Terdampak Efisiensi Anggaran, BBWSSO Pastikan Normalisasi Sungai di Yogyakarta Tetap Lanjut
Joko Widiyarso May 22, 2026 05:14 PM

 

TRIBUNJOGJA.COM, ​YOGYA - Kelanjutan program normalisasi sungai di wilayah Kota Yogyakarta dipastikan tetap berjalan meski menghadapi tantangan berat.

Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak mengaku mengalami keterbatasan dana akibat efisiensi anggaran yang cukup signifikan pada tahun ini.

​Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan BBWS Serayu Opak, Vicky Ariyanti, menandaskan, jajarannya tengah menghadapi periode berat dalam membagi porsi anggaran.

Kendala pun diantisipasi dengan menggandeng Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Kota Yogyakarta untuk melanjutkan program.

"Tahun ini kita memang baru kerja di (Sungai) Winongo. Nanti kita lihat kemampuan anggaran kita karena tahun ini kan sepertinya banyak pemotongan-pemotongan," ungkapnya, Jumat (22/5/26).

Oleh sebab itu, DPUPKP Kota Yogyakarta bakal mengambil peran penting dengan menyiagakan armada alat berat agar pengerukan sedimen tetap bisa dieksekusi.

Daya tampung sungai ideal

​Sementara, BBWS Serayu Opak akan bertindak sebagai pengarah teknis untuk memastikan kapasitas daya tampung sungai tetap ideal dan sesuai regulasi.

"Jadi nanti kolaborasi di situ. DPUPKP menyediakan dan mengoperasikan alat berat, kemudian teman-teman kami yang juru ukur sungai juga bisa bantu turun," katanya.

Vicky menegaskan, karena kewenangan pengelolaan sungai berada di bawah balai, DPUPKP Kota Yogyakarta tinggal mengajukan izin resmi untuk memulai pengerjaan.

Setelah merampungkan penataan sepanjang lebih kurang 500 meter di aliran Sungai Winongo, fokus normalisasi berikutnya adalah menyasar Sungai Code. 

Salah satu target area yang dibidik ialah aliran yang membentang sepanjang 1,5 kilometer, mulai dari kawasan batas kota di utara Hotel Tentrem hingga Jembatan Kewek.

​Dari hasil pemetaan langsung di lapangan, kondisi kedalaman Sungai Code saat ini sangat beragam, mulai dari yang hanya sebatas mata kaki, selutut, hingga mencapai kedalaman 2 meter.

​"Yang kedalaman 2 meter ini mungkin yang kalau nanti ada alat bergerak kita ratakan yang dalam jadi agak landai. Lalu, yang terlalu cetek (dangkal) bisa diperdalam dan ditata di samping lagi," jelas Vicky. 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.