BANJARMASINPOST.CO.ID - Ucapan Chef Juna picu pro dan kontra, iklim dan budaya kerja di Indonesia dibahas.
Sosok Chef Juna dikenal luas sebagai salah satu juri ajang kompetisi memasak, MasterChef Indonesia.
Dipercaya bertahun-tahun menjadi juri, Ia jelas sudah memiliki segudang pengalaman dan merasakan asam garam industri kuliner.
Chef Juna memang diketahui memiliki jejak karier mentereng di luar negeri.
Selama belasan tahun Ia pernah merasakan bekerja di Amerika Serikat sebelum pulang ke Indonesia dan jadi Executive Chef di salah satu restoran ternama di tanah air.
Pengalamannya di luar negeri itu lantas memunculkan perspektif tersendiri bagi Chef Juna dan kini turut dibawanya ke Indonesia.
Tanpa basa-basi, Chef Juna menilai, iklim kerja khususnya di bidang industri kuliner profesional di Indonesia masih banyak kekurangan.
Hal itu diutarakan Chef Juna kala hadir di podcast Youtube Raditya Dika.
Dalam obrolan itu, Chef Juna menyinggung pengalaman terkait seorang karyawan yang meminta izin tidak masuk kerja karena menjaga anak yang sakit.
Pernyataan tersebut kemudian ditafsirkan sebagian publik sebagai kritik terhadap pekerja yang dianggap terlalu bergantung pada alasan keluarga, hingga memunculkan anggapan bahwa SDM saat ini lebih "manja".
Cuplikan pembicaraan itu lantas ramai di media sosial hingga memunculkan perdebatan.
Sebagian warganet mengecam pandangan Chef Juna karena dinilai kurang empati terhadap peran ayah dalam mengurus anak, terutama saat kondisi darurat.
Buntut dari ramainya kritik, Chef Juna bahkan disebut membatasi kolom komentarnya di Instagramnya, @junarorimpandeyofficial.
Baca juga: Penyakit yang Diderita Ayah Virzha Sebelum Meninggal Dunia, Pesan Terakhirnya Bikin Haru
Menanggapi komentar tersebut sekaligus polemik yang berkembang, Chef berusia 50 tahun ini memberi respons singkat.
Pemilik nama asli Junior John Rorimpandey ini mengisyaratkan bahwa banyak orang tidak menangkap utuh maksud dari pernyataan yang disampaikannya dalam podcast tersebut.
"Banyak yang tidak mendengar dengan baik," balas Chef Juna, dikutip Sabtu (23/5/2026).
Perdebatan terkait pernyataan Chef Juna bermula saat dirinya hadir dalam podcast milik Raditya Dika dan membahas tantangan menjalankan bisnis kuliner, khususnya tekanan kerja di dapur profesional.
Dalam perbincangan itu, Juna menilai, industri kuliner tak hanya membutuhkan kemampuan memasak, tetapi juga disiplin tinggi serta komitmen terhadap tanggung jawab pekerjaan.
"Manja. SDM kita manja, firm manja," ucap Juna dengan nada tegas, dikutip, Sabtu (23/5/2026).
Ia kemudian menjelaskan bahwa pandangan tersebut merujuk pada lingkungan professional kitchen, yang menurutnya memiliki standar kerja berbeda dibanding bidang lain.
Berbekal pengalaman bekerja di restoran ternama di Jepang hingga Amerika Serikat, Juna menganggap budaya kerja di Indonesia masih cenderung lebih longgar.
"Memang orang kita agak manja, saya ngomong profesional kitchen ya," lanjutnya.
Juna juga menyoroti kondisi yang menurutnya kerap terjadi di dapur profesional, yakni ketika pekerja mendadak meminta izin karena urusan keluarga, termasuk saat anak sedang sakit.
Menurutnya, absennya satu orang dapat berdampak besar karena setiap posisi di dapur memiliki tanggung jawab spesifik yang saling berkaitan.
"Posisi dalam kitchen itu sudah megang tanggung jawab masing-masing, apalagi udah sekelas Chef de Partie, CDP, itu bisa loh pagi-pagi 'Chef sorry saya tidak bisa berangkat kerja, anak saya panas, sakit,'" ungkapnya.
Juna mengaku masih sulit memahami alasan tersebut, terutama jika kondisi keluarga dinilai masih bisa ditangani pihak lain di rumah.
"Call me heartless (sebut saja saya tak punya hati), yang sakit kan anaknya. Istrinya ada di rumah. Terus ngapain kamu ikut-ikutan di rumah? Emang kamu ikutan di rumah, anakmu sembuh gitu tiba-tiba?" katanya.
Ia berpandangan bahwa saat seseorang memilih bekerja secara profesional, maka tanggung jawab terhadap pekerjaan juga perlu menjadi prioritas.
Selain itu, Juna menilai izin mendadak berpotensi merugikan pekerja itu sendiri karena dapat memengaruhi pendapatan.
"Kenapa? Anak sudah sakit, perlu biaya pengobatan, kamu izin lagi tiba-tiba kan potong gaji. Itu kan bukan bagian dari cuti," jelasnya.
Untuk menggambarkan pentingnya peran setiap individu di dapur profesional, Juna membandingkannya dengan sebuah pertunjukan orkestra yang membutuhkan semua pemain agar berjalan seimbang.
"Chaotic. Karena profesional kitchen boleh disamakan dengan orkestra," ujar Juna.
"Masing-masing alat musik ada yang pegang, tiba-tiba yang megang flute enggak masuk, mau ngapain," lanjutnya.
Meski memiliki pandangan demikian, Juna mengaku tetap berusaha memahami kondisi tersebut karena budaya kerja di Indonesia berbeda dengan negara lain tempat ia pernah bekerja sebelumnya.
"Mau enggak mau, karena itu culture di sini," katanya.
"Jadi, agak berat juga," pungkasnya.
Dikenal sebagai sosok yang dingin di depan kamera, Chef Juna sempat disorot saat mengungkap sisi lain kehidupannya.
Berstatus sebagai seorang duda, Chef Juna Rorimpandey mengungkapkan secara gamblang perasaannya setelah berpisah dengan mantan istri pada 2009 silam.
Meski tak banyak yang tahu, Chef Juna kini mulai terbuka dengan kisah asmara masa lalunya.
Jurutama masak berusia 50 tahun tersebut memang sejak lama mengaku seorang duda.
Ia pernah menikah pada 2009 dan bercerai pada 2010 dengan seorang bule asal Amerika Serikat.
Chef Juna mengaku masih menyayangkan pernikahannya tak bisa bertahan lama.
Meski demikian, Chef Juna berpegang teguh tak ingin merasakan patah hati selama hidupnya.
Hal itu diungkap Chef kelahiran 20 Juli 1975 tersebut dalam siniar bersama Raditya Dika yang tayang 12 September 2025 lalu.
"Ceritakan tentang patah hati chef Juna," ucap Raditya Dika membacakan pertanyaan warganet.
"Jadi mengenai pacar ya?" sahut Chef Juna.
"Iyalah emang apalagi," terang Dika.
Secara terang, Chef Juna mengaku tak pernah patah hati.
Ia pun mengungkap perasaan masa lalu kala mengalami perceraian.
"Ya i dont know what patah hati is. Jadi saya lebih logika ya,"
"Memang saya pernah married dengan bule, kita pisah baik-baik, cerai dan lain sebagainya. Offcourse itu sangat disayangkan karena tidak bisa dilanjutkan, apakah sayang tidak lanjut? ya ada, tapi kalo sampe patah hati terus ga bisa makan, ga bisa makan, what the hell man. Gak ada!" tegas Chef Juna.
"Hidup itu simple, dengan segala kerumitan yang ada di luar, you only can control what you can control, selebihnya bodo amat," ucap Chef Juna dengan nada tegasnya.
"Jadi gini soal patah hati, apalagi yang ga worth it ya, anggap aja pacaran ama cewek matre, kita kecintaan, ditinggalin sama cowok yang lebih kaya, cowoknya patah hati? bego," sindir kekasih Citra Anidya tersebut.
"Kalau saya logika, my life was fine before i meet you. What make you think i cannot breath after without you. Gila, gue sebelum ketemu lu hidup gua baik-baik aja," lanjut Chef Juna.
Meski demikian, Chef Juna mengaku pasangan yang tepat tetap membuat hidup lebih berwarna dan berarti.
Namun jika berakhir dan harus merasakan patah hati, perasaan tersebut tak pernah ada di pikiran juri MasterChef Indonesia tersebut.
Chef Juna pernah mengungkapkan sosok mantan istrinya di hadapan Deddy Corbuzier pada November 2020 silam.
"I was married. I divorced in 2009 (Aku pernah menikah dan cerai di tahun 2009), gua pindah ke Indonesia tahun 2010," ucap Chef Juna.
"My ex wife is American, but we still good friend (Mantan istriku adalah orang Amerika, tapi kami masih berteman baik)," ucapnya lagi.
Menurut Chef Juna, pernikahan dengan wanita Amerika itu pupus lantaran sulit bertemu.
Pasalnya, Chef Juna dan sang mantan istri menekuni profesi yang sangat jauh berbeda.
"Gak pernah ketemu. Dia anesthesiologist. Dia kerja di cancer hospital number one in the world, MD Anderson (rumah sakit kanker nomor satu di dunia, MD Anderson)," ujarnya.
"Dia jam setengah lima harus sudah ke rumah sakit, jam 6 sore udah pulang, jam 8 udah tidur. Gua baru pulang jam 1 pagi. Dia berangkat pagi, gua baru bangun jam 8."
"Ya gak pernah ketemu, kasian juga. Akhirnya kita divorce (cerai) baik-baik. We still friends (Kami masih berteman)," pungkas Chef Juna.
(Banjarmasinpost.co.id/Tribunnews.com)