Morgan Rogers Ungkap Cara Thomas Tuchel Mempersiapkan Timnas Inggris Menuju Piala Dunia 2026
Budi Santoso May 23, 2026 01:24 AM

Bintang Inggris Morgan Rogers menjadi salah satu pemain kunci Thomas Tuchel dan bertekad memimpin Timnas Inggris di Piala Dunia mendatang.

Morgan Rogers mengungkapkan tuntutan taktik dari Thomas Tuchel menjelang Piala Dunia 2026.

Rogers telah menjadi pemain reguler di skuad Inggris sejak Tuchel mengambil alih posisi pelatih pada tahun 2025, tampil di hampir semua pertandingan di bawah asuhan pelatih asal Jerman itu saat The Three Lions melaju mulus lolos ke Piala Dunia 2026 pada musim gugur.

Dalam wawancara eksklusif dengan FourFourTwo, pemain Aston Villa tersebut menjelaskan bagaimana Tuchel, yang dikenal sebagai pelatih dengan banyak gelar, menyiapkan timnya secara taktis.

Sebagai salah satu kisah sukses terbesar di era Tuchel sejauh ini, Rogers membeberkan apa yang dikatakan Tuchel kepadanya dalam percakapan awal ketika pelatih itu baru ditunjuk menukangi Inggris.

“Dia mengatakan agar saya menjadi diri sendiri – sama seperti kepada semua pemain lain: dia ingin kami menunjukkan siapa diri kami, menunjukkan alasan kenapa kami pantas berada di sini, dan bermain dengan kebebasan,” ujar pemain bernomor punggung 10 itu. “Dia tidak benar-benar memberi tahu kami bagaimana harus bermain, tapi lebih kepada memberi kami ide dan struktur, serta mempersiapkan kami untuk pertandingan.”

“Pada akhirnya, para pemainlah yang harus memperlihatkan apa yang kami lakukan di klub masing-masing – kami semua bermain di level tinggi baik di liga domestik maupun kompetisi Eropa, dan itulah alasan kami masuk skuad Inggris. Jadi, tugas kami adalah meniru performa itu dan menyatu sebagai tim, yang belakangan ini kami lakukan dengan sangat baik.”

Rogers kini menjadi bagian penting dari tim Inggris, tampil secara konsisten selama 18 bulan terakhir, sementara beberapa pemain lain seperti Jude Bellingham dan Cole Palmer sempat terkendala cedera atau performa kurang stabil pada periode yang sama.

“Dia memiliki kumpulan talenta luar biasa untuk dipilih, dan saya tidak akan mau berada di posisinya, karena kualitas pemain begitu tinggi dan perbedaannya sangat tipis antara siapa yang dipanggil dan siapa yang tidak,” ujar pemain Villa tersebut.

“Dia pasti kesulitan mencari alasan kenapa satu pemain masuk dan lainnya tidak, karena semuanya sangat ketat.”

“Tapi saya hanya berusaha melakukan apa yang bisa saya lakukan – menunjukkan kemampuan saya, berusaha menjadi pemain terbaik di setiap pertandingan, bekerja keras untuk tim, memberikan segalanya, dan menjalankan instruksi yang diberikan. Setelah itu, apapun hasilnya nanti, saya bisa menerimanya.”

Dengan Piala Dunia yang tinggal menghitung bulan, Rogers kini menargetkan tempat dalam rencana Tuchel pada musim panas ini di seberang Atlantik. Ia juga menyebut dalam wawancara dengan FourFourTwo bahwa turnamen tersebut tetap menjadi “puncak dari dunia sepak bola”.

“Sejak kecil, saya menonton semua turnamen bersama orang tua dan keluarga saya – yang paling saya ingat adalah Piala Dunia di Afrika Selatan, dengan euforia yang terasa di seluruh negeri, bagaimana semua orang bersatu,” ucapnya.

Inggris akan menghadapi Selandia Baru dalam laga persahabatan berikutnya sebelum memulai perjalanan mereka di Piala Dunia melawan Kroasia di Stadion AT&T, Arlington, pada 17 Juni.

Morgan Rogers berbicara dalam kunjungan ke toko flagship pertama PUMA di Eropa, yang berlokasi di Oxford Street, London.

Chris Flanagan, Penulis Senior

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.