Ksatria Biru Damkartan Kota Jambi Raih Kepercayaan Publik Tertinggi
Heri Prihartono May 23, 2026 02:48 PM

TRIBUNJAMBI.COM- Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi berhasil meraih rating kepercayaan publik tertinggi di Kota Jambi.

Prestasi ini juga dibarengi dengan berbagai penghargaan tingkat nasional yang diraih tahun ini.

Keberhasilan ini tidak lepas dari komitmen Damkartan Kota Jambi sebagai garda terdepan dalam penanggulangan bencana dan penyelamatan.

Tidak hanya fokus pada pemadaman api, "Ksatria Biru", sebutan untuk personel Damkartan, juga bergerak aktif dalam berbagai aksi penyelamatan darurat, mitigasi risiko, serta edukasi pencegahan kebakaran sejak dini.

Kepala Dinas Damkartan Kota Jambi, Mustari Affandi, mengungkapkan bahwa tingginya kepercayaan masyarakat diraih berkat respons cepat dan pelayanan prima. Menurutnya, meskipun banyak permintaan masyarakat yang berada di luar Standar Operasional Prosedur (SOP), pihaknya tetap berupaya membantu dengan ikhlas.

 "Kita mempunyai respons itu 15 menit setelah diterimanya laporan. Apa pun keluhan masyarakat, pada jam 3 pagi, jam 5 subuh maupun 1x24 jam kita layani dalam artian kebutuhan mereka yang butuh layanan. Contohnya yang di luar SOP kita, ada yang minta pasangkan bola lampu, ada yang minta panen mangga, pernah dengar ada yang kesurupan juga ada," jelas Mustari.

Dalam hal fasilitas, Damkartan Kota Jambi saat ini memiliki 16 armada yang siaga. Mustari mengakui bahwa untuk mencapai response time di bawah 15 menit dengan jarak jangkau 7,5 kilometer, diperlukan penambahan pos pemadam.

Pihaknya telah mengajukan hibah pos pemadam kepada Gubernur Jambi untuk wilayah Angso Duo dan Pelayangan guna melindungi objek vital seperti rumah dinas, pusat perbelanjaan, dan rumah sakit.

Menghadapi musim kemarau, persiapan armada menjadi fokus utama. Damkartan memiliki bengkel dan mekanik bersertifikat sendiri untuk memastikan kendaraan selalu dalam kondisi prima. Terkait kerawanan, Mustari menyebut daerah padat penduduk seperti Jambi Kota Seberang dan Danau Sipin, serta kawasan perdagangan seperti Pasar Jambi, menjadi area yang rawan kebakaran.

Ia juga menyoroti penyebab utama kebakaran yang sering dikaitkan dengan korsleting listrik. Menurutnya, korsleting hanyalah akibat dari kelalaian masyarakat, seperti penggunaan peralatan listrik yang tidak standar, tidak adanya peremajaan jaringan instalasi, serta penambahan beban daya yang tidak sesuai dengan kapasitas. Selain itu, faktor alam di musim kemarau juga meningkatkan risiko, seperti pantulan sinar matahari pada kaca yang mengenai daun kering, serta kelalaian dalam membuang puntung rokok.

Draf Percakapan

Tribun Jambi: Ya, assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Tribunners apa kabarnya? Bersama saya Muhammad Yon Rinaldi, saat ini saya berada di kantor Dinas Damkartan Kota Jambi atau Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jambi. Di mana untuk diketahui, beberapa saat ini sering terjadi kebakaran yang cukup besar di Kota Jambi. Namun uniknya, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Jambi mendapatkan rating kepercayaan publik tertinggi di Kota Jambi saat ini. Nah, untuk itu kita akan mengupas tuntas apa saja yang dilakukan oleh Dinas Damkartan Kota Jambi sehingga mendapat kepercayaan publik di Kota Jambi hingga hari ini. Bersama saya Muhammad Yon Rinaldi, yuk ikutin!

