Warisan Bersejarah Pep Guardiola di Manchester City, Jangan Tanya Alasan Kepergianku
Dwi Setiawan May 23, 2026 07:24 AM

 

TRIBUNNEWS.COM - Manchester City telah mengonfirmasi secara resmi bahwa Pep Guardiola akan meninggalkan jabatannya sebagai pelatih akhir musim 2025/2026.

Setelah hampir 10 tahun bekerjasama, era Guardiola melatih Manchester City akhirnya sudah berakhir.

Berbagai warisan luar biasa pun telah diukir Guardiola selama satu dekade melatih tim biru langit ini.

Jika menengok ke belakang, kedatangan Guardiola ke Manchester City pada Juli 2016, kian mempertegas ambisi klub ini.

Setelah berhasil memenangkan gelar Liga Inggris era pelatih Roberto Mancini dan Manuel Pellegrini.

Kedatangan Guardiola yang telah meraih kesuksesan besar bersama Barcelona dan Bayern Munchen, kian mempertegas ambisi The Citizens.

Dengan gelontoran dana yang melimpah.

Manchester City seakan ingin menjadikan Guardiola sebagai tokoh utama yang membawa timnya berjaya.

Benar saja, selama hampir 10 tahun mengabdi bersama Manchester City, ada berbagai warisan luar biasa yang ditorehkan pelatih asal Spanyol tersebut.

Pelatih Manchester City Pep Guardiola memberi tepuk tangan kepada para penggemar di lapangan setelah pertandingan Liga Inggris antara Leicester City vs Manchester City di Stadion King Power di Leicester, Inggris pada 29 Desember 2024. Man City memenangkan pertandingan dengan skor 2-0.
Pelatih Manchester City Pep Guardiola memberi tepuk tangan kepada para penggemar di lapangan setelah pertandingan Liga Inggris antara Leicester City vs Manchester City di Stadion King Power di Leicester, Inggris pada 29 Desember 2024. Man City memenangkan pertandingan dengan skor 2-0. ((Darren Staples / AFP))

Berbagai rekor mentereng, bersejarah, hingga gelar bergengsi telah dipersembahkan Guardiola selama masa baktinya di Stadion Etihad.

Dari sisi rekor, salah satu catatan bersejarah yang diukir Guardiola ialah mampu membawa Manchester City meraih gelar juara Liga Inggris dalam empat musim beruntun.

Sebelumnya, belum pernah ada klub Inggris yang berhasil meraih trofi Liga Inggris dalam empat musim berturut-turut.

Dan catatan itu akhirnya dipecahkan Guardiola saat membawa Manchester City memenangkan gelar Liga Inggris dalam empat edisi beruntun, mulai tahun 2021-2024.

Guardiola juga pernah membawa Manchester City berjaya dengan meraih treble winners pada musim 2022/2023.

Pelatih asal Spanyol itu mengikuti jejak Sir Alex Ferguson yang sebelumnya menjadi satu-satunya pelatih klub Inggris yang bisa meraih treble.

Tepatnya saat ia masih melatih Manchester United pada musim 1998/1999.

Ada pula beberapa rekor lain yang menjadi bukti magis Guardiola sebagai pelatih Manchester City.

BERIKAN INSTRUKSI - Momen Pep Guardiola (tengah) memberikan instruksi kepada pemainnya pada Final Piala FA 2025/2026 antara Chelsea vs Manchester City di Stadion Wembley, London, Inggris pada Sabtu (16/5) malam WIB.
BERIKAN INSTRUKSI - Momen Pep Guardiola (tengah) memberikan instruksi kepada pemainnya pada Final Piala FA 2025/2026 antara Chelsea vs Manchester City di Stadion Wembley, London, Inggris pada Sabtu (16/5) malam WIB. (Manchester City)

Contohnya, Guardiola pernah membuat Manchester City tampil menggila, bisa tembus 100 poin dalam mengarungi kompetisi Liga Inggris musim 2017/2018.

Guardiola juga menorehkan catatan gila sebagai pelatih tercepat yang meraih 100, 150, 200, dan 250 kemenangan di Liga Inggris.

