Pelajar Jakarta Soroti Ketimpangan Pendidikan di NTT Lewat Proyek Berbasis Pancasila
Wahyu Septiana May 22, 2026 12:11 AM

TRIBUNJAKARTA.COM, KELAPA GADING - Persoalan pendidikan yang belum merata, pengelolaan sampah, hingga isu lingkungan masih menjadi tantangan di berbagai daerah di Indonesia.

Sejumlah generasi muda mencoba mencari solusi atas persoalan tersebut melalui berbagai proyek inovasi berbasis riset.

Ide-ide yang mereka buat juga dikaitkan dengan nilai-nilai Pancasila sebagai dasar kehidupan bermasyarakat.

Beragam solusi itu dipamerkan dalam Middle School IRP Exhibition 2026 yang digelar di sekolah Beacon Academy Jakarta, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu (20/5/2026) kemarin.

Dalam pameran tersebut, peserta yang berasal dari pelajar usia 11-14 tahun yang duduk di bangku kelas 6-8 mempresentasikan berbagai proyek hasil penelitian yang dikembangkan selama empat bulan melalui metode pembelajaran berbasis proyek atau inquiry-based learning.

Beragam isu yang diangkat mulai dari pendidikan, pengelolaan sampah, lingkungan hidup, keberlanjutan komunitas, hingga persoalan sosial di masyarakat.

Academic Advisor Beacon Academy Jakarta, Arvind Chalasani mengatakan, kegiatan tersebut menjadi salah satu cara membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial.

"Kami percaya pendidikan harus mampu membentuk generasi berpikir kritis berwawasan global yang tetap berakar pada nilai-nilai Pancasila serta memiliki kepedulian terhadap isu lokal di Indonesia," kata Arvind, Kamis (21/5/2026).

Menurut dia, para peserta menunjukkan kemampuan riset dan pengumpulan data yang matang hingga mampu menghadirkan solusi inovatif terhadap persoalan di sekitar mereka.

Sementara itu, Koordinator IRP sekaligus ketua pelaksana acara, Avinash Kashyap menjelaskan proyek tersebut juga bertujuan membekali peserta dengan kemampuan problem solving dan kepemimpinan sejak usia dini.

Ia menyebut seluruh proyek lahir dari proses eksplorasi dan pemikiran peserta sendiri, mulai dari melakukan riset, berkolaborasi, hingga memahami dampak solusi yang dibuat bagi masyarakat.

Salah satu proyek yang menarik perhatian datang dari siswa kelas 7 bernama Praveer yang mengangkat isu pendidikan di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam proyeknya, Praveer menyoroti keterbatasan infrastruktur pendidikan, kualitas bahan ajar, hingga akses teknologi di sejumlah wilayah NTT.

Ia menawarkan sejumlah solusi seperti pelatihan guru, pembangunan perpustakaan, hingga pemanfaatan teknologi pembelajaran menggunakan laptop dan proyektor.

Menurut Praveer, proyek tersebut terinspirasi dari sila kelima Pancasila yakni Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

"Semua orang Indonesia harus bersama-sama untuk belajar," ujar Praveer.

Ia juga mengaku melakukan wawancara dengan warga NTT yang menceritakan adanya anak-anak putus sekolah karena harus bekerja membantu ekonomi keluarga.

Selain membuat presentasi, Praveer turut mengembangkan situs pembelajaran berisi kuis, video edukasi, data, dan poster yang ia rancang sendiri sebagai bagian dari solusi pendidikan berbasis digital.

Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan semakin memiliki kepedulian terhadap berbagai persoalan di masyarakat serta mampu menjadi agen perubahan sejak usia dini lewat inovasi dan kreativitas yang mereka kembangkan.

Berita Lainnya

Baca juga: Hari-hari Kerja Kuli Bongkar Muat, 4 Begal di Pluit Rampas Motor Buat Cari Uang Tambahan

Baca juga: Otak Komplotan Begal Bercelurit di Pluit Ditangkap, Motor Korban Dijual Rp 2,5 Juta ke Banten

Baca juga: Rekor Gila Teja Paku Alam Bersama Persib Diacuhkan? Raja Clean Sheet Tapi Tak Dianggap Terbaik

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.