Tribun Jambi: Benar, saat ini kita telah berada di kantor Damkartan Kota Jambi. Di mana kita ketahui tadi bahwa Damkar ini adalah OPD dengan tingkat kepercayaan tertinggi di masyarakat. Nah, bagaimana sepak terjangnya? Kita akan ngobrol sama Kadis Damkartan Kota Jambi, Mustari Affandi. Yuk!

Tribun Jambi: Halo, assalamualaikum Bang.

Mustari: Waalaikumsalam Bung Yon.

Mustari: Alhamdulillah.

Tribun Jambi: Alhamdulillah, kita akan mengulik itu Bang. Bagaimana cara Abang, sepak terjang Damkartan Kota Jambi sampai mampu berhasil seperti itu. Pertanyaan pertama, apa arti tugas Damkar bagi Abang dan tim di sini?

Mustari: Iya, untuk tugas pemadam kebakaran itu ada empat ya sebenarnya tugas pokoknya. Yaitu melakukan pencegahan kebakaran, oke, yaitu melalui sosialisasi edukasi dan penyuluhan di tengah masyarakat. Dan yang kedua adalah penanggulangan kebakaran. Yang ketiga adalah penyelamatan, baik penyelamatan kebakaran maupun non kebakaran.

Yang terakhir adalah penanganan bahan berbahaya dan beracun. Nah, Damkar sendiri memiliki sebutan Satria Biru. Oke.

Nah, Satria Biru ini adalah orang yang memiliki jiwa penolong, yang selalu garda terdepan di dalam mengalami kondisi pada saat kebakaran, penyelamatan, dia mampu mengorbankan jiwanya, wow, baik itu dalam kondisi apapun dan pantang pulang walaupun pada saat kebakaran sebelum padam. Ya pulang dengan selamat, pulang dengan cedera, dan pulang tinggal nama. Dan alhamdulillah moto yang tertanam, bukan darah biru ya tapi Satria Biru.

Tribun Jambi: Satria Biru Bang. Ini kan kepercayaan masyarakat tinggi sekali nih Bang saat ini. Apa yang Abang lakukan dan tim Abang lakukan sehingga tingkat kepercayaan masyarakat itu bisa begitu tinggi?

Mustari: Ya terima kasih Bung Yon ya. Kalau kita melihat sebenarnya berdasarkan Permendagri nomor 114 tahun 2018 tentang standar pelayanan minimal ya Dinas Pemadam Kebakaran memang banyak sekali khususnya selain pemadaman kebakaran tapi adalah penyelamatan. Nah, penyelamatan itu yang paling banyak sekali adalah non kebakaran.

Namun di luar itu adalah jauh dari standar operasional prosedur kita, iya. Tapi karena kepercayaan masyarakat kita butuh bantuan, ya kalau bahasa sekarang tuh dalam keadaan gercep ya, lebih cepat datang. Ya kita mempunyai respon itu 15 menit setelah diterimanya laporan. Alhamdulillah apapun ceritanya kita selalu mengingatkan kepada seluruh personil, bekerjalah dengan ikhlas.

Ya mungkin pahala yang akan kita dapatkan itu saja. Dan apapun keluhan masyarakat mau pada jam 3 pagi, jam 5 subuh maupun 1 kali 24 jam kita layani. Dalam artian kebutuhan mereka yang butuh layanan contohnya yang di luar SOP kita ada yang minta pasangkan bola lampu, ada yang minta panen mangga, pernah dengar ada yang kesurupan Bang? Nah itu juga ada. Itu pun di luar dari wilayah Kota Jambi oh.

Sehingga datang menjemput dan kebetulan juga memang ada anggota kita yang memiliki kemampuan untuk itu ya tidak ada salahnya kita membantu yang mereka di luar pun. Karena kita tidak melihat apakah itu kaya miskin apakah itu mereka ketika mereka membutuhkan pertolongan pemadam kebakaran Damkar ada di tengah-tengah mereka. Alhamdulillah pada saat itu ya korban itu dapat diselamatkan.