Namanya juga tercatat sebagai pelatih pertama yang bisa membawa timnya melaju ke semifinal Piala FA, dalam delapan edisi secara beruntun.

Lalu, dalam urusan trofi, setidaknya ada 20 gelar juara yang telah dimenangkan Guardiola sejak melatih Manchester City.

Adapun rincian gelar yang telah dimenangkan Guardiola antara lain 6x juara Liga Inggris, 1x Liga Champions, 1x Piala Super Eropa, 1x Piala Dunia Antarklub, 3x Piala FA, 5x Piala Carabao, dan 3x Community Shield.

Kini, setelah berjasa membawa Manchester City berjaya, Guardiola akhirnya menyudahi pengabdiannya di Stadion Etihad.

Para pemain Manchester City merayakan di atas panggung dengan trofi mereka setelah parade kemenangan bus atap terbuka untuk kemenangan Piala Eropa, Piala FA, dan Liga Premier mereka, di Manchester, Inggris utara pada 12 Juni 2023. Manchester City akhirnya mencicipi kejayaan Liga Champions pada hari Sabtu sebagai gol babak kedua Rodri memberi favorit kemenangan 1-0 atas Inter Milan di final yang menegangkan, memungkinkan tim Pep Guardiola menyelesaikan treble yang luar biasa. Setelah mengklaim gelar Liga Premier kelima dalam enam musim, dan menambahkan Piala FA, City adalah klub Inggris pertama yang memenangkan treble sejak Manchester United pada 1999. (Photo by Oli SCARFF / AFP)
Para pemain Manchester City merayakan di atas panggung dengan trofi mereka setelah parade kemenangan bus atap terbuka untuk kemenangan Piala Eropa, Piala FA, dan Liga Premier mereka, di Manchester, Inggris utara pada 12 Juni 2023. Manchester City akhirnya mencicipi kejayaan Liga Champions pada hari Sabtu sebagai gol babak kedua Rodri memberi favorit kemenangan 1-0 atas Inter Milan di final yang menegangkan, memungkinkan tim Pep Guardiola menyelesaikan treble yang luar biasa. Setelah mengklaim gelar Liga Premier kelima dalam enam musim, dan menambahkan Piala FA, City adalah klub Inggris pertama yang memenangkan treble sejak Manchester United pada 1999. (Photo by Oli SCARFF / AFP) (AFP/OLI SCARFF)

Dalam momen perpisahannya, Guardiola menyebut keputusan untuk pergi, menjadi bukti bahwa tidak ada yang abadi di dunia ini.

Termasuk menyoal jabatannya sebagai pelatih di Manchester City.

Meskipun demikian, Guardiola percaya sepenuhnya bahwa keputusan yang ia ambil merupakan bagian dari perjalanan hidupnya.

"Betapa indahnya waktu yang telah kita lalui bersama, jangan tanya alasan kepergianku, tidak ada alasan, karena jauh di lubuk hatiku, aku tahu ini waktuku," ungkap Guardiola dilansir laman Manchester City.

"Tidak ada yang abadi, jika ada, aku pasti sudah disini,"

"Yang abadi ialah perasaan, orang-orang, kenangan dan cinta yang kumiliki untuk tim ini," tukasnya.

Baca juga: Era Baru Manchester City Tiba, Enzo Maresca Sah Pewaris Takhta Pep Guardiola di Etihad

Laga melawan Aston Villa pada pekan terakhir Liga Inggris yang berlangsung Minggu (24/5/2026) dipastikan akan menjadi laga pamungkas Guardiola sebagai pelatih.

Sayangnya, laga tersebut sudah tidak berarti apa-apa bagi Manchester City, karena mereka sudah dipastikan gagal memenangkan gelar Liga Inggris musim ini.

Hasil imbang 1-1 melawan Bournemouth pada laga terakhir, mengakhiri harapan Manchester City untuk menyalip Arsenal di jalur juara.

Meskipun gagal juara Liga Inggris, Manchester City setidaknya mampu memenangkan trofi Piala Carabao dan Piala FA di musim terakhir Guardiola melatih.

Sebagai gantinya, nama Enzo Maresca akan menjadi penerus warisan Guardiola di Manchester City.

(Tribunnews.com/Dwi Setiawan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.