Laporan wartawan wartakotalive.com, Yolanda Putri Dewanti
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Kesemrawutan di kawasan Stasiun Angke dan Pasar Angke, Tambora, Jakarta Barat, dikeluhkan para pengguna KRL Commuter Line.
Penumpang mengaku terganggu dengan kemacetan, penataan pedagang yang semrawut, hingga bau tidak sedap saat keluar dari area stasiun.
Merespons keluhan tersebut, Pemerintah Kota Jakarta Barat mulai membahas penataan kawasan bersama sejumlah pihak terkait, termasuk PT KAI dan pengelola kawasan.
Camat Tambora, Pangestu Aji, mengatakan fokus awal penataan dilakukan pada pengelolaan sampah di kawasan sekitar Stasiun Angke.
“Kalau dagangan itu sudah kami bersihin semua, sampah-sampah yang ke jalanan juga sudah selesai. Untuk ke depannya pengelolaan sampah akan diatur antara pengelola dengan PT KAI,” kata Pangestu saat dihubungi Wartakotalive.com, Kamis (21/5/2026).
Ia menjelaskan, penataan tidak hanya menyasar persoalan sampah, tetapi juga pedagang dan estetika kawasan sekitar Stasiun Angke.
“Tadi juga ada Sudin Lingkungan Hidup, UMKM, Bina Marga, dan SDA hadir (rapat). Karena keteraturan dan estetikanya memang kurang baik, nanti akan sekalian dilakukan beautifikasi kawasan,” katanya.
Sementara itu, sejumlah pengguna KRL berharap penataan dilakukan tanpa menggusur pedagang yang selama ini berjualan di sekitar stasiun.
Mereka menilai kawasan tersebut cukup vital karena menjadi salah satu stasiun tujuan penumpang KRL di Jakarta Barat.
“Bukan penggusuran, tapi lebih ditata. Apalagi sekarang ada pemilahan sampah dari Pemprov, jadi itu juga harus jadi perhatian,” ujar salah seorang pengguna KRL.
Pengguna lainnya juga mengeluhkan bau tidak sedap yang langsung tercium saat keluar dari Stasiun Angke, terutama pada siang hari ketika aktivitas pasar sedang ramai.
Pangestu mengatakan kawasan yang akan ditata merupakan aset milik PT KAI sehingga koordinasi dilakukan lintas instansi hingga tingkat kota.
“Itu aset PT KAI, bukan aset Pemda. Makanya harus dirapatkan bersama karena bersifat BUMN,” ucapnya.
Ke depan, Pemkot Jakarta Barat bersama PT KAI, kelurahan, dan pengelola kawasan akan melakukan peninjauan lapangan bersama guna mematangkan konsep penataan kawasan Stasiun Angke dan Pasar Angke.
Keluhan itu salah satunya disampaikan Dela (50), seorang ibu rumah tangga yang mengaku cukup sering turun di Stasiun Angke ketika memiliki keperluan atau mengunjungi rumah saudaranya.
Menurut Dela, kondisi Stasiun Angke dan area sekitarnya jauh dari nyaman jika dibandingkan dengan stasiun lain di wilayah Jakarta Barat.
“Begitu keluar stasiun langsung tercium bau tidak sedap. Kendaraan juga lalu lalang tidak beraturan, jadi semrawut,” kata Dela saat ditemui Wartakotalive.com di lokasi.
Ia menilai akses keluar masuk stasiun juga kurang memadai karena tidak terhubung langsung dengan jalan raya besar. Kondisi tersebut membuat para penumpang harus melewati area pasar yang padat sebelum melanjutkan perjalanan.
Selain itu, keberadaan angkutan seperti bajaj yang kerap mangkal sembarangan di sisi jalan disebut turut memperparah kemacetan dan menyebabkan jalan menjadi sempit, terutama saat jam sibuk pagi maupun sore hari.
“Kalau lagi ramai, macetnya susah dihindari. Orang baru turun dari kereta juga jadi capek karena harus berdesakan lagi di luar,” ujarnya.
Meski demikian, Dela mengaku tidak mempermasalahkan keberadaan pedagang kecil di kawasan Pasar Angke. Ia bahkan menolak jika solusi yang diambil adalah penggusuran.
Menurutnya, yang dibutuhkan saat ini adalah penataan yang lebih baik serta perhatian terhadap kebersihan lingkungan.
“Saya tidak minta pedagang digusur. Cuma ditata saja supaya rapi dan jangan sampai lapaknya makan jalan. Kebersihannya juga harus dijaga,” tuturnya.
Berdasarkan pantauan Wartakotalive.com di lokasi, kondisi di sekitar pintu keluar Stasiun Angke memang dipenuhi aktivitas pasar buah di Jalan Stasiun Angke. Lapak pedagang terlihat berdiri cukup dekat dengan akses jalan dan area pejalan kaki.
Saat jam sibuk, kawasan tersebut dipadati ojek online, bajaj, kendaraan pribadi, hingga aktivitas bongkar muat pasar yang membuat suasana semakin semrawut. Bau tak sedap juga tercium di beberapa titik sekitar stasiun.
Warga berharap ada langkah penataan dari pihak terkait agar kawasan Stasiun Angke menjadi lebih tertib, nyaman, dan ramah bagi para pengguna transportasi umum tanpa harus menghilangkan mata pencaharian pedagang kecil di sekitar lokasi.(m27)