Tribun Jambi: Bang, untuk yang kesurupan ini kan tidak semua damkar di Indonesia ini ada timnya Bang ya. Ini kan kita nih di Jambi ni ada nih, ini memang dipersiapkan atau gimana atau bahkan ke depannya ini mau dikembangkan Bang sebenarnya?

Mustari: Bung Yon ya, heeh ini kebetulan itu ada namanya Pak Riman itu dia punya kemampuan ya seperti itu dan juga belajar dari salah satu perguruan ya mempunyai kemampuan jadi dan kebetulan pada saat itu beliau lagi piket. Oh, sehingga turun dan juga tidak ada spesialis khusus untuk Damkar untuk melakukan hal-hal seperti itu. Dan itu juga kebetulan pada saat waktu kita mengikuti skill kompetisi di Kota Palembang pada saat itu hari jam 11.00 siang memang ada yang kesurupan beliau hadir dan juga membantu yang kesurupan itu juga sembuh penonton pada saat.

Tribun Jambi: Jadi sudah lintas provinsi malahan! Ada rencana mau dibuat tim khusus nih Bang kita nerima laporan?

Mustari: Kita kita akan coba ya.

Tribun Jambi: Siap-siap Bang. Untuk peralatan Damkartan sendiri di Kota Jambi ini ini ini gimana Bang? Posnya apakah sudah tersebar merata peralatannya apakah sudah mencukupi? Ada berapa armada ya untuk Kota Jambi?

Mustari: Wilayah manajemen kebakaran sebenarnya kita memang respon time Damkar itu harus tercapai 15 menit ya ke bawah dengan jarak jangkau itu 7,5 km. Nah seharusnya kita harus nambah lagi beberapa pos. Kami kemarin sudah mengajukan juga kepada Pak Gubernur ya memang sudah ada pengajuan hibah di di Angso ya untuk diberikan pos pemadam kebakaran.

Karena itu nanti akan meliputi objek vital seperti rumah dinas gubernur, rumah dinas mall, rumah sakit dan pusat perdagangan. Jadi kalau terjadi kebakaran itu yang duluan akan sampai mungkin bisa saja di bawah 10 menit. Dan juga kita juga sudah ngajukan juga untuk pos pemadam kebakaran di Pelayangan.

Mudah-mudahan dorongan dari teman-teman mungkin dari DPR juga dari Bapak Walikota itu tahun depan bisa terealisasi. Dan ini salah satu adalah aspek bagaimana penanggulangan kebakaran itu lebih cepat tertangani sehingga tidak ada penyebaran. Dan selanjutnya lagi untuk sarana untuk Damkar Kota Jambi kita memang memiliki 16 armada he armada.

Yang paling tua sekali itu adalah yang tahun '77 seperti yang kita lihat tadi, iya gak yang sebelah sana itu, oh sebelah sana tadi. Iya itu tahun '77 mungkin Bung Yon belum lahir, belum lahir belum lahir. Dan itu masih beroperasional tapi sekali-sekali saja kita keluarkan. Dan satu lagi itu adalah mobil tangga yang tangganya ketinggian itu 23 m. Namun kita mohon maaf mungkin kalau bisa jangan kita gunakan lah, iya ya karena kenapa kalau kita gunakan berarti sudah bahaya risiko tinggi apabila terjadi kebakaran minimal itu untuk lantai 4.

Jadi sekitar lantai empat nanti dijangkau untuk melakukan evakuasi ataupun pemadaman. Dan selanjutnya lagi juga kita memiliki juga apa mobil kendaraan motor rescue di tiap pos untuk melakukan evakuasi apabila ada laporan dari masyarakat sehingga untuk cepat terjangkau.

Tribun Jambi: Bang, mobil tertua itu masih bisa berapa beroperasi?

