebook.
Pohon yang tumbang berada di belakang Videotron milik Pemkab Tana Toraja dan tumbang ke arah jalan bertepatan saat korban melintas menggunakan sepeda motor.
Korban bersama kendaraannya langsung tertimpa pohon hingga mengalami luka parah.
Warga di sekitar lokasi kemudian mengevakuasi korban dan membawanya ke RS Fatima Makale untuk mendapatkan penanganan medis.
Namun, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan.
Suasana duka tampak menyelimuti rumah sakit saat keluarga korban berdatangan memenuhi area RS Fatima Makale.
Sekitar pukul 17.17 WITA, jenazah korban dibawa pulang ke rumahnya diiringi mobil keluarga serta puluhan pengendara motor.
Pantauan Tribun Toraja, saat kejadian cuaca di wilayah Kecamatan Makale yang merupakan ibu kota Tana Toraja diguyur hujan.
Kepala BPBD Kabupaten Tana Toraja, Cristian Batara Sakkung, membenarkan peristiwa tersebut.
Ia juga meluruskan informasi yang beredar terkait asal pohon tumbang tersebut.
“Banyak yang mengatakan pohon itu berada di pinggir jalan, padahal pohon tersebut berasal dari dalam area Cafe Royal,” ujarnya.
Ia melanjutkan bahwa pohon tersebut memang sudah sangat rapuh.
Di lokasi pihaknya telah mengevakuasi pohon tumbang tersebut.
Cristian mengimbau masyarakat agar segera melaporkan pohon-pohon yang sudah rapuh atau berpotensi tumbang kepada pemerintah setempat maupun BPBD agar dapat segera dilakukan penebangan bersama.
“Kalau ada pohon yang sudah rapuh, segera laporkan supaya bisa kami bantu menebang sebelum membahayakan warga,” katanya.(*)