Dampak TMMD ke-128 di Ende, Dua Desa Terisolir Berhasil Dibuka TNI, Waktu Tempuh Cuma 30 Menit 
Adiana Ahmad May 22, 2026 01:19 PM

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Albert Aquinaldo

POS-KUPANG.COM, ENDE - Masyarakat mulai merasakan Dampak TMMD ke-128 di Ende, Dua Desa Terisolir, Desa Fataatu Timur dan Desa Aelipo berhasil dibuka. Waktu tempuh antara kedua desa cuma 30 Menit .

Selama pekan TMMD ke-128 di Ende, Tentara berhasil membuka jalan baru sepanjang 3 kilometer yang menghubungkan dua desa di wilayah Kecamatan Wewaria, Kabupaten Ende kini sudah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di Desa Fataatu Timur dan Desa Aelipo.

Meski masih berupa jalan tanah, waktu tempuh dari Desa Fataatu Timur ke Desa Aelipo maupun sebaliknya kini lebih singkat.

Sebelumnya, warga yang kerap menggunakan ruas jalan tersebut harus membutuhkan waktu kurang lebih 1,5 - 2 jam perjalanan, kini hanya membutuhkan waktu 30 menit.

Baca juga: Tutup TMMD ke-128, Pangdam IX Udayana Sebut Bukti Kebersamaan TNI dan Masyarakat Bangun Daerah

Hal ini disampaikan Kepala Desa Fataatu Timur, Isak Abel Do saat diwawancarai TribunFlores.com usai apel penutupan program TMMD ke-128 di halaman SMP Negeri Detunggali, Kamis (21/5/2026) siang.

Pada kesempatan itu, Ia mewakili masyarakat Desa Fataatu Timur menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada TNI AD yang telah menyelesaikan program TMMD di wilayahnya.

"Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk mobilisasi warga, arus hilir mudik barang masyarakat disini, akses jalan ini mempermudah masyarakat di dua desa ini yang paling utama, sejatinya bahwa ini sangat bermanfaat yang notabene dari daratan ke gunung yang mana mempersingkat waktu jarak tempuh yang sebelumnya dengan 1,5 jam bahkan sampai 2 jam itu, kini hanya bisa ditempuh dengan 30 menit," ungkap Isak yang didampingi Kepala Desa Aelipo, Romanus Rindi.

Isak berharap, program peningkatan jalan yang sudah dibuka oleh TNI AD melalui program TMMD ke-128 ini dilanjutkan oleh Pemerintah Kabupaten Ende.

"Kita minta ada perhatian khusus di titik-titik tertentu, kalau belum bisa ada peningkatan, setidaknya ada perhatian untuk peningkatan di beberapa titik yang mana saat musim hujan itu kendaraan tidak bisa lewat, kita minta ada kebijakan dari pemerintah daerah," ujarnya.

Baca juga: Program TMMD ke-128 di Fataatu Timur Ende Berakhir, Kasrem Sebut Akan Ada Kelanjutan 

Meski bersyukur atas pembukaan jalan tersebut, Ia mengungkapkan,  kebutuhan utama masyarakat Desa Fataatu Timur dan Desa Aelipo serta sejumlah desa di wilayah itu yakni kebutuhan akan jembatan penghubung di Kali Lowolaka yang kerap dilanda banjir besar pada saat musim hujan.

Apabila terjadi banjir, akses transportasi dari dan ke wilayah itu lumpuh bahkan aktivitas pendidikan juga ikut terhambat.

"Untuk masyarakat di wilayah ini sebenarnya kebutuhan utama itu adalah jembatan, memang jembatan ini menjadi akses yang sangat dirindukan oleh masyarakat di wilayah Desa Fataatu Timur, Aendoko, Aelipo dan Woloau dan sekitarnya yang mana mereka selalu hilir mudik ke wilayah ini dan harus menyeberangi sungai di Kali Lowolaka ini, itu yang menjadi harapan yang sangat dirindukan oleh masyarakat," ujarnya penuh harap.

Ia meminta adanya perhatian serius pemerintah pusat terutama kepada Presiden Prabowo Subianto dan Panglima TNI yang mana saat ini sedang gencar membangun jembatan Garuda.

Jembatan Garuda merupakan bagian dari program strategis nasional yang digagas oleh pemerintah untuk membangun infrastruktur penghubung perintis.

"Kami berharap ada perhatian khusus dari pemerintah pusat terutama Bapak Presiden Prabowo dan Panglima TNI yang mana ada satgas pembangunan jembatan, kita berharap ada perhatian khusus untuk kami di Fataatu Timur terutama untuk pembangunan jembatan Lowolaka ini, itu menjadi harapan yang sangat besar," tutup Isak.

Senada dengan Isak, Kepala Desa Aelipo, Romanus Rindi juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada TNI AD atas program TMMD ke-128.

Baca juga: Pembangunan MCK TMMD di Fataatu Timur Ende Capai Tahap Akhir

Ia juga mengungkapkan, sebelumnya, Pemerintah Desa Aelipo sudah membuka jalan rabat sepanjang 600 meter dan jalan certus sepanjang 3,5 kilometer dengan menggunakan dana desa dan tersisa dua kilometer yang belum dibuka.