Mustari: Masih, itu kalau untuk tekanan airnya itu di atas 20 m itu masih terjangkau sampai ke atas itu masih terjangkau.

Tribun Jambi: Bang, gimana nih Bang tertua dari yang dimiliki oleh Damkartan dan yang masih beropresional sampai sekarang?

Mustari: Iya mobil yang paling tua ini adalah si Jago Merah. Heeh. Ini tahun '77 ya, mungkin saya sudah lahir 2 tahun heeh. Mobil ini ada dan mobil ini buatan Jepang oke. Tapi sirenenya ini tidak menggunakan apa dia menggunakan engkol seperti ini, oh sirine masih engkol, masih engkolan.

Nah, tekanan ini untuk sementara memang akinya kita buka. Heeh, akinya kita buka karena memang kalau seandainya pada saat memang mau dipakai digunakan baru kita pasang karena memang sangat disayangkan apalagi ini ikon Damkar Kota Jambi.

Dan ini digunakan pada saat Mako Damkar kita masih berada di depan masjid Agung Alfalah. Masjid Agung Alfalah itu adalah Mako Damkar yang pertama. Pertama, baru pindah ke depan SD Alfalah, oh SDL Pala. Itu adalah Mako Damkar pertama kali setelah itu baru di samping Bank Jambi, iya ya. Setelah itu baru tiga kali pindah kita mako Mako Damkar.

Tribun Jambi: Selama di sini ini pernah bertugas enggak Bang?

Mustari: Ah ini sudah pernah. Ini pada saat untuk kebakaran Hotel Novita sudah pernah diturunkan waktu Hotel Novita kemarin iya. Pada saat kita juga melakukan simulasi ini juga pernah dan malah pernah pawai keliling kota Jambi.

Tribun Jambi: Ini sudah kita ini Bang ya, berarti masih terawat dengan baik?

Mustari: Masih masih sehat, moncongnya juga tembakannya monitornya masih ketinggian sekitar 23 m walaupun tidak menjadi andalan utama ya tapi ini sangat andalan juga karena masih kencang tekanannya. Kencang ya.

Tribun Jambi: Oke kita lihat yang ada tangga-tangga ini Bang ini yang Abang ceritain tadi ya Bang ya.

Mustari: I ini kalau mobil tangga ini memang ini sementara dititipkan oleh pemerintah provinsi melalui satuan polisi Pamong Praja dan Dinas Damkar heeh nah ini adalah bantuan dari UKK Teknik Utama heeh untuk kepentingan mungkin pemadaman kebakaran ataupun penyelamatan. Dan kita sudah juga menerima pelatihan dari untuk supir-supir untuk operasional ini. Namun karena memang sekali-sekali saja mungkin 1 bulan sekali kita panasi kita keluarkan sama juga akinya kita amankan juga dulu. Dan tangganya ini ketinggian 23 m itu sampai ke atas, sampai ke atas 23.

Tribun Jambi: Berarti untuk penyelamatan gedung-gedung tinggi ya?

Mustari: Mudah-mudahan jangan dipakai untuk penyelamatan kalau menurut pendapat saya. Iya karena kalau ini keluar ini memang harus ada mobil komando yang mengatur, mengatur baik di depan atau di belakang. Nah kalau untuk bannya ini bisa seperti kepiting jadi bisa putar sana putar ban belakang ban depan.

Tribun Jambi: Oh gitu bukan hanya ban depan saja ban belakang juga bisa? Berarti butuh spesialis khusus ya yang orang dengan kemampuan khusus untuk mengendarain ini kan makanya butuh Abang bilang tadi butuh mobil komando di depan dan di belakang. Sudah pernah beroperasi Bang sudah pernah bertugas?

Mustari: Sudah sudah ah ini waktu kita melakukan latihan sudah sudah. Tapi untuk bertugas mudah-mudahan jangan jangan jangan kita gunakan kalau tapi seandainya ada pun kita sudah punya sudah siap karena juga nanti apa selangnya juga itu adalah kalau kita lihat di atas ini Heeh ini adalah selang untuk nyemprot ini nih.

