TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Persib Bandung akan menghadapi Persijap Jepara, di laga pamungkasnya pada Super League Indonesia 2025/2026, di Stadion GBLA atau Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Sabtu (23/5/2026).
Persib Bandung tidak boleh terdistraksi oleh kabar absennya pemain inti Malut United saat menghadapi Borneo FC.
Cara terbaik bagi Maung Bandung untuk mengunci gelar juara Super League 2025/2026 secara terhormat adalah dengan fokus memenangkan laga mandiri melawan Persijap Jepara di Stadion GBLA, Sabtu (23/5/2026
Asep Sumantri, pemain yang turut Persib juara di musim 1994 memberikan analisanya untuk laga Persib vs Persijap yang kick off pukul 16:00 WIB.
Berikut analisanya.
Di laga penentu ini, diharapkan Bobotoh dukung saja dulu pertandingan hingga akhir, dengan cara baik, jangan bikin masalah, mendukung sebagai Bobotoh sejati.
Untuk tim Maung Bandung yang berlaga, jangan mengharapkan dari tim lain, yang penting konsentrasi pertandingan, fokus, untuk mendapatkan kemenangan.
Anggaplah Borneo menang saat lawan Malut United, jadi Persib juga harus menang, meski seri juga tetap juara, tapi terasa gak enak menutup kompetisi dengan hasil seri apalagi main di kandang.
Sebab memang dengan hasil seri saja Persib sudah juara karena Persib berada di puncak klasemen dengan poin 78, sedangkan Borneo berada di posisi kedua dengan poin 76.
Meski jika melihat kondisi, peluang juara bagi Persib, lebih besar daripada gagal, tapi kan tak tahu di lapangan bagaimana. Sehingga, pemain Persib harus tetap fokus sepanjang laga.
Di pertandingan terakhir ini Persib harus mendapat poin penuh, menutup kompetisi dengan kemenangan, untuk menyempurnakan gelar juara dan rekor hattrick.
Diharapkan mudah-mudahan Bobotoh tetap kondusif jaga keamanan, kenyamanan, santun, untuk mendukung Persib hingga jadi juara.
Berikutnya berikan lah kesempatan bagi para pemain, setelahnya Persib juara untuk mengangkat piala di podium yang telah disediakan di lapangan.
Jangan sampai ada yang berulah, seperti menyalakan flare dan lainnya, sehingga ceremony pindah seperti musim lalu.
Biarkan para pemain Persib bisa mengangkat piala di lapangan, seperti sebelumnya, tidak seperti musim lalu.
Supaya bisa dinikmati oleh semua, jika terjadi hal yang tak diinginkan, jadi kurang berkesan dalam ceremony juaranya.
Jadi saat ini, diharapkan Persib bisa memberikan poin yang terbaik, dan Bobotoh jangan euforia berlebih, hingga berulah dan akhirnya merugikan diri sendiri dan yang lainnya.
Kalau misalnya sudah ceremony pengangkatan piala, lalu konvoi ya konvoi dengan tertib. Menikmati dan bersukacita dengan kondusif.
Amit-amit kalau kalah oleh Persijap karena masih ada kemungkinan, mungkin bisa jadi lebih para saat AFC Champions League saat lawan Ratchaburi, setelah itu didenda dengan nominal yang sangat besar.
Jadi apapun hasilnya Bobotoh harus tetap kondusif, mudah-mudahan Persib bisa menutup kompetisi dengan kemenangan, dan bisa merayakannya bersama-sama.
Jika dibandingkan aura saat Persib mau juara, dulu pada 1994 dan sekarang, mungkin hampir sama antusiasnya tinggi, hanya beda zaman saja.
Mudah-mudahan pemain tetap fokus dan konsentrasi pada pertandingan, dan Bobotoh mendukungnya dengan kondusif, sehingga meraih kemenangan dan gelar juara.(*)
Baca juga: Prediksi Susunan Pemain Persib vs Persijap: Skuad Terbaik Maung Bandung Siap Amankan Trofi