"Melalui program TMMD ke-128 ini, 2 kilometernya sudah terbuka namun harapan kami, jalan ini memang sudah tembus sampai ke Desa Aelipo tapi kalau bisa, harus ditindaklanjuti dengan peningkatan jalan, kalau tidak ada peningkatan, saat musim hujan nanti kami kesulitan karena ada beberapa tempat itu ada kali, setidaknya ada lima kali kecil, kalau bisa dibantu dengan gorong-gorong atau bronjong sehingga jalan ini kami bisa pakai saat musim hujan juga," kata Romanus.

Meski demikian Romanus mengaku saat jarak tempuh warga Desa Aelipo yang hendak ke Desa Fataatu Timur ataupun desa lainnya bahkan ke ibu kota kecamatan lebih singkat. 

Sebelumnya, jika warganya  hendak ke Desa Fataatu Timur harus memutar melewati jalan di wilayah Kecamatan Maurole dengan jarak tempuh yang jauh bahkan memakan waktu 2 jam.

Selain untuk akses transportasi, jalan yang baru saja dibuka melalui program TMMD ke-128 ini juga digunakan warga untuk pergi ke kebun masing-masing sudah lebih cepat.

Permintaan yang sama juga disampaikan Romanus Rindi.

Ia juga secara tegas meminta pemerintah pusat hingga daerah agar segera mengerjakan jembatan di Kali Lowolaka.

"Setiap tahun kita sudah usulkan tapi sampai saat ini belum terealisasi, harapan kami, dalam waktu dekat atau tahun depan harus dibangun jembatan Lowolaka," pungkasnya.

Jumlah penduduk di Desa Fataatu Timur sendiri saat ini mencapai 1.264 jiwa (278 KK). 

Sedangkan jumlah penduduk di Desa Aelipo saat ini berjumlah 400 lebih jiwa (90 KK). 

Kebutuhan akan jembatan penghubung di Kali Lowolaka yang dikeluhkan oleh kedua kepala desa tersebut dimanfaatkan untuk lebih dari 2 ribu jiwa di empat desa di wilayah pelosok Kabupaten Ende itu.

Di dua tersebut, juga terdapat sejumlah fasilitas umum seperti sekolah, Poskesdes dan rumah ibadah dengan Desa Fataatu Timur sebagai pusat budaya di wilayah adat Detunggali yang mencakup lebih dari empat desa di wilayah itu.

*Capaian Program TMMD ke-128*

Dalam sasaran fisik, TMMD ke-128 berhasil melaksanakan kegiatan normalisasi dan pembukaan badan jalan di Desa Aelipo yang menghubungkan ke Desa Fata’atuh Timur. 

Jalan tersebut dibangun dengan panjang 3.000 meter dan lebar 5 meter, yang diharapkan dapat meningkatkan akses transportasi, memperlancar mobilitas warga, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.

Selain pembangunan fisik, TMMD ke-128 juga melaksanakan sasaran non fisik yang berfokus pada peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat. Berbagai kegiatan penyuluhan telah dilaksanakan, meliputi penyuluhan kesehatan, penyuluhan bahaya narkoba, penyuluhan KDKMP, penyuluhan bencana alam, penyuluhan ketahanan pangan, penyuluhan BPJS penyuluhan rekrutmen prajurit TNI, pelayanan pengobatan massal dan bakti sosial.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui edukasi dan pelayanan langsung di lapangan.

TMMD ke-128 juga menghadirkan sejumlah program unggulan TNI AD yang menyasar kebutuhan dasar masyarakat, antara lain pembangunan 2 titik sumur bor yang berlokasi di Kecamatan Pulau Ende dan Kelurahan Rukun Lima, Kecamatan Ende Selatan pemasangan pipanisasi di 1 titik, pembangunan 3 unit MCK yang masing-masing berada di rumah Ibu Martha Esi, Ibu Maria Rona, dan Ibu Rosa

Pelaksanaan TMMD ke-128 melibatkan personel gabungan dari berbagai unsur, yaitu, TNI AD sebanyak 87 orang, TNI AL sebanyak 5 orang, TNI AU sebanyak 2 orang, Polri sebanyak 10 orang, Pemerintah Daerah sebanyak 5 orang dan masyarakat sebanyak 30 orang.

Sinergi lintas sektor ini menjadi kekuatan utama dalam mempercepat realisasi pembangunan di daerah.

Untuk mendukung kelancaran kegiatan, TMMD ke-128 didukung oleh sejumlah alat berat dan kendaraan operasional, di antaranya, 1 unit excavator, 1 unit bulldozer, 1 unit dump truck dan 1 unit kendaraan Isuzu D-Max.

Dengan dukungan sarana tersebut, pekerjaan fisik di lapangan dapat berjalan lebih efektif dan efisien.

Pelaksanaan TMMD ke-128 ini menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam membangun desa, memperkuat infrastruktur, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. Program ini diharapkan memberikan dampak jangka panjang bagi kemajuan wilayah Desa Aelipo, Desa Fataatu Timur dan sekitarnya. (Bet)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.