Tribun Jambi: Oh yang ini ya Bang tuh yang di atas itu tuh tuh oh iya ya benar nyemprot ada lampunya juga tadi benar berarti beras itu cukup lengkap lah ya.

Mustari: Iya jadi semuanya sistemnya memang sudah digital ini.

Tribun Jambi: Oh ini sudah digital wah keren pantesan responnya bagus sih masyarakat Bang ya alatnya juga lumayan lengkap juga ya Bang ya.

Mustari: I mudah-mudahan ya kita harapkan jangan sampai lagi.

Tribun Jambi: Bang untuk APD petugas sendiri Bang gimana Bang untuk Jambi ini kan biasa kayak kebakaran itu kan petugas satu memakai peralatan anti api kita bisa lihat nanti di belakang ada di belakang ya Bang ya untuk penegapan personilnya di sini ya Bang ya.

Mustari: Iya ini Bung Yon kalau kita lihat ini ada beberapa lemari untuk menyimpan peralatan personil kita seperti ini untuk rescue heeh nah ya ini stekular juga untuk apabila evakuasi tawon gas tabung gas ya. Dan juga sini adalah baju APD untuk tawon evaluasi tawon ini untuk rescue ya. Dan ini adalah fire jaket fire jaket yang nanti api itu ya pada saat kita melakukan pemadaman. Jadi seorang pemadam kebakaran kita harus dilengkapi dengan pertama adalah sarung tangan heeh setelah itu helem masker dan sepatu boot. Nah apabila kondisi dalam pemadaman itu harus melewati asap yang sangat tebal dia harus menggunakan SCBA.

Tribun Jambi: Oke apa tuh Bang?

Mustari: Ya itu alat untuk pernapasan tabung oksigen ya untuk dilalui oleh petugas untuk memasuki mungkin asap asap yang sangat tebal iya gitu ya.

Mustari: Mung kita saat ini ada di barak heeh untuk piket jaga ini ada barak satu barak satu adalah untuk ploton satu oke. Apabila saat piket jaga dan ini ketika bunyi sirene mereka yang berada di atas ini mereka luncuran dari sini dari sini. Nah nanti di bawah itu adalah peralatan APD mereka langsung menggunakan itu maksimal 2 menit.

Tribun Jambi: Tribuners nih kayak di film-film Tribuners iya turun langsung luncur ke bawah. Jadi kalau mau coba Bung Yon boleh.

Tribun Jambi: Oh jangan.

Mustari: Nah jadi saat mereka mungkin sedang duduk-duduk di alam begitu bunyi sirene ya ini mereka.

Tribun Jambi: Benar nih ya ni saat mereka bunyi sirene ini terbang semua ini itu langsung luncuran oh begitu luncuran mereka langsung persiapan he untuk menggunakan APD.

Mustari: Berarti siaga 24 jam ya walaupun sekarang ada baring-baring istirahat segala macam tapi ada kadang lagi sedang makan heeh bunyi sirine ini enggak jadi makan. Ada lagi mandi heeh ya enggak pakai lagi sabun lagi ada mereka langsung keluar cuman ya tetap pakai pakaian pakai pakaian.

Tribun Jambi: Berapa personel kita Bang?

Mustari: Kita 261 tersebar di beberapa di Mako dan beberapa pos. Untuk personil satgas petugas kita itu 202, 202 yang menjaga Kota Jambi. Nah kalau untuk setiap harinya itu yang menjaga Kota Jambi itu 80. 80 ada di pos pos pos pos pos pos dan di Mako.

Tribun Jambi: Oke tuh bang kita ini kan sudah mau masuk musim kemarau nih Bang. Persiapan dari Damkar sendiri untuk mengatasi musim kemarau lah biasanya kan banyak terjadi kebakaran, hewan masuk gitu kan ke rumah bongan kita?

