SOSOK Sabiq Bocah SD Viral Kritik Prabowo Soal Orang Desa Tak Pakai Dolar, Panen Pujian
Angel aginta sembiring May 22, 2026 05:54 PM

TRIBUN-MEDAN.COM - Sosok Sabiq siswa SD yang kritik Presiden Prabowo soal orang desa tak pakai dolar viral di media sosial.

Sosok Sabiq tengah menjadi sorotan setelah mengkritisi pernyataan Prabowo soal orang desa tak pakai dolar.

Perhatian publik semakin besar setelah video seorang siswa SD bernama Sabiq viral di berbagai platform media sosial.

Video tersebut pertama kali diunggah melalui akun Instagram @qanitachic dan langsung menarik perhatian warganet.

Banyak pengguna media sosial memberikan pujian karena cara Sabiq menyampaikan pendapat dinilai kritis dan mudah dipahami.

Dalam video itu, Sabiq membahas pelemahan nilai tukar rupiah dan kaitannya dengan kondisi ekonomi masyarakat sehari-hari.

Ia juga mempertanyakan anggapan bahwa kenaikan dolar tidak memiliki pengaruh terhadap warga yang tinggal di desa.

Pandangan tersebut kemudian memicu diskusi yang lebih luas mengenai dampak fluktuasi kurs terhadap kebutuhan pokok dan harga barang.

Sejumlah netizen menilai pernyataan Sabiq mencerminkan keresahan masyarakat terhadap kondisi ekonomi saat ini.

Viralnya video itu pun menjadikan isu nilai tukar dolar kembali ramai diperbincangkan di ruang publik.

Baca juga: Ancaman bagi Arsenal, Ousmane Dembele Pulih Siap Main di Final Liga Champions Arsenal vs PSG

"Emang benar ya, jika rupiah melemah dolar naik, tidak berdampak ke rakyat di desa?" ujar Sabiq.

Dengan bahasa sederhana, Sabiq menjelaskan bahwa banyak barang yang masuk ke Indonesia dibeli menggunakan dolar AS.

Karena itu, ketika nilai tukar rupiah melemah, harga kebutuhan masyarakat ikut naik.

Ia mengaku memahami persoalan tersebut dari pelajaran sekolah tentang inflasi dunia dan buku yang dibacanya mengenai ekonomi.

"Barang-barang yang masuk ke Indonesia itu dibeli dengan uang dolar," katanya.

Baca juga: TERKUAKNYA Modus Pimpinan Ponpes di Lubuklinggau Setubuhi Santriwati, Korban Diajak ke Kebun Sawit


Menurut Sabiq, dampak kenaikan dolar bisa dirasakan melalui naiknya harga BBM, obat-obatan, susu, hingga roti yang bahan bakunya masih bergantung dari impor.

Tak hanya itu, ia juga menyinggung sektor pertanian.

Menurutnya, harga pupuk ikut meningkat karena bahan bakunya berasal dari luar negeri sehingga biaya produksi petani menjadi lebih mahal.

"Harga pupuk naik karena bahan bakunya impor. Jadinya petani ngeluarin modal lebih mahal, otomatis harga beras makin mahal juga," jelasnya.

Di akhir penjelasannya, Sabiq menegaskan bahwa dampak pelemahan rupiah akan dirasakan seluruh masyarakat.

"Jadi, artinya jika rupiah melemah dan dolar naik, itu akan sangat berdampak ke seluruh rakyat Indoensia. Mau di desa ataupun kota walaupun mereka tidak pakai dolar," ucapnya.

Video tersebut langsung ramai diperbincangkan di media sosial.

Banyak warganet memuji cara berpikir kritis Sabiq meski masih duduk di bangku sekolah dasar.

Baca juga: Harry Maguire Terkejut Kabar Dirinya tak Dipanggil Timnas Inggris untuk Piala Dunia 2026

"Pinter kali anak ini," tulis @tsagustina2. 

"Keren banget sih dek," tulis @silentwarrior.

"Masya Allah, pinternya kamu dek," tulis@jryusmn_

"Artikulasi sangat jelas," tulis @infosimoraya.

Hal ini disampaikan saat sambutan meresmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur pada Sabtu (16/5/2026).

"Sekarang ada yang selalu, entah apa saya enggak mengerti ya.

Sebentar-sebentar Indonesia akan collaps, akan keos, akan apa ya kan? Rupiah begini, rupiah begitu apa? dolar begini, dolar. 

Orang rakyat di desa enggak pakai dolar kok. Iya kan?" ujar Prabowo.

*/tribun-medan.com

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.