Trump Klaim Iran Sangat Ingin Berdamai, Washington Tetap Ambil Sikap Keras terhadap Teheran
Dedhi Ajib Ramadhani May 23, 2026 01:11 PM

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan Iran sangat ingin mencapai kesepakatan dengan Washington di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump saat menghadiri pelantikan Ketua Federal Reserve baru, Kevin Warsh, di Gedung Putih, Jumat (22/5/2026).

Dalam kesempatan itu, Trump juga menyinggung kekuatan militer Amerika Serikat yang disebutnya sebagai yang terbesar di dunia.

Ia mengaku sempat membahas hal tersebut dengan Presiden China Xi Jinping.

Namun, menurut Trump, Xi tidak sepenuhnya setuju dengan pandangannya mengenai kekuatan militer AS.

“Kami memiliki militer terbesar di dunia. Saya bersama Presiden Xi dan saya berkata kepadanya bahwa kami memiliki militer terbesar di dunia dan dia sebenarnya tidak setuju. Kami mengadakan pertemuan besar. Dia sebenarnya tidak setuju dengan saya tentang hal itu, saya akan memberi tahu Anda, tetapi kami benar-benar melakukannya," katanya.

Trump kemudian menyoroti langkah Amerika Serikat terhadap Venezuela dan Iran.

Ia menyebut Iran sangat ingin membuat kesepakatan dengan AS.

Meski demikian, Washington disebut tetap memberikan tekanan keras terhadap Teheran.

Menurut Trump, langkah tersebut dilakukan karena Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.

Trump menegaskan Amerika Serikat tidak memiliki pilihan lain selain mengambil tindakan tegas terhadap Iran.

“Apa yang kami lakukan di Venezuela, Anda lihat. Apa yang telah kita lakukan terhadap Iran. Iran sangat ingin membuat kesepakatan, kita akan melihat apa yang terjadi, tetapi kita memukul mereka dengan keras dan kita tidak punya pilihan karena Iran tidak dapat memiliki senjata nuklir. Mereka tidak bisa memilikinya,” dia menambahkan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.