Mustari: Yang pertama adalah untuk sarana pemadam kebakaran itu memang kita harus cek selalu seperti ini nih armada-armada ada sekarang itu baik pengecekan transmisinya kendaraan apa mesinnya dan berkala. Dan kita juga memiliki bengkel, oh bengkel sendiri, iya bengkel sendiri.

Dan kebetulan ini ada mekanik kita nah mekanik ini Saudara Jito ini he ini sudah lulus uji kompetensi dari ketenagakerjaan ya oh gitu ya. Ya sudah memiliki sertifikat, sertifikat iya sertifikat untuk perbaikan kendaraan khususnya roda-roda besar jadi beliau ini sudah lulus uji kompetisi. Dan ini juga untuk kalau ada kebakaran pada saat musim kemarau kita menurunkan juga armada seperti ini. Dan itu pernah terjadi pada saat di Tanjung Johor tahun 2024, Tanjung Johor oh ya kita menolongkan hampir 16 armada itu 17 eh 14 armada itu turun semua.

Tribun Jambi: Itu rumah itu lahan?

Mustari: Lahan lahan lahan Bang ya lahan lahan lahan itu malam hari habis magrib sampai jam 10 baru selesai kita padamkan.

Tribun Jambi: Nah di mana nih Bang Kota Jambi yang rawan terjadi kebakaran?

Mustari: Ya kalau untuk Kota Jambi ini sebenarnya secara menyeluruh itu memang kita adalah yang pertama karena daerah yang sangat padat penduduknya banyak rumah papan itu mungkin Jambi Kota Seberang itu yang satu. Yang kedua adalah Danau Sipin, danau Sipin ya itu daerah juga.

Tapi kalau untuk pusat perdagangan itu memang daerah pasar heeh. Tapi sering terjadi masyarakatnya mengatakan kalau kebakaran ini faktornya sering korsleting-korsleting listrik dan saya dengan pihak PLN juga sebenarnya tidak sependapat lalu korsleting listrik itu adalah akibatnya iya iya penyebabnya adalah masyarakat. Ini ada faktor penyebabnya pertama ya penggunaan peralatan listrik yang tidak sesuai standar heeh. Yang ketiga yang kedua adalah ya tidak adanya peremajaan jaringan instalasi listrik he ya seperti plafon rumah kita tidak kita punya cek atau kabelnya telanjang dan seterusnya.

Dan yang ketiga adalah ya penambahan daya dan beban daya instalasi tidak sesuai dengan pemakaian contoh kita punya beban daya kita 1.300 tapi peralatan listrik kita kebanyakan. Nah itulah sering terjadi akibatnya konslet nah terus penggunaan peralatan-peralatan listrik. Dan di luar dari itu lagi adalah faktor alam heeh karena sekarang musim kekeringan ini tidak mau kemungkinan dari kaca itu saja apabila ada matahari sinar matahari mengenai daun kering itu bisa menyebabkan terjadinya iya kebakaran.

Dan juga apa buang putung rokok setelah itu bermain apa BBM dan seterusnya dan juga karena ketabung gas yang bocor dan saat masak ditinggal dan masih banyak sekali lagi faktor-faktor kebakaran yang terjadi. Jadi untuk korsleting itu adalah akibat dari dari penggunaan peralatan listrik tidak ada peremajaan listrik dan penggunaan beban daya listrik dan instalasi listrik itu yang berlebihan.

Tribun Jambi: Oke Bang terima kasih banyak sudah ngobrol-ngobrol kita hari ini Tribuners. Itulah obrolan kita dengan Kadis Damkartan Kota Jambi Bang Mustari Affandi bersama saya Muhammad Yon Rinaldi. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Mustari: Waalaikumsalam.

Baca juga: 7 Mobill Pemadam Disdamkartan Kota Jambi Dikirim ke Lokasi, Ada 1 Korban Ledakan Mobil Tangki

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.