Baca juga: IRT di Gandus Palembang Ini Tertipu Beli Tas Lewat FB, Ditelpon Bea Cukai Gadungan Rugi Rp7,9 Juta
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sebagai langkah persiapan menghadapi Piala Soeratin U-15, Asosiasi Kota (Askot) PSSI Palembang menggelar Turnamen Sepak Bola Piala Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) U-15 Zona Palembang. Kompetisi ini dipusatkan di Stadion Kamboja, Palembang, mulai 20 hingga 24 Mei 2026.
Turnamen ini menjadi panggung bagi talenta muda dari klub anggota Askot PSSI Palembang, Sekolah Sepak Bola (SSB), serta lembaga afiliasi PSSI Sumsel yang berdomisili di Kota Pempek.
Ketua Askot PSSI Palembang, Moh. David, menyebutkan bahwa turnamen tahun ini diikuti oleh 10 tim lokal.
Ajang ini diharapkan menjadi wadah pembinaan yang berkelanjutan sekaligus melahirkan pesepak bola masa depan yang potensial dari Palembang.
"Kita harus jeli mencari bibit-bibit berbakat. Saat ini perkembangan sepak bola di Palembang sangat pesat, dan lewat turnamen inilah bakat-bakat unggul tersebut kita jaring," ujar David saat ditemui di lokasi, Kamis (21/5/2026).
David menambahkan, Askot PSSI Palembang tengah mengupayakan agar Kota Palembang bisa mengirimkan dua tim perwakilan untuk berlaga di tingkat provinsi pada putaran final Piala Gubernur Sumsel U-15 nanti.
"Informasi sementara, Palembang berpeluang mengirimkan dua tim perwakilan. Namun, kami masih terus berkoordinasi dan menggodok persiapannya bersama panitia besar untuk menghadapi babak selanjutnya," tuturnya.
Menurut David, jika Palembang berhasil mendapatkan kuota dua tim di tingkat provinsi, maka peluang utusan Palembang untuk menembus Piala Soeratin U-15 tingkat nasional akan semakin terbuka lebar.
Terlebih, juara putaran final Piala Gubernur U-15 ini secara otomatis akan mengantongi tiket resmi mewakili Provinsi Sumsel di kancah nasional.
"Harapan besar saya, tim dari Kota Palembang tidak hanya mampu bersaing di tingkat provinsi, tetapi juga bisa menembus putaran nasional, bahkan keluar sebagai juara," pungkas David.
Baca juga: Polisi Pangkat AKBP Ini Divonis 6 Tahun Penjara, Kasus Kematian Dosen Perempuan Bernama Levi