Sempat Batuk dan Tak Nafsu Makan, Jemaah Haji Berusia 81 Tahun Asal Pessel Wafat di Makkah
Rezi Azwar May 21, 2026 07:27 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Suasana duka menyelimuti kelompok terbang (kloter) 11 Embarkasi Padang (PDG 11). Salah seorang jemaah haji lansia asal Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, dilaporkan tutup usia di Kota Makkah, Arab Saudi, pada Rabu (20/5/2026) siang Waktu Arab Saudi (WAS).

Jemaah yang berpulang tersebut diketahui bernama Imam Kanapi. Pria berusia 81 tahun ini merupakan warga Kecamatan Lunang, sebuah wilayah yang terletak di ujung selatan Provinsi Sumatera Barat.

Berdasarkan laporan medis, almarhum mengembuskan napas terakhirnya sekitar pukul 13.30 WAS.

Sebelum dinyatakan meninggal dunia, Imam sempat mendapatkan perawatan kedaruratan di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Makkah.

Ketua Kloter PDG 11, Ermizaldi, menjelaskan bahwa penurunan kondisi kesehatan almarhum terjadi secara bertahap.

Baca juga: Antisipasi Antrean Panjang di SPBU, Pasokan Biosolar di Padang Ditambah 20 Persen

Beberapa waktu sebelum kondisinya memburuk, Imam sempat mengeluhkan gangguan batuk serta hilangnya nafsu makan.

Merespons keluhan tersebut, tim medis yang bertugas di kloter langsung bergerak cepat melakukan pemeriksaan fisik.

Petugas juga telah memberikan sejumlah obat-obatan untuk meredakan gejala yang dirasakan oleh almarhum.

Pada fase awal pemeriksaan, kondisi fisik pria lansia tersebut sebenarnya masih dikategorikan stabil. Komunikasi antara almarhum, keluarga, dan petugas kesehatan pun masih berjalan dengan sangat baik dan lancar.

“Beliau masih bisa diajak komunikasi dan masih makan sedikit-sedikit,” ujar Ermizaldi saat memberikan keterangan tertulis melalui pesan singkat pada Kamis (21/5/2026).

Namun, situasi berubah drastis memasuki tengah hari pada Rabu itu. Sekitar pukul 13.00 WAS, tim kesehatan kloter menerima laporan darurat dari pihak keluarga yang menyatakan bahwa Imam mendadak tidak sadarkan diri.

Baca juga: Kendaraan Besar Dibatasi Melalui Jalur Lembah Anai, Polisi Imbau Warga Patuh dan Hindari Pungli

Melihat kondisi yang kritis, petugas kesehatan bersama tim pemandu kloter langsung mengevakuasi almarhum. Mobil ambulans dikerahkan untuk membawa Imam secepat mungkin menuju KKHI Makkah demi mendapatkan pertolongan lanjutan.

Setibanya di klinik, tim dokter langsung melakukan tindakan penyelamatan dan pemeriksaan intensif. Kendati demikian, nyawa jemaah lansia tersebut tidak dapat tertolong lagi dan ia dinyatakan wafat setengah jam kemudian.

Pihak dokter KKHI Makkah mendiagnosis almarhum mengalami syok kardiogenik, sebuah kondisi medis serius akibat adanya serangan jantung. Rekam medis haji mencatat bahwa Imam memang memiliki riwayat penyakit kardiovaskular sebelumnya.

Pembimbing Ibadah Kloter PDG 11, Asrizal, menambahkan bahwa almarhum berangkat ke Tanah Suci tidak seorang diri. Beliau didampingi oleh istri tercintanya, Kasiyati, yang terus menemani sepanjang perjalanan ibadah.

Beruntung, sebelum dipanggil oleh Yang Maha Kuasa, Imam telah menuntaskan seluruh rangkaian umrah wajib. Ritual pembuka ibadah haji tersebut diselesaikannya dengan baik bersama rombongan kloter begitu mereka menginjakkan kaki di Makkah.

Sebagai informasi, rombongan PDG 11 ini merupakan bagian dari gelombang pertama yang diterbangkan dengan rute langsung Padang menuju Madinah. Mereka mendarat di Madinah pada 6 Mei 2026, lalu bertolak ke Makkah pada 17 Mei 2026.

Penghormatan terakhir bagi almarhum dilakukan dengan menggelar salat jenazah di Masjidil Haram yang diikuti oleh para petugas kloter. Usai disalatkan, jasad Imam Kanapi kemudian dikebumikan di Kompleks Pemakaman Syara'i, Makkah.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Sumatera Barat, M. Rifki, menyampaikan rasa duka yang mendalam atas musibah ini.

Ia mendoakan agar almarhum mendapatkan tempat terbaik dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

Rifki juga memanfaatkan momentum ini untuk kembali mengimbau seluruh jemaah, khususnya para lansia, agar lebih mawas diri terhadap kondisi fisik mereka.

Mengingat, puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) kian dekat.

Baca juga: Soroti Dugaan Kongkalikong Sopir Bus dan Pelaku Pungli di Lembah Anai, Polisi Dalami Kebenarannya

Kombinasi antara cuaca panas ekstrem di Arab Saudi dan tingginya intensitas aktivitas fisik dinilai menjadi faktor risiko utama. Jika tidak diantisipasi dengan manajemen istirahat yang baik, kondisi tersebut rawan memicu gangguan kesehatan fatal.

“Kurangi aktivitas fisik yang menguras tenaga. Jika ingin beribadah di Masjidil Haram, diutamakan malam hari dan tetap didampingi petugas, terutama bagi jemaah lansia,” tegas Rifki mengingatkan.

Wafatnya Imam Kanapi menambah panjang daftar jemaah Embarkasi Padang yang gugur di Tanah Suci tahun ini. Sebelumnya, dua jemaah asal wilayah ini juga dilaporkan meninggal dunia saat berada di Madinah dan dimakamkan di Baqi.

Kedua jemaah yang berpulang mendahului di Madinah tersebut adalah Tukiman Sadi Kromo Karso (54) yang berasal dari Provinsi Bengkulu, serta Yunilis Muin (73), jemaah wanita yang berasal dari Kota Bukittinggi.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.