Tamangapa Paling Ideal Jadi Lokasi PSEL Makassar
Sudirman May 23, 2026 11:22 AM

TRIBUN-TIMUR.COM — Pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Tamangapa menjadi opsi paling realistis untuk menjawab darurat sampah di Kota Makassar.

Hal itu mengemuka saat program Bincang Kota Tribun Timur bertajuk “PSEL Tamangapa, Atasi Darurat Sampah Tanpa Sumpah Serapah Warga”, Jumat (22/5/2026).

Kepala DLH Makassar Helmy Budiman, kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa saat ini sudah sangat memprihatinkan karena telah beroperasi sejak 1992-1993 dengan volume sampah mencapai 800 hingga 900 ton per hari.

“Makassar memang butuh penanganan sampah secara serius dan itu membutuhkan dukungan serta sinergi semua pihak,” ujar Helmy.

Pemerintah Kota Makassar sebelumnya telah menjalin kerja sama dengan PT Sarana Utama Sinergi (SUS) dalam proyek PSEL berdasarkan Perpres 35 Tahun 2018.

Awalnya lokasi proyek disepakati berada di Tamalanrea. Namun dalam perjalanan, terdapat sejumlah kendala teknis dan regulasi yang membuat rencana tertunda.

Baca juga: Kurangi Sampah ke TPA, Camat Biringkanaya Siapkan 5 TPS3R Aktif

“Seiring berjalannya waktu, ada beberapa persyaratan yang belum memenuhi kaidah sehingga ditunda. Kemudian muncul Perpres 109 Tahun 2025 yang mengubah skema pembiayaan,” jelasnya.

Helmy mengatakan, aturan terbaru membuat pembiayaan PSEL menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, berbeda dengan skema sebelumnya yang melibatkan pembiayaan pemerintah daerah.

Meski demikian, pada 4 April 2026, Pemprov Sulsel bersama Pemerintah Kota Makassar, Kabupaten Gowa, dan Maros telah menandatangani nota kesepahaman bersama terkait pengembangan PSEL regional.

“Artinya PSEL ini bukan hanya milik Makassar, tetapi juga menjadi solusi bersama dengan dukungan Pemprov Sulsel,” katanya.

Namun hingga kini, pemerintah belum menetapkan secara resmi apakah lokasi akhir proyek berada di Tamalanrea atau kembali ke Tamangapa.

Helmy mengakui, secara teknis Tamangapa memang lebih memungkinkan karena dekat dengan TPA eksisting dan mendukung sistem pengolahan sampah terintegrasi.

“Kita berharap mudah-mudahan ada harapan baru bahwa lokasi dikembalikan ke Tamangapa mengingat banyak pertimbangan teknis,” ujarnya.

Ia juga menegaskan target pembangunan PSEL cukup mendesak.

“Deadline paling lambat September sudah groundbreaking pembangunan PSEL,” kata Helmy.

 

 

 



© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.