Amalan Wanita Haid Pengganti Puasa Tarwiyah dan Arafah, Ustadz Adi Hidayat Beri Penjelasan 
M.Risman Noor May 22, 2026 05:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID - Meski sedang haid, Ustadz Adi Hidayat paparkan ibadah yang bisa diamalkan untuk mengganti puasa tarwiyah dan arafah bagi muslimah.

Ibadah ini bisa dijalankan untuk mendapat keberkahan menjelang Idul Adha 1447 H.

Puasa tarwiyah dilakukan 8 Zulhijah atau 2 hari sebelum Idul Adha. 

Sementara untuk puasa Arafah dilaksanakan 1 hari sebelum Idul Adha, tepatnya 9 Zulhijah.

PP Muhammadiyah dan Pemerintah kompak menetapkan Idul Adha 1447 Hijriah bertepatan dengan 27 Mei 2026.

Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada 8 Zulhijjah (25 Mei 2026) dan puasa Arafah di tanggal 9 Zulhijjah (26 Mei 2026).

Lalu amal shaleh apa yang harus diperbanyak untuk mendapatkan pahala? 

Baca juga: Jembatan di Desa Hujan Mas Balangan Ambruk, Begini Nasib Warga di Atas Jembatan Saat Insiden

Baca juga: Buruh Sampaikan Aspirasi soal Outsourcing, DPRD Kalsel Buka Jalur Komunikasi ke Pusat

Menurut Ustadz Adi Hidayat, yang harus diperbanyak adalah selain berpuasa, melakukan banyak shalat sunnah di setiap kesempatan serta zikir dan bershalawat.

"Perbanyaklah shalat sunnah selain shalat fardhu, seperti shalat qobliyah, shalat badiah, shalat syuruq, shalat dhuha, shalat tahajud," jelas Ustadz Adi Hidayat dalam ceramahnya.

Lalu bagaimana dengan wanita yang mengalami haid di bulan Dzulhijjah dan tidak bisa melaksanakan Puasa Tarwiyah dan Puasa Arafah?

"Meski demikian amalan rutin yang dikerjakan saat suci itu dihitung. Maka berbahagialah muslimah-muslimah yang dalam keadaaan bersuci memperbanyak amal shaleh seperti Rajin puasa sunnah, shalat sunnah, baca Alquran."

"Maka ketika dia sedang haid dan tidak bisa mengerjakan amalan itu maka tetap dicatat pahalanya. Dalilnya jelas dari sahabat Rasulullah, Abu Hurairah mengatakan Jika seorang hamba tengah sakit atau semisal seperti orang sakit atau bahkan dalam kondis safar yang menjadikan ia sulit menjalankan amal seperti sebelumnya dalam keadaan sehat maka walaupun tidak mengerjakan tetap dituliskan pahalanya sempurna seperti saat dia mengerjakan," jelas Ustaz Adi Hidayat (UAH).

Maka dari itu, imbuh UAH, maka manfaatkan amalan lain dengan banyak berzikir, minta ampunan pada Allah SWT memperbanyak istighfar : Astaghfirullah hal adzim, belajar dari tafsir, belajar tajwid, belajar hadist. 

"Jadi pahalanya makin dapat lagi dengan semua ini. Dan juga tidak menghalangi untuk membeli hewan kurban kalau memungkinkan," tutur UAH.

Lalu perbanyaklah shalawat pada Nabi Muhammad SAW. 

Berikut bacaan sholawat Nabi Muhammad SAW, serta manfaat bagi orang yang mengucapkannya.

Umat Islam dianjurkan memperbanyak membaca sholawat, sebagai implementasi dari kepatuhan menjalankan seruan Allah SWT dalam Al-Quran surat Al-Ahzab ayat 56.

Baca juga: Siswi MTsN 2 Sei Tabuk HST Tewas Tersetrum Saat Hendak Mandikan Adik, Polisi Lakukan Penyelidikan

Ayat tersebut berbunyi :

إِنَّ ٱللَّهَ وَمَلَٰٓئِكَتَهُۥ يُصَلُّونَ عَلَى ٱلنَّبِىِّ ۚ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ صَلُّوا۟ عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًا

Innallāha wa malā`ikatahụ yuṣallụna 'alan-nabiyy, yā ayyuhallażīna āmanụ ṣallụ 'alaihi wa sallimụ taslīmā

Artinya:

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman! Bersholawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam dengan penuh penghormatan kepadanya.”

Dalam Tafsir Online Kementerian Agama termaktub Allah menurunkan ketentuan tentang etika bagi umat Islam ketika berinteraksi dengan istri-istri untuk menjaga kehormatan dan keagungan pribadi Rasulullah.

Dikutip dari sumsel.kemenag.go.id, di antara bukti keagungan beliau ialah sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bersholawat untuk Nabi

Sholawat dari Allah berarti memberi rahmat dan dari malaikat berarti memohonkan ampunan.

Bersholawatlah untuk Nabi, seperti dengan berkata:

“Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad.”

Artinya:

Ya Allah, berikanlah rahmat-Mu kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad.

Diriwayatkan dari Abu Sa'id al-Khudri, ia bertanya,

"Wahai Rasulullah, adapun pemberian salam kepadamu kami telah mengetahuinya, bagaimana kami harus membaca sholawat?"

Nabi menjawab, ucapkanlah:

"Allahumma shalli 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad kama shallaita 'ala Ibrahim wa 'ala ali Ibrahim innaka hamid majid.

Allahumma barik 'ala Muhammad wa 'ala ali Muhammad kama barakta 'ala Ibrahim wa 'ala ali Ibrahim innaka hamid majid.” (Riwayat al-Bukhari, Ahmad, an-Nasa'i, Ibnu Majah, dan lainnya).

(Banjarmasinpost.co.id/Danti Ayu)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.