Pesepeda dari Berbagai Negara Gowes di Jalur Candi, Peserta KLIC Fest Nikmati Prambanan-Plaosan
Rifatun Nadhiroh May 21, 2026 10:16 PM

TRIBUNSOLO.COM, KLATEN - Puluhan pesepeda dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara menikmati pengalaman gowes menyusuri jalur candi di Kabupaten Klaten dalam agenda Social Culture Ride pada rangkaian Klaten International Cycling Festival (KLIC Fest) 2026, Kamis (21/5/2026).

Kegiatan ini menghadirkan suasana berbeda karena para peserta tidak hanya berolahraga, tetapi juga diajak menikmati lanskap budaya, kehidupan masyarakat, hingga destinasi bersejarah di wilayah Klaten.

Jalur yang dilalui membentang dari kawasan Candi Prambanan menuju Candi Plaosan, lalu menyusuri potensi desa di Kecamatan Prambanan hingga Kecamatan Jogonalan.

Baca juga: Social Culture Ride Libatkan Peserta Internasional, Bupati Hamenang Harap Klaten Makin Dikenal Luas

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Duta Besar Jerman, Ralf Beste, dan Duta Besar Belanda, Marc Gerritsen.

Hadir pula Sumarno selaku Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah serta Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo.

Sejak pagi, peserta tampak antusias menikmati rute yang menyuguhkan perpaduan antara wisata sejarah, bentang alam, dan interaksi sosial masyarakat pedesaan.

Beragam jenis sepeda turut meramaikan perjalanan, mulai dari sepeda kayu, sepeda lipat, sepeda ontel, hingga sepeda klasik jenis penny farthing yang menarik perhatian warga.

Kenalkan Potensi Wisata Klaten

Sekda Jawa Tengah, Sumarno, mengatakan kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi wisata daerah melalui konsep sport tourism, yakni penggabungan sektor olahraga dengan pariwisata.

“Kita di Pemprov Jateng maupun Kabupaten Klaten memiliki program sport tourism. Bagaimana pengembangan pariwisata dikolaborasikan dengan olahraga,” ujarnya.

Menurutnya, olahraga sepeda menjadi medium efektif untuk mengenalkan berbagai destinasi wisata di Jawa Tengah kepada peserta dari berbagai wilayah, termasuk mancanegara.

“Dan olahraga sepeda ini, bagi kami menjadi bagian untuk mempromosikan wisata. Kami juga berterima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini,” imbuhnya.

Melalui kegiatan seperti KLIC Fest, pemerintah berharap Klaten semakin dikenal sebagai destinasi wisata berbasis budaya dan olahraga, terutama dengan keberadaan kawasan candi yang memiliki daya tarik kuat.

Konflik Timur Tengah dan Dorongan Bersepeda

Dalam kesempatan tersebut, Sumarno juga menyinggung dampak konflik di Timur Tengah terhadap harga bahan bakar minyak (BBM) yang dinilai ikut memengaruhi berbagai sektor.

“Melihat situasi dan kondisi sekarang, dengan adanya konflik di Timur Tengah, ternyata dampaknya terhadap harga bahan bakar juga luar biasa,” ucapnya.

Baca juga: Dialog Bersama UMKM Prambanan Klaten, Bupati Hamenang Ingin Potensi Daerah Lebih Berkembang

Ia berharap budaya bersepeda dapat semakin tumbuh di tengah masyarakat, khususnya di Kabupaten Klaten, sebagai alternatif transportasi yang lebih hemat, sehat, dan ramah lingkungan.

Selain manfaat kesehatan dan lingkungan, kegiatan bersepeda massal seperti KLIC Fest juga dinilai memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat lokal.

“Dan mudah-mudahan ini juga punya dampak ekonomi. Tentu saja kehadiran mereka membuat perputaran ekonomi berjalan karena mereka berbelanja, berkonsumsi, makan, dan sebagainya,” ujarnya.

“Itu bagian dari perputaran ekonomi dan menjadi salah satu faktor pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah,” pungkasnya.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.