Bakal Ada Kapal Wisata hingga Kuliner Tepi Sungai, Ini Bocoran Wajah Baru Kalimalang Bekasi
Hironimus Rama May 21, 2026 07:35 PM

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, BEKASI – Warga Bekasi tampaknya harus sedikit bersabar untuk bisa segera menikmati destinasi liburan baru di kotanya.

Proyek pengerjaan Wisata Air Kalimalang yang berlokasi di Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, terpaksa mengalami penundaan jadwal peresmian.

Menariknya, mundurnya jadwal grand opening ini tidak hanya disebabkan oleh kendala teknis biasa, melainkan imbas dari situasi perang global dan cuaca ekstrem.

Baca juga: Geger Isu Uang Damai Rp25 Juta Kasus Narkoba di Bekasi, Kasat Narkoba: Justru Keluarga yang Tawar

Direktur Utama PT Mitra Patriot Kota Bekasi, David Rahardja, mengungkapkan bahwa sebagian bahan baku proyek didatangkan dari China. Situasi geopolitik yang memanas membuat harga material melonjak dan pengiriman menjadi terhambat.

“Ini bukan sekadar dampak perang global, tapi juga cuacanya cukup ekstrem di bulan Maret dan April lalu sehingga pengerjaannya tidak bisa maksimal,” kata David dikutip Kamis (21/5/2026).

“Ini kenapa sampai hari ini yang target awalnya di bulan Mei itu belum terealisasi,” jelasnya.

Meski meleset dari target awal, pihak pengembang optimistis proyek ini tidak akan mangkrak terlalu lama.

“Kemungkinan Agustus baru akan rampung,” tuturnya.

Bocoran Konsep Megah Wisata Air Kalimalang

Jika proyek ini rampung, aliran Kalimalang yang melintasi Kota Bekasi akan disulap menjadi pusat wisata air dan kuliner yang estetis. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, sebelumnya telah membocorkan sejumlah fasilitas menarik yang akan hadir di bawah pengelolaan BUMD PT Mitra Patriot tersebut.

"Digambarkan tadi ada lightingnya kemudian ada kapalnya, nanti akan ada kulinernya juga," kata Tri saat ground breaking atau peletakan batu pertama.

"Hari ini kami melaksanakan peletakan batu pertama untuk dimulainya pembangunan wisata air, doakan semoga tahun 2026 mendatang sudah bisa dinikmati ya oleh masyarakat," jelasnya.

Guna mendukung penataan ini, total 13 jembatan lama di sepanjang aliran Kalimalang akan dibongkar. Sebagai gantinya, pemerintah akan membangun lima jembatan baru berdesain melengkung (berbentuk huruf U) yang lebih modern.

Suntikan Dana Ratusan Miliar dari CSR hingga Pemprov Jabar

Proyek prestisius ini menelan anggaran yang cukup fantastis melalui skema kolaborasi. Pendanaannya memadukan dana CSR (Corporate Social Responsibility), APBD Kota Bekasi, hingga suntikan dana puluhan miliar dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

"Untuk saat ini pembangunan melalui PT Miju dengan CSR, Alhamdulillah PT mitsu memberikan CSR nilainya kurang lebih Rp 36 miliar dalam rangka memulai jembatan dan Pemkot akan menyiapkan Rp 30 miliar untuk membangun pedestriannya dan mudah-mudahan sisanya sampai ke Kota Bintang bisa kami selesaikan tahun depan dan nanti Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) nambahin Rp 60 miliar," tutur Tri Adhianto.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan komitmennya untuk selalu berkolaborasi mendukung pembangunan yang membawa kemajuan peradaban bagi kota dan warganya.

"Pemprov juga tidak akan ragu untuk berkolaborasi mewujudkan pembiayaan baik belanja langsung maupun belanja bantuan keuangan, kami akan tempuh itu, kami punya target selama lima tahun memimpin, baik Gubernur atau Wali Kota nanti bisa dilihat jejak peradaban yang ditinggalkannya," singkat Dedi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.