TRIBUNPAPUABARAT.COM, FAKFAK – Bupati Kabupaten Fakfak, Samaun Dahlan, memimpin langsung audiensi percepatan investasi sektor minyak dan gas (migas) bersama masyarakat dan para tokoh di Gedung Wintder Tuare, Jumat (22/5/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Bupati Samaun mengajak seluruh pihak untuk berdiskusi terbuka demi kelancaran investasi.
“Mari sama-sama kita diskusi, sehingga ke depan tidak ada hambatan. Saya selalu bilang harus siapkan hati yang baik untuk masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Bupati optimis masuknya investasi migas akan meningkatkan pendapatan daerah.
Fakfak ditargetkan menjadi salah satu kabupaten dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tertinggi di Tanah Papua.
“Hari ini harus ada kesepakatan untuk memulai investasi di Kabupaten Fakfak,” tegasnya.
Baca juga: Bupati Samaun Dahlan Ungkap Potensi Migas di Fakfak Capai 78,8 Triliun Kubik Feet
Dalam pertemuan itu, Pemkab Fakak memaparkan potensi migas di wilayah itu, yakni: Blok Gaea I: 9,6 miliar barel minyak (BBO) dan 71,8 triliun kaki kubik (TCF) gas.
Selanjutnya, Blok Gaea II: 8,5 miliar barel minyak (BBO) dan 35,1 triliun kaki kubik (TCF) gas.
Bupati menekankan pentingnya dukungan percepatan investasi, khususnya melalui survei seismik di wilayah Arguni, Blok Gaea I, dan Gaea II.
Dalam kesempatan itu, Bupati Samaun juga menyampaikan informasi mengenai kedatangan struktur anjungan lepas pantai (jacket migas) pertama untuk proyek Tangguh UCC.
Konstruksi seberat hampir 1.000 ton tersebut diberangkatkan dari Karimun, Kepulauan Riau, pada awal Mei 2026 dan kini sedang menempuh perjalanan laut sejauh 5.800 km menuju Fakfak.
Audiensi dihadiri oleh unsur Forkopimda, dewan adat, kepala OPD terkait, Lembaga Masyarakat Adat (LMA), tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh adat, para raja, serta staf khusus bupati.