Pertarungan untuk menghindari degradasi di Liga Premier tampaknya akan berlangsung hingga akhir musim ini.
Dengan Wolverhampton Wanderers dan Burnley sudah dipastikan turun ke Divisi Championship, kini tersisa satu tempat degradasi lagi yang masih diperebutkan, dan ada dua tim yang masih berada dalam bahaya.
Leeds United dan Nottingham Forest berhasil menjauh dari zona merah setelah berhasil menemukan performa terbaik mereka di waktu yang tepat.
Itu meninggalkan dua rival asal London, West Ham United dan Tottenham Hotspur, yang kini terlibat dalam pertarungan untuk bertahan di kasta tertinggi. The Hammers saat ini mengoleksi 36 poin, tertinggal dua angka dari Tottenham yang berada di posisi ke-17. Tim asuhan Roberto De Zerbi memiliki keunggulan besar dalam hal selisih gol setelah kekalahan 3-1 dari Newcastle United: West Ham memiliki selisih gol -22, sementara Tottenham -9.
Jika Tottenham mampu mengalahkan Chelsea di Stamford Bridge, mereka akan dipastikan aman sebelum laga terakhir melawan Everton. Namun, jika hasilnya imbang atau kalah, maka West Ham masih memiliki peluang untuk bertahan ketika menjamu Leeds pada hari Minggu.
Dengan akhir musim yang menegangkan di depan mata, pertarungan degradasi ini bisa ditentukan oleh margin yang sangat tipis. Maka, jika Tottenham dan West Ham berakhir dengan poin serta selisih gol yang sama — yang saat ini akan membutuhkan perubahan besar — bagaimana penentuan degradasinya?
Sama seperti aturan di seluruh liga, jumlah poin yang diraih menjadi kriteria pertama untuk menentukan posisi, diikuti oleh selisih gol.
Selanjutnya, jumlah gol yang dicetak menjadi faktor berikutnya. Tottenham sejauh ini telah mencetak 46 gol, sementara West Ham 43, yang menunjukkan perbedaan tipis antara dua tim asal London yang tengah berjuang menghindari degradasi ini.
Jika kedua tim berakhir dengan poin, selisih gol, dan jumlah gol yang sama, maka posisi mereka di klasemen akan ditentukan oleh catatan pertemuan langsung antar kedua tim.
Secara spesifik, aturan Liga Premier menyatakan bahwa tim yang meraih poin terbanyak dalam dua pertemuan langsung akan menempati posisi lebih tinggi. Jika jumlah poin sama, maka kriteria berikutnya adalah jumlah gol tandang yang dicetak dalam dua laga tersebut.
Jadi, kita perlu melihat kembali dua pertemuan antara Tottenham dan West Ham musim ini.
Pada bulan September lalu, Tottenham meraih kemenangan 3-0 di Stadion London melawan West Ham yang bermain dengan sepuluh pemain, sebelum West Ham membalas dengan kemenangan 2-1 di Stadion Tottenham Hotspur.
Dengan masing-masing tim mengoleksi tiga poin dari dua pertemuan tersebut, penentuan posisi akan ditentukan oleh aturan gol tandang.
Hal itu berarti gol yang dicetak oleh Micky Van de Ven pada menit ke-64 dalam kemenangan Tottenham di markas West Ham — yang saat itu tampak seperti sekadar pelengkap kemenangan nyaman — bisa menjadi salah satu gol terpenting dalam sejarah modern klub tersebut.