WARTAKOTALIVE.COM - Sudah tiga hari 9 relawan Indonesia diculik oleh tentara Israel saat hendak menyerahkan bantuan ke Gaza, Palestina.
Hingga kini Kamis (21/5/2026) para relawan yang tergabung dalam misi pelayaran Global Sumud Flotilla itu juga belum jelas nasibnya.
Di tengah ketidakpastian nasib relawan, pemerintah Israel justru mengunggah video kekerasan terhadap ratusan relawan yang berasal dari 40 negara termasuk Indonesia.
Bahkan terlihat tentara pria Israel memukul relawan wanita yang meneriakkan Free Palestine.
Video yang diunggah Pemerintah Israel tentu membuat keluarga relawan dan pemerintah sejumlah negara semakin was-was dengan warga mereka.
Pemerintah Indonesia sendiri saat ini belum dapat menghubungi pihak Israel lantaran tidak memiliki hubungan diplomasi.
Pemerintah hanya mengetahui bahwa para relawan ditempatkan di Pelabuhan Ashdod.
Hingga kini Kementerian Luar Negeri RI belum mengetahui akan memakan waktu berapa lama proses pemeriksaan yang berlangsung di Pelabuhan Ashdod.
Hal itu diungkapkan Direktur Perlindungan WNI (PWNI) Kemlu RI, Heni Hamidah dalam press briefing di Kantor Kemlu RI, Jakarta Pusat, Kamis (21/5/2026).
"Yang terakhir kita peroleh info, mereka dibawa ke Ashdod. Nah, kapan waktunya selesai di Ashdod? Di Ashdod ini kan dilakukan pemeriksaan. Nanti baru dari situ akan dikirimkan ke detensi imigrasinya Israel," kata Heni seperti dimuat Tribunnews.com.
Heni mengatakan jika sembilan WNI tersebut telah dibawa ke detensi imigrasi Israel, maka proses berikutnya adalah pemulangan atau repatriasi ke tanah air.
"Nah, kalau sudah dialihkan ke detensi imigrasi ini sebetulnya itu nanti tinggal proses pemulangan," katanya.
Namun, Kemlu RI belum menerima informasi perihal bagaimana proses pemulangan para WNI.
Baca juga: Menhan Sjafrie: Board of Peace untuk Gaza Kini Tertinggal akibat Memanasnya Konflik AS-Iran
Pemerintah masih menunggu perkembangan situasi di lapangan.
"Detensi itu jangan dibayangkan penjara ya. Jadi ini detensi imigrasi. Detensi imigrasi, nanti dari situ baru kita lihat proses pemulangannya seperti apa. Jadi kami belum dapat informasi proses selanjutnya seperti apa," jelasnya.
Guna mengantisipasi berbagai kemungkinan jalur evakuasi dan pemulangan, Kemlu RI telah menginstruksikan sejumlah Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di sekitar kawasan untuk bersiap dan membangun komunikasi dengan otoritas setempat.
Skenario pemulangan ini melibatkan KBRI Roma, KBRI Ankara, KJRI Istanbul, KBRI Kairo, serta KBRI Amman.
Kantor perwakilan RI tersebut telah diinstruksikan untuk bersiaga mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan setelah para WNI bebas dari wilayah otoritas Israel.
Heni menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia akan terus memantau perkembangan proses pemeriksaan di Ashdod serta memastikan kesiapan seluruh perwakilan terkait demi kelancaran proses pemulangan para WNI ke tanah air
“Jadi semua KBRI sesuai arahan Pak Menlu diminta untuk mempersiapkan, melakukan komunikasi dengan otoritas setempat, tapi juga mulai mempersiapkan apa yang harus dipersiapkan ketika nanti sudah dibebaskan dan untuk pemulangan ke tanah air," kata Heni.
Saat ini Kemlu RI pun tidak menjalin komunikasi langsung dengan Israel dalam upaya pembebasan WNI yang ditangkap saat mengikuti misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan Siprus, Mediterania Timur.
Langkah tersebut diambil karena Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Israel.
Sebagai gantinya, pemerintah menggunakan jalur diplomasi melalui negara-negara sahabat di kawasan untuk memastikan keselamatan para WNI.
Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, mengatakan seluruh kanal diplomasi yang tersedia terus dimanfaatkan pemerintah.
“Kita tidak melakukan komunikasi langsung dengan Israel. Kita menggunakan sebagaimana saya sampaikan tadi semua kanal diplomasi yang tersedia untuk melindungi WNI kita,” ujar Yvonne dalam press briefing di Jakarta, Kamis (21/5/2026).
Ia menegaskan, Menteri Luar Negeri RI Sugiono juga telah menghubungi sejumlah negara sahabat untuk membantu proses perlindungan WNI tersebut.
“Semua kanal diplomasi kita lakukan. Kalau jawabannya detail komunikasi langsung nggak dengan Israel, kita tidak punya hubungan diplomatik dengan Israel,” lanjutnya.
(Wartakotalive.com/DES/Tribunnews.com)