Iran Bangkit! AS Kecolongan karena Teheran Berhasil Produksi Drone secara Massal selama Gencatan
Ilham Bintang Anugerah May 22, 2026 06:42 PM

- Amerika Serikat (AS) mulai menghadapi kekhawatiran baru setelah intelijen mereka menemukan bahwa Iran diam-diam membangun kembali kemampuan militernya selama masa gencatan senjata dengan Washington dan Israel.

Dikutip dari CNN, Iran telah memulai kembali sebagian produksi drone hanya beberapa pekan setelah gencatan senjata enam minggu dimulai pada awal April 2026.

Empat sumber yang mengetahui laporan intelijen AS mengatakan pemulihan kekuatan militer Iran berlangsung jauh lebih cepat dibanding perkiraan awal Pentagon.

Temuan tersebut memunculkan kekhawatiran baru di Washington karena sebelumnya AS dan Israel mengklaim serangan gabungan mereka berhasil melumpuhkan kemampuan pertahanan Iran untuk waktu yang lama.

Namun laporan intelijen terbaru justru menunjukkan Teheran mampu kembali mengaktifkan fasilitas produksi senjata dalam waktu relatif singkat.

“Pihak Iran telah melampaui semua tenggat waktu yang ditetapkan oleh komunitas intelijen untuk rekonstitusi,” kata seorang pejabat AS kepada CNN.

Iran Bangun Lagi Basis Militernya

Menurut laporan intelijen AS, Iran tidak hanya kembali memproduksi drone.

Teheran juga disebut mulai memindahkan dan mengganti lokasi peluncur rudal, memperbaiki sistem persenjataan utama, serta membangun kembali kapasitas manufaktur militer yang sebelumnya rusak akibat pemboman AS-Israel.

CNN melaporkan sebagian fasilitas industri pertahanan Iran ternyata masih bertahan sehingga proses pemulihan tidak dimulai dari nol.

Hal itu membuat kemampuan militer Iran pulih jauh lebih cepat dibanding prediksi awal Washington.

Sejumlah pejabat intelijen bahkan memperkirakan Iran dapat memulihkan penuh kemampuan serangan drone hanya dalam waktu sekitar enam bulan.

Kecepatan pemulihan itu dinilai mengejutkan Pentagon dan memunculkan pertanyaan besar mengenai efektivitas operasi militer besar-besaran yang sebelumnya dilakukan AS dan Israel.

Drone Jadi Ancaman Baru

Para pejabat AS kini menilai ancaman terbesar Iran justru berasal dari armada drone yang tetap bertahan setelah perang.

Menurut dua sumber intelijen yang dikutip CNN, sekitar 50 persen kemampuan drone Iran dilaporkan masih utuh meski perang berlangsung selama berminggu-minggu.

Selain itu, sebagian besar rudal jelajah pertahanan pantai Iran juga disebut tidak terkena serangan langsung karena bukan menjadi fokus utama operasi AS.

Kondisi tersebut memungkinkan Iran tetap memiliki kemampuan besar untuk mengancam jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz.

Jika perang kembali pecah, Iran diperkirakan dapat mengganti keterbatasan rudal balistik dengan serangan drone massal terhadap Israel maupun negara-negara Teluk sekutu AS.

Middle East Monitor melaporkan pemulihan cepat itu menunjukkan Iran masih menjadi ancaman strategis utama di kawasan Asia Barat.

(*)

# gencatan senjata # drone # Amerika Serikat # iran

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.