Jakarta (ANTARA) - PT Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP) kembali mencatatkan pertumbuhan kinerja yang signifikan yakni berhasil membukukan kenaikan laba bersih hingga 174 persen secara tahun ke tahun (year on year/YoY) sebesar Rp67,04 miliar pada 2025..

"Pencapaian laba bersih pada tahun buku 2025 menjadi indikator bahwa PT JIEP memiliki fondasi bisnis yang kuat dan mampu menjaga kinerja perusahaan secara berkelanjutan," kata Direktur Utama PT JIEP Dharma Satriadi di Jakarta, Jumat.

Capaian tersebut disampaikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan Tahun Buku 2025. Dalam laporan kinerjanya, perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp67,04 miliar di luar revaluasi aset, sementara jika termasuk revaluasi aset, laba bersih perusahaan mencapai Rp367,51 miliar.

Tak hanya laba, PT JIEP juga mencatat pertumbuhan pendapatan usaha sebesar 20 persen menjadi Rp239,37 miliar.

Selain itu, total ekuitas perseroan turut meningkat sebesar 5,9 persen menjadi Rp6,15 triliun, yang dinilai mencerminkan fundamental perusahaan semakin kuat dan berkelanjutan.

Menurut Dharma, pencapaian tersebut merupakan hasil konsistensi perusahaan dalam menjalankan strategi bisnis dan transformasi kawasan industri secara berkelanjutan.

"Sebagai kawasan industri pertama di Indonesia, kami tidak hanya berfokus pada pencapaian finansial, tetapi juga memastikan bahwa keberadaan kawasan memberikan nilai tambah bagi pertumbuhan ekonomi nasional dan mendukung Jakarta sebagai kota global yang menjadi pusat bisnis, investasi, dan industri," jelasnya.

PT JIEP terus mempercepat transformasi kawasan melalui pengembangan infrastruktur, digitalisasi layanan, implementasi teknologi informasi hingga penguatan tata kelola perusahaan dan penerapan prinsip keberlanjutan.

Sepanjang 2025, perseroan merealisasikan sejumlah program strategis guna meningkatkan daya saing kawasan industri. Beberapa di antaranya yakni pengembangan sistem digital tenant, pemanfaatan aplikasi database tenant, pembangunan command center, penguatan fasilitas kawasan, optimalisasi pengelolaan limbah, serta implementasi energi baru terbarukan (EBT).

Selain fokus pada kinerja bisnis, PT JIEP juga mencatat peningkatan dalam aspek tata kelola perusahaan. Perseroan berhasil meraih skor "Good Corporate Governance" (GCG) sebesar 87,281 dengan predikat "Sangat Baik". Nilai tersebut meningkat 1,1 poin dibandingkan skor tahun 2024 yang berada di angka 86,137.

Tak hanya itu, penguatan kinerja perusahaan juga tercermin dari hasil penilaian tingkat kesehatan perusahaan yang dilakukan oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia. PT JIEP memperoleh peringkat idA-/Stable atau Single A Minus dengan prospek stabil dan kategori sehat.

PT JIEP pun optimistis dapat terus meningkatkan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Jakarta dan Indonesia melalui pengembangan kawasan industri modern, terintegrasi, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Dia menilai kawasan industri tidak hanya menjadi lokasi aktivitas bisnis, tetapi juga berperan sebagai motor penggerak ekonomi nasional.

"PT JIEP akan terus bertransformasi untuk menghadirkan kawasan industri yang semakin modern, produktif, dan memberikan manfaat bagi masyarakat, dunia usaha, serta pembangunan Jakarta dan Indonesia," kata